Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Strategis di Hambalang Bahas Pangan, Energi, dan Idulfitri

Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dalam pertemuan strategis yang digelar di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026. Pertemuan tersebut membahas sejumlah langkah strategis nasional sekaligus memastikan kesiapan pemerintah menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi pemerintah untuk membahas agenda prioritas nasional serta kesiapan menghadapi momentum Lebaran.

“Presiden Prabowo Subianto menerima beberapa menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada 9 Maret 2026, untuk membahas langkah-langkah strategis nasional dan persiapan jelang hari raya,” ujar Seskab Teddy.

Menurut Seskab Teddy, pembahasan dalam pertemuan tersebut difokuskan pada dua agenda utama pemerintah. Agenda pertama adalah evaluasi progres program swasembada nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

“Progres Swasembada: Mengevaluasi perkembangan program swasembada pangan dan swasembada energi serta minyak,” ungkap Seskab Teddy.

Selain itu, pemerintah juga memastikan kesiapan berbagai kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Idulfitri. Diantaranya terkait ketersediaan bahan pangan dan pasokan energi bagi masyarakat.

“Kesiapan Idulfitri: Memastikan ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG menjelang Hari Raya Idulfitri,” lanjut Seskab Teddy.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan kementerian terkait. Diantaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid.

Hadir pula Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pertemuan tersebut mencerminkan upaya pemerintah untuk memastikan berbagai program strategis nasional berjalan sesuai rencana, sekaligus menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok dan energi agar masyarakat dapat menjalani bulan Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Dari Sungai ke Harapan: Kisah Yamisa, Jembatan Baru, dan Impian Makan Bergizi Gratis

Sore itu, Senin, 9 Maret 2026, layar besar di Hambalang menampilkan wajah-wajah yang pernah viral di media sosial—anak-anak sekolah dari Nias Selatan yang dahulu harus menyeberangi sungai demi pergi ke sekolah. Kini mereka berdiri di hadapan Presiden Prabowo Subianto, bukan lagi sebagai kisah kesulitan, tetapi sebagai simbol harapan.

Di antara mereka ada Yamisa Zebua, siswa kelas 12 berusia 17 tahun. Dialah salah satu anak yang dulu berani menyampaikan keluhan langsung kepada Presiden melalui video yang kemudian tersebar luas. Kini, setelah jembatan yang mereka impikan berdiri, Yamisa menyampaikan terima kasih.

“Terima kasih atas semua bantuan yang telah Bapak berikan kepada kami,” kata Yamisa dengan suara tenang namun penuh keyakinan.

Saat video viralnya diputar, Presiden pun mengenali wajahnya. “Yamisa, itu kamu. Kamu itu ya? Berani sekali kau teriak-teriak ke Presiden,” ujar Presiden sambil tersenyum. “Tapi justru karena kau teriak-teriak, aku langsung dengar.”

Namun bagi Yamisa, jembatan bukan satu-satunya yang ingin ia sampaikan. Di balik rasa terima kasih itu, ia membawa pesan lain, tentang harapan anak-anak desa terhadap program Program Makan Bergizi Gratis.

“Izin Pak, tentang MBG. MBG-nya masih belum sampai di sekolah kami,” ujar Yamisa dengan jujur.

Presiden tampak terkejut. “Belum sampai?” tanyanya.

“Iya, Pak. Orang tua kami tidak mampu,” jawab Yamisa.

Pernyataan sederhana itu menggambarkan realitas yang masih dihadapi banyak anak di daerah terpencil: akses pendidikan mulai membaik, tetapi kebutuhan dasar seperti gizi masih menjadi tantangan. Presiden pun merespons langsung. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memperjuangkan agar program tersebut segera menjangkau sekolah Yamisa dan teman-temannya.

“Saya perjuangkan supaya segera MBG sampai ke sana,” kata Presiden.

Bagi Yamisa, program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar kebijakan pemerintah. Itu adalah kebutuhan nyata yang ia dan teman-temannya rasakan setiap hari.

Ketika Presiden menyebut bahwa ada pihak yang menganggap program tersebut tidak perlu, Yamisa menjawab tanpa ragu. “Itu bohong, Pak,” katanya tegas.

Jawaban spontan itu membuat suasana pertemuan menjadi hangat. Bagi Presiden, keberanian Yamisa bukan sekadar keberanian seorang siswa berbicara kepada kepala negara. Ia melihatnya sebagai tanda kepemimpinan yang tumbuh dari pengalaman hidup.

Di balik percakapan singkat itu tersimpan gambaran besar tentang Indonesia: anak-anak desa yang dulu harus menyeberangi sungai kini memiliki jembatan, dan kini mereka berharap juga memiliki akses gizi yang layak melalui Program Makan Bergizi Gratis.

Sebelum percakapan berakhir, Yamisa masih sempat menyampaikan harapan lain—tentang jalan desa yang rusak dan sekolah yang perlu diperbaiki. Presiden mendengarkan semuanya dengan saksama. Namun pesan terakhir Presiden kepada Yamisa tetap sederhana, tetapi penuh makna: “Belajar yang benar, ya.”

Di tempat seperti Nias Selatan, sebuah jembatan bukan sekadar konstruksi baja dan beton. Ia adalah jalan menuju sekolah, jalan menuju mimpi, dan jalan menuju masa depan.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo: Jembatan untuk Rakyat, Harapan bagi Anak-Anak Indonesia

Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog langsung dengan para kepala daerah, aparat, dan masyarakat dari berbagai wilayah saat meresmikan 218 jembatan di Indonesia. Melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026, Kepala Negara mendengarkan laporan pembangunan jembatan sekaligus berbincang dengan warga yang kini merasakan langsung manfaat infrastruktur tersebut, terutama anak-anak sekolah di daerah terpencil.

Dalam dialog tersebut, Kepala Negara menerima laporan perkembangan pembangunan jembatan di sejumlah wilayah, mulai dari Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, hingga Nias Selatan. Infrastruktur tersebut dibangun untuk mempermudah mobilitas warga, terutama anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menempuh perjalanan panjang dan berisiko.

“Terima kasih semua pejabat yang hadir. Pejabat Pemerintah Daerah, pejabat Kepolisian, militer, terima kasih. Saya titip saja teruskan pekerjaan ini. Ini sangat penting untuk rakyat kita dan ini juga membuktikan kepedulian negara, kepedulian pemerintah pusat terhadap kondisi rakyat di mana pun,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berdialog dengan sejumlah siswa dari Nias Selatan yang sebelumnya viral di media sosial karena harus menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah. Kini, setelah jembatan selesai dibangun, para siswa dapat bersekolah dengan lebih aman.

Ketika seorang siswa bernama Yamisa Zebua menyampaikan cita-citanya untuk melanjutkan studi di bidang kedokteran namun terkendala biaya, Presiden Prabowo langsung merespons dengan memberikan dukungan.

“Ya sudah, nanti kamu dites ya,” ujar Presiden kepada siswa tersebut.

Kepala Negara menekankan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya memastikan masa depan generasi muda Indonesia. Presiden Prabowo menilai akses yang lebih aman dan cepat menuju sekolah akan membantu anak-anak memperoleh pendidikan yang lebih baik.

“Anak-anak kita adalah kekayaan kita yang paling berharga. Kita harus jamin mereka bisa sekolah dengan baik, kondisi mereka baik. Jembatan-jembatan ini akan membantu kehidupan masyarakat dan meringankan beban hidup mereka,” kata Presiden Prabowo.

Di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, jembatan gantung yang telah selesai dibangun memungkinkan anak-anak sekolah yang sebelumnya harus berjalan memutar hingga satu jam kini dapat mencapai sekolah hanya dalam waktu sekitar lima menit. Mendengar laporan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pembangunan.

Lebih lanjut, Presiden juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparatur sipil negara, TNI, dan kepolisian dalam menjalankan program pembangunan. Menurutnya, kerja sama yang kuat merupakan kunci untuk menjangkau masyarakat di berbagai pelosok tanah air.

“Kita harus jadi satu, kita adalah satu bangsa Indonesia, kita adalah satu keluarga besar. Tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lain. Tidak ada yang boleh merasa bisa menang sendiri. Tidak, kita semua satu keluarga. Seluruh bangsa Indonesia adalah satu keluarga besar. Kalau ada satu yang susah, semua merasakan. Kalau ada satu desa yang menderita, seluruh rakyat merasakan,” tegas Kepala Negara.

Menutup dialog, Presiden menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang bekerja keras di lapangan. Kepala Negara berharap pembangunan jembatan di berbagai daerah dapat terus dilanjutkan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Sampaikan penghormatan saya kepada semua unsur yang bekerja keras. Mudah-mudahan pada saat selesai, nanti saudara-saudara juga akan melaporkan kepada saya pada saat selesai. Terima kasih,” tutur Presiden Prabowo.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Tegaskan Korupsi Harus Diperangi, Indonesia Harus Mandiri Pangan dan Energi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi serta memperkuat kemandirian pangan dan energi nasional. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya saat meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah di Indonesia yang digelar secara hybrid melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026.

“Kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan. Untuk itu saya tegaskan kembali lagi bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat,” tegas Presiden.

Kepala Negara menilai praktik penyalahgunaan wewenang dan kolusi dapat menyebabkan kebocoran keuangan negara. Presiden menuturkan bahwa hal tersebut berpotensi mengurangi kemampuan negara dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana dan krisis global.

“Korupsi penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara, ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang, kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apapun,” ucap Presiden.

Selain pemberantasan korupsi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri. Presiden menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk keluar dari berbagai krisis dengan kondisi yang lebih kuat.

“Saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka, data-data kekayaan kita. Setiap hari kita akan keluar lebih kuat, kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemandirian di sektor pangan dan energi sebagai fondasi ketahanan nasional. Presiden menyampaikan bahwa upaya mencapai swasembada pangan, khususnya beras sebagai makanan pokok, telah lama menjadi prioritas perjuangannya.

“Dalam keadaan perang di mana-mana, swasembada beras, di mana beras adalah makanan pokok kita. Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi kebutuhan protein kita,” ungkapnya.

“Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi,” lanjut Presiden.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Indonesia Teguhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Tengah Ketegangan Global

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia terus memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif di tengah dinamika konflik global yang makin kompleks. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam peresmian 218 jembatan yang dilakukan secara hybrid melalui konferensi video di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026.

“Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, nonblok. Kita tidak ingin ikut blok mana pun. Kita menghormati semua kekuatan. Kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia,” ucap Presiden.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian akibat berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan. Menurutnya, eskalasi ketegangan di kawasan menjadi contoh nyata bahwa situasi global saat ini berada dalam kondisi yang penuh tantangan.

“Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang yang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena. Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil,” katanya.

Sikap Indonesia yang tidak memihak blok manapun, menurut Presiden merupakan cerminan dari nilai kebangsaan Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi kehidupan nasional juga tercermin dalam cara Indonesia membangun hubungan dengan negara-negara lain di dunia.

“Kita menghormati semua bangsa, menghormati semua agama, menghormati semua ras, menghormati semua kelompok etnis. Inilah yang membuat Indonesia sekarang menikmati kondisi yang damai. Kita bisa hidup berdampingan ratusan kelompok etnis, tapi kita bisa rukun,” ujarnya.

(BPMI Setpres)