Categories
Berita Berita KSP Ekonomi Kedeputian Kedeputian III

Bertemu Dubes Uni Eropa, Moeldoko Pastikan Omnibus Law Jadikan Indonesia Ramah Investasi

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko menyebut kebijakan Omnibus Law atau Undang-Undang Cipta Kerja bertujuan untuk memangkas regulasi yang tumpang tindih. Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (21/10).   “Pemerintah berusaha keluar dari kerumitan birokrasi dengan menyedehanakan regulasi. Harapannya dengan adanya hal tersebut investasi menjadi mudah,” ujar Dr. Moeldoko.

Kedua belah pihak bersepekat terus memperkuat hubungan kedua pihak dan menegaskan kembali kerja sama erat yang telah terjalin selama ini. Kantor Staf Presiden (KSP) mewakili pemerintah memikirkan kemungkinan kerja sama yang lebih luas dengan Uni Eropa di berbagai bidang, termasuk menjajaki peluang investasi.   “Sebuah kehormatan bagi kami bisa menerima Duta Besar Uni Eropa. Senang sekali bisa berbincang untuk saling meningkatkan hubungan kerja sama yang sudah berjalan dengan baik selama ini,”  ujarnya.



Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko saat menerima Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunai Darusalam Vincent Piket di  Gedung Bina Graha, Jakarta pada Rabu (21/10).
 

Sementara itu, Moeldoko menjelaskan pula mengenai perekonomian Indonesia, terutama mengenai nilai ekspor-impor. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, nilai ekspor Indonesia pada September 2020 mencapai US$14,01 miliar atau meningkat 6,97 persen dibanding ekspor Agustus 2020. Demikian juga jika dibanding ekspor nonmigas September 2019, naik 0,21 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–September 2020 mencapai US$117,19 miliar. Dengan perhitungan ekspor yang masih tinggi maka nilai neraca perdagangan pada September jadi surplus US$ 2,4 miliar.

Nilai impor Indonesia September 2020 mencapai US$11,57 miliar atau naik 7,71 persen dibandingkan Agustus 2020. Namun, dibandingkan September 2019 turun 18,88 persen. Impor nonmigas September 2020 mencapai US$10,40 miliar atau naik 6,18 persen  ibandingkan Agustus 2020.  Menurut Moeldoko, dinamika perekonomian di Indonesia akan terus berkembang dengan baik ke depannya.

Moeldoko juga menyampaikan mengenai, komitmen pemerintah dalam upaya pengembangan kendaraan listrik. Kepala Staf Kepresidenan juga menyinggung mengenai sektor pariwisata di Indonesia yang sudah berbenah agar tingkat kunjungan semakin meningkat. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan, sehingga turis dari Uni Eropa dapat nyaman berwisata.

Pada kesempatan itu, Vincent Piket mengatakan, hubungan bilateral yang selama ini terjalin diharapkan dapat mencapai tingkat yang lebih erat lagi. Salah satunya melalui kerja sama investasi. Uni Eropa sangat mendukung  Indonesia dalam upaya meningkatkan nilai perdagangan dan investasi.

Vincent Piket juga membahas  rencana perundingan IEU-CEPA ((Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) antara pemerintah Indonesia dan Uni Eropa. Perundingan IEU-CEPA merupakan perundingan bilateral untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Uni Eropa dapat membantu untuk mempercepat proses IEU-CEPA karena akan membentuk iklim perdagangan jauh lebih baik.  “Bila perundingan ini tidak dilakukan, pada 2024 Indonesia akan kehilangan hak atas tarif khusus untuk dapat berkompetisi dengan baik,” ujar Piket.