Categories
Berita Berita KSP

Kastaf Kepresidenan dan Wamendiktisaintek Bahas Pembangunan SMA Garuda: Cetak “Timnas” Talenta Global dan Ratakan Akses Pendidikan Unggul

Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Stella Christie menggelar pertemuan di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (13/5). Pertemuan ini membahas akselerasi pembangunan dan pengelolaan SMA Garuda Transformasi serta SMA Garuda Baru, yang disiapkan sebagai ujung tombak pemerataan pendidikan bertaraf internasional di Indonesia.

Kastaf Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam merealisasikan visi pendidikan ini. “Ini merupakan bagian dari agenda besar Bapak Presiden Republik Indonesia untuk mencetak talenta unggul Indonesia berstandar global,” tegas Kastaf.

Sebagai Program Hasil Terbaik Cepat (PTHC) Presiden Prabowo Subianto, kehadiran Kantor Staf Presiden (KSP) dinilai krusial dalam mengurai berbagai hambatan teknis di lapangan, seperti koordinasi dengan kementerian lain, masyarakat, hingga masalah kewilayahan. Menurut Kastaf, progres pembangunan di berbagai daerah menunjukkan hasil memuaskan dan menargetkan agar sekolah-sekolah ini dapat selesai dan beroperasi pada bulan Juli mendatang.

Kastaf juga mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap SMA Unggulan Garuda sangat tinggi, dibuktikan dengan 6.738 pendaftar dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Kesuksesan program SMA Garuda Transformasi sebelumnya telah berhasil mengantarkan siswa-siswa Indonesia menembus kampus top dunia. “Beberapa perguruan tinggi yang perlu saya sampaikan salah satunya ada di yang sekarang sudah masuk mereka di Oxford, kemudian di UCL, kemudian di Berkeley dan University of Chicago,” puji Kastaf seraya menyebut ada peningkatan drastis jumlah siswa yang diterima di kampus dunia dari sebelumnya nol menjadi puluhan orang.

Wamendiktisaintek Prof. Stella Christie menyoroti peran penting KSP yang mengawal program ini dari tahap perencanaan hingga eksekusi. “Tanpa KSP kita tidak bisa membangun Sekolah Garuda. Jadi KSP sangat dari awal sekali dari bahkan pembentukan Peraturan Presiden (Perpres) sampai hal-hal yang sifatnya dadakan, tidak terduga, tapi harus diselesaikan,” ungkap Stella.

Prof. Stella menjelaskan bahwa keberlanjutan operasional SMA Garuda juga telah dijamin oleh negara dengan dukungan Kementerian Keuangan dan LPDP. “Sekolah Garuda mempunyai dana abadi, artinya investasi negara dari Bapak Presiden yang dibuat sekarang untuk Sekolah Garuda ini akan berlangsung selamanya,” jelas Stella.

Adapun Sekolah Garuda dibangun di titik-titik yang menjangkau seluruh pelosok Nusantara, seperti di Belitung, Soe (NTT), Tanjung Selor (Kalimantan Utara), dan Sulawesi Tenggara. Fokus utama program ini adalah pemerataan akses bagi siswa berprestasi tanpa memandang latar belakang. Dari proses seleksi terbaru untuk Sekolah Garuda baru, telah tersaring 320 peserta di tahap keempat, yang mayoritas justru bukan berasal dari DKI Jakarta atau Jawa Barat, melainkan Sumatera Utara, Bangka Belitung, NTT, dan Kaltara.

Penerima beasiswa penuh ini rata-rata berasal dari kelompok ekonomi desil 4, namun memiliki rata-rata prestasi akademik luar biasa di angka 88. Wamendiktisaintek menganalogikan investasi pendidikan ini seperti membangun tim nasional olahraga. “Kita tidak pernah ragu untuk membangun stadion yang paling bagus untuk calon timnas sepak bola kita. Dan di pendidikan kita belum pernah. Inilah jawaban Bapak Presiden,” tegas Stella.

Pemerintah menaruh harapan besar bahwa dari Sekolah Garuda, Indonesia tidak hanya akan mencetak juara di bidang olahraga, tetapi juga di kancah intelektual global. “Kita juga akan mendapatkan bukan saja medali emas di bulu tangkis, tapi peraih Nobel suatu saat dari Indonesia,” ungkap Stella optimis.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan menyatakan keyakinan penuh terhadap masa depan generasi muda. “Saya antusias optimis bahwa bangsa Indonesia ke depan akan semakin maju dengan bibit-bibit unggul yang kita fasilitasi sehingga ke depan kita akan punya manusia-manusia yang memang disiapkan secara intelektual untuk membangun negeri ini,” tutupnya.