Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Perkuat Komitmen Program MBG melalui Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 3 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 12.173 peserta yang terdiri atas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Koordinator Regional (Koreg) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari seluruh Indonesia, Koordinator Wilayah (Korwil), Kepala SPPG, serta para mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur pelaksana Program MBG yang telah mengabdikan diri di berbagai daerah. Kepala Negara menilai dedikasi para pelaksana menjadi fondasi penting dalam menjalankan program strategis yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Terima kasih lagi atas pengabdian saudara-saudara selama ini, di tempat-tempat yang jauh, di tempat-tempat yang susah. Terima kasih atas dedikasi kalian. Terima kasih atas kesetiaan kalian,” ujar Presiden.

Dalam laporannya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan bahwa peserta yang hadir merupakan unsur pelaksana Program MBG dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

“Terdiri dari 20 KPPG Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi, 20 kantor KPPG ini dari Sabang sampai Merauke dan dipimpin oleh pegawai negeri golongan 3. Kemudian di sini juga dihadiri oleh para Koreg, Koordinator Regional SPPG dari seluruh Indonesia,” ujar Nanik.

Nanik menambahkan, peserta yang hadir secara langsung berasal dari tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh ribuan mitra yang mendukung pelaksanaan Program MBG.

“Ini kita dari 3 provinsi DKI, Banten dan Jabar, juga dengan dihadiri para seluruh KSPPG. Selain itu ada juga di sini para mitra bapak, para mitra jumlahnya 5.873,” tuturnya.

Kehadiran para unsur pelaksana dan mitra tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Program MBG dalam mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

Melalui kegiatan ini, pemerintah juga memperkuat koordinasi serta menyamakan langkah antarpelaksana Program MBG agar pelaksanaannya berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. Hadir pula sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, dan kepala lembaga negara.

Pertemuan akbar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi nasional, menyamakan visi dan langkah, sekaligus memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan semakin efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.

Dengan dukungan lebih dari 12 ribu penggerak yang hadir, pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan strategi besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju Generasi Emas 2045 dimulai dari pemenuhan gizi yang berkualitas bagi seluruh anak bangsa.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Qatar, Sheikh Saoud

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan dari Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar, Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan pada Senin, 1 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Qatar.

Kedatangan Sheikh Saoud disambut langsung oleh Presiden Prabowo dalam suasana hangat dan penuh persahabatan. Pertemuan berlangsung sebagai forum untuk memperkuat komunikasi dan hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Sheikh Saoud menyampaikan pesan khusus dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani kepada Presiden Prabowo. Kepala Negara pun menyambut baik pesan dan perhatian yang disampaikan Emir Qatar serta menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mempererat hubungan bilateral dengan Qatar.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin turut membahas sejumlah isu yang berkaitan dengan tindak lanjut dari kerja sama kedua negara di berbagai sektor. Sebelumnya pada April 2025 lalu, Presiden Prabowo dan Emir Qatar menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang bertajuk “Memorandum Saling Pengertian tentang Dialog Strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Qatar.”

Dialog strategis ini bertujuan mendorong kerja sama yang lebih intensif di berbagai bidang strategis. Diantaranya adalah politik dalam isu internasional dan regional, pertahanan dan keamanan, kontra-terorisme, ekonomi khususnya perdagangan dan investasi, pertukaran budaya, dan penguatan hubungan antarmasyarakat.

Selain membahas hubungan bilateral, pertemuan tersebut juga mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus meningkatkan hubungan yang telah terjalin baik selama ini. Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Sheikh Saoud berlangsung dalam suasana konstruktif dengan semangat saling menghormati.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Indonesia dan Qatar dalam memperkokoh kemitraan strategis yang tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas dan kemakmuran kawasan.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Peringati 81 Tahun Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo: Pancasila Konsensus Agung Pemersatu Bangsa

Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin, 1 Juni 2026. Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Setelah menerima laporan dari Perwira Upacara Brigadir Jenderal TNI Fitriana Nur Heru Wibawa, Presiden Prabowo selaku Inspektur Upacara menuju mimbar utama. Upacara dimulai dengan salam kebangsaan dengan diperdengarkannya lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Upacara dilanjutkan dengan penghormatan kebesaran dan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa. Selanjutnya, pembacaan naskah Pancasila oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani dan diikuti pembacaan Naskah Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum untuk mengenang lahirnya dasar negara Indonesia. Kepala Negara mengingatkan bahwa 81 tahun lalu, gagasan besar tentang Pancasila disampaikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

“Hari ini kita peringati 81 tahun hari lahirnya Pancasila. 81 tahun yang lalu, Bung Karno berdiri di hadapan Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan menyampaikan gagasan besar yang kemudian menjadi dasar falsafah negara Republik Indonesia,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa Pancasila lahir dari perjalanan sejarah, pengalaman, budaya, serta cita-cita bangsa Indonesia sendiri. “Pancasila adalah sebuah konsensus agung, suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita, yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,” lanjutnya.

Menurut Presiden, tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia,” memiliki makna yang sangat mendalam di tengah berbagai tantangan global yang penuh dengan ketidakpastian.

“Di tengah dunia yang makin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh, pegangan itu adalah Pancasila,” katanya.

Upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini diikuti oleh seluruh peserta dengan tertib dan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming serta ratusan tamu undangan, termasuk para mantan Presiden dan Wakil Presiden RI, pimpinan lembaga tinggi negara, serta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih dan pejabat setingkat menteri. Tampak hadir di antaranya yakni Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, dan Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Sampaikan Taklimat kepada Seribu Perwira Siswa TNI dan Polri

Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada perwira siswa Sesko TNI dan Sespimti Polri, perwira siswa Sesko AD, AL, AU, dan Sespimmen Polri. Taklimat tersebut diberikan Presiden pada Senin, 25 Mei 2026 di Komplek Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Kota Bandung, Jawa Barat. Acara taklimat diikuti oleh 1.095 perwira siswa dari TNI dan Polri yang sedang menempuh pendidikan.

Ketibaan Presiden disambut penuh semangat oleh para peserta dengan iringan lagu ‘Maju Tak Gentar’ yang menggema di area kegiatan. Suasana khidmat langsung terasa saat acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan mars TNI, mars masing-masing matra TNI, hingga mars Polri yang diikuti secara serempak oleh seluruh peserta yang hadir.

Komandan Seskoad, Mayjen TNI Agustinus Purboyo, dalam laporannya menyampaikan keseluruhan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan taklimat Presiden. Para peserta terdiri atas perwira siswa dari berbagai matra TNI dan Polri yang hadir untuk mengikuti pengarahan secara langsung dari Kepala Negara.

“Bapak Presiden yang sangat kami banggakan, di hadapan Bapak saat ini telah hadir 1.095 orang,” ucap Komandan Seskoad.

Usai laporan, acara kemudian dilanjutkan dengan taklimat Presiden kepada para perwira siswa. Sebelum menuju panggung utama, Presiden Prabowo tampak menyalami sejumlah perwira yang hadir dan menciptakan suasana hangat dengan penuh kedekatan. Taklimat Presiden pun diikuti dengan khidmat dan seksama oleh seluruh peserta.

Kegiatan taklimat ini, menurut Komandan Seskoad, menjadi momen bersejarah. Hal ini dikarenakan untuk pertama kalinya seorang Presiden aktif hadir secara langsung untuk memberikan kuliah dan pengarahan kepada para perwira siswa.

“Hari ini terasa sangat istimewa Bapak, dikarenakan baru pertama kali seorang Presiden aktif hadir langsung dan mengajar kepada seluruh siswa Sesko,” lanjutnya.

Kehadiran Presiden dalam forum pendidikan strategis tersebut dinilai mencerminkan perhatian besar pemerintah terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia. Taklimat ini juga menjadi ruang pembekalan strategis bagi para perwira dalam menghadapi dinamika tantangan nasional maupun global ke depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta para kepala staf angkatan.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Panen Raya Udang di BUBK Kebumen, Perkuat Budi Daya Modern dan Ketahanan Pangan Nasional

Presiden Prabowo Subianto melaksanakan panen raya udang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di lokasi tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Di lokasi tambak dengan luas lahan mencapai 100 hektare, Presiden Prabowo meninjau langsung proses panen udang vannamei hingga kegiatan sortir hasil panen sebelum dipasarkan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara meninjau kawasan yang dikembangkan menggunakan konsep best practice budi daya udang modern melalui sistem tata kelola terpadu yang mencakup saluran air masuk (intake), kolam tandon, pemisahan saluran inlet dan outlet, kolam produksi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga fasilitas pendukung lainnya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan menyaksikan langsung panen raya udang ke-8. Kepala Negara menyebut saat ini, dengan potensi yang ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen udang nomor satu di dunia.

“Jadi sangat menjanjikan, tadi saya diberi laporan 1 hektare bisa menghasilkan 40 ton, luar bisa 40 ton ya dan harganya sangat bagus, harganya 70 ribu (rupiah) per kilo. Berarti per ton 70 juta rupiah,” ujar Kepala Negara.

BUBK Kebumen memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan jumlah kolam sebanyak 206 petak, nilai produksi kawasan ini mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau berpotensi menembus Rp134,4 miliar per tahun. Kehadiran kawasan budi daya modern tersebut juga mampu menyerap ratusan tenaga kerja.

Lebih lanjut, Kepala Negara menjelaskan saat ini pemerintah sedang melaksanakan proyek serupa dengan skala lebih besar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, BUBK Kebumen diposisikan sebagai contoh transformasi budi daya tradisional menuju sistem modern berbasis teknologi dan tata kelola lingkungan yang lebih baik, sekaligus menjadi model pengembangan sektor perikanan nasional.

“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap sekarang 650 orang setempat bekerja dan kita sudah membangun di Waingapu 2 ribu hektare,” imbuh Presiden Prabowo.

Pemerintah memandang udang sebagai salah satu komoditas strategis nasional yang tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing ekspor perikanan Indonesia di pasar global.

Lebih lanjut, udang Indonesia berpotensi menjadi mesin devisa yang berkelanjutan dengan pengelolaan tambak secara modern dan menerapkan kaidah-kaidah good aquaculture practices sebagaimana model yang diterapkan di BUBK Kebumen.

Panen Raya Udang ini juga menjadi penegasan konsistensi Presiden Prabowo dalam membangun sektor kelautan dan perikanan. Sebelumnya, ia telah meninjau kawasan yang sama saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Dari Kebumen, arah kebijakan itu semakin jelas bahwa budi daya modern, produktivitas tinggi, serapan tenaga kerja, dan orientasi ekspor adalah sebuah kombinasi yang menempatkan udang sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru ekonomi nasional.

(BPMI Setpres)