Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman mengambil langkah tegas demi menjaga kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Selasa (12/5) di dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, ditemukan kondisi dapur yang kotor dengan adanya tumpukan sampah hingga belatung. Menindaklanjuti temuan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung memberikan sanksi penghentian sementara (suspend) kepada kedua penyedia makanan tersebut.
Kastaf Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa tindakan ini adalah bentuk pengawasan nyata pemerintah di lapangan. “Jadi memang menurut saya itu tidak layak dan itu oleh kepala BGN langsung direspon, sehingga di-suspend saya lihat itu,” terang Kastaf di kantornya, Rabu (13/5).
Langkah penertiban ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan agar anak-anak penerima program MBG benar-benar mendapatkan makanan yang bersih, sehat, dan bergizi. Kastaf menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pengecekan ke berbagai daerah lain, menyusul adanya laporan ketidaksesuaian standar di beberapa wilayah.
“Nah ini yang saya sidak dan saya akan cek ke beberapa daerah. Saya mendengar di Jawa Tengah, di Jawa Barat ada hal-hal yang prosesnya dari mulai penentuan titik sampai kepada proses pembuatan makanan, pengiriman dan sebagainya. Ini tidak sesuai dengan standar,” ungkap mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut. Meski banyak tantangan, Kastaf mengapresiasi upaya BGN yang terus berbenah secara maksimal untuk mengatasi berbagai ketimpangan yang terjadi di lapangan.
Secara khusus, Kepala Staf Kepresidenan memberikan peringatan keras kepada pihak yayasan maupun investor pengelola SPPG agar tidak menjadikan program ini semata-mata sebagai ladang bisnis tanpa memperdulikan standar kualitas gizi. Kastaf juga telah berkoordinasi langsung dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, terkait potensi pelanggaran ini.
“Saya sudah komunikasi dengan Pak Dadan agar diantisipasi kepada yayasan maupun investor yang segala rupanya ingin mengambil suatu keuntungan, ini agar betul-betul diwaspadai,” tegasnya.
Kastaf pun berharap agar para penyedia MBG terketuk hati nuraninya untuk memprioritaskan keselamatan dan masa depan generasi penerus bangsa. “Ya saya sampaikanlah kepada yayasan-yayasan yang mendirikan untuk membuat MBG dan sebagainya, ya tolonglah berpikir untuk memajukan bangsa, ini anak-anak kita kasihan. Tidak semudah kemudian orang seakan-akan, yang penting ada dapat keuntungan dari uang itu,” tambahnya.
Pengawasan ketat ini juga difokuskan untuk mencegah timbulnya hal-hal negatif yang membahayakan kesehatan anak, seperti insiden keracunan makanan. KSP bersama BGN akan terus bersinergi melakukan penindakan. “Hal-hal ini saya akan terus-menerus, tentunya bersama-sama juga dengan BGN untuk menjaga hal-hal yang memang kurang baik,” tutup Kastaf.