Categories
Berita Berita KSP Kedeputian Kedeputian III

Temui Moeldoko, KSBSI Paparkan Kondisi Buruh Terdampak Pandemi

JAKARTA – Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) mendapat kesempatan melakukan audiensi dengan Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko. Melalui pertemuan itu, DPP KSBSI memaparkan beragam kondisi buruh yang terdampak pemutusan hubungan kerja akibat pandemi. “Terutama karena banyak perusahaan yang memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk menghabiskam masa kerja karyawan. Laporan ini banyak kami terima, perkara pemutusan hubungan kerja ini bisa jadi masalah besar,” ujar Sekjen DPP KSBSI Vindra Whindalis, Rabu (24/2).

Ketua Konsolidasi DPP KSBSI Hendrik Hutagalung menambahkan, persoalan PHK karyawan dengan modus pandemi ini menjadi masalah baru di tengah gelombang PHK yanh terjadi sebelum pandemi. Pada kondisi ini, lanjut Hendrik, Dinas Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) punya banyak kendala untuk menyelesaikan masalah tersebut. Untuk itulah, Hendrik menilai, Moeldoko bisa jadi sosok penting dalam pembinaan buruh ke depan.

Merespon persoalan yang dihadapi DPP KSBSI, Moeldoko menegaskan, buruh adalah mitra sosial Pemerintah. “Begitu juga antara pengusaha dan buruh. Jangan saling memposisikan sebagai musuh, melainkan mitra yang saling melengkapi,” jelas Moeldoko.

Moeldoko juga menjelaskan peran Kantor Staf Presiden (KSP) sebagai jembatan antara masyarakat dan Istana, serta jembatan antara keluhan dengan solusi. Menurutnya, KSP membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan kritikan dan aduan bagi masyarakat. “Sehingga kalau KSP sebagai rumah terakhir sudah tidak bisa lagi berbuat sesuatu, masyarakat harus kemana lagi.

Kami harus berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kami juga punya program KSP mendengar untuk memfasilitasi aduan masyarakat,” imbuh Moeldoko. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintahan Presiden Jokowi yang memiliki semangat kuat untuk berikan solusi terhadap hambatan yang ada. Turut hadir dalam pertemuan tersebut tenaga ahli utama KSP Fadjar Dwi Wisnuwadhani.