Bandung, Jawa Barat — Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Gelombang 2 Tahun Ajaran 2026/2027, bagi 560 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung, di Soreang. Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung ini siap beroperasi melayani anak-anak pada jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Usai peninjauan dan pembukaan acara, Kepala Staf Kepresidenan menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang sangat luar biasa karena menyentuh langsung masyarakat pada kategori desil satu dan desil dua, termasuk anak-anak yang putus sekolah atau dari keluarga kurang mampu.
“Ini program Bapak Presiden yang sangat luar biasa. Program ini langsung menyentuh masyarakat desil satu dan dua yang tidak mampu, bahkan anak-anak yang sempat putus sekolah dan orang tuanya tidak bekerja. Luar biasanya lagi, bukan hanya anaknya yang dididik dan tinggal di asrama dengan gizi standar sesuai keinginan Bapak Presiden, tetapi orang tuanya pun mendapat perhatian berupa bantuan atau santunan, seperti pembenahan rumah,” ujar Jenderal (Purn) Dudung saat sesi wawancara.
Ia menambahkan, hadirnya Sekolah Rakyat memberikan manfaat ganda, baik bagi tumbuh kembang anak maupun kesejahteraan orang tua. Anak-anak yang bersekolah di fasilitas ini mendapatkan pengasuhan terpadu, pemenuhan gizi yang terjamin untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pembentukan mental mandiri. Untuk siswa jenjang dasar yang masih membutuhkan bimbingan ekstra, sistem pendampingan akan diperkuat oleh peran para senior di jenjang SMP dan SMA.
Prinsip utama dari kebijakan Presiden Prabowo, lanjut Kepala Staf Kepresidenan, adalah memastikan bahwa seluruh anak Indonesia memiliki hak dan kesempatan yang setara untuk mengenyam pendidikan tanpa ada yang terbelakang, termasuk bagi anak-anak penyandang disabilitas.
“Prinsip bagi Bapak Presiden adalah tidak ada anak yang tidak sekolah dan tidak ada anak yang tidak punya kesempatan yang sama. Tadi kita lihat sendiri, ada anak disabilitas yang juga mendapatkan kesempatan yang sama di sini,” tegasnya.
Terkait kesiapan operasional, Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan hasil koordinasinya bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum yang mengonfirmasi bahwa kesiapan fisik sekolah sudah mencapai hampir 100 persen.
Mengenai kebutuhan tenaga pendidik, pemerintah bergerak cepat melakukan rekrutmen guru-guru terpilih melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan dukungan penuh pemerintah daerah.
“Rekrutmen guru dilakukan sesuai standar, memilih tenaga pengajar terpilih berdasarkan kemampuan, latar belakang pendidikan, dan aksesibilitas. Saya mengapresiasi kerja keras lintas kementerian, Pemerintah Kabupaten Bandung, serta Pemerintah Kota Cimahi yang merespon cepat, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam memastikan mekanisme operasional pendidikan ini berjalan lancar,” tutup Jenderal (Purn) Dudung.
Turut mendampingi Kepala Staf Kepresidenan dalam kegiatan ini yaitu Plt. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Fadjar Dwi Wishnuwardhani, Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI (Purn.) Arif Rahman, M.A., Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Budi Pramono, dan Mayjen TNI (Purn.) Dedi Solihin, serta Tenaga Ahli Utama KSP, Mayjen (Purn) Kasuri, Mayjen (Purn) Aby Ismawan, Mayjen (Purn) Benny Octaviar, dan Mayjen (Purn) Syaiful Rachman.