Categories
Berita Berita KSP

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman Pastikan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Ditangani dengan Cepat

Bekasi – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mendatangi RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Jawa Barat, untuk menjenguk korban kecelakaan Kereta Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Kunjungan Kepala Staf Kepresidenan guna memastikan pelayanan kesehatan, pemenuhan hak santunan, serta langkah-langkah koordinasi perbaikan infrastruktur pasca insiden.

Usai menjenguk sejumlah korban yang masih dirawat, Kastaf menjelaskan bahwa tujuan kedatangannya untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan dan tindakan medis bagi para korban yang masih dirawat. Kastaf mengapresiasi penanganan cepat dari pihak rumah sakit dan menegaskan pentingnya sistem perawatan berkelanjutan hingga tahap rehabilitasi pasca-kejadian.

“Tadi saya lihat cepat tindakannya dari rumah sakit ini, dan kemudian memastikan bagaimana sistem rehabilitasi dan pasca dari korban ini, bagaimana perawatannya,” kata Kastaf.

Selain memastikan penanganan medis, Kastaf menaruh perhatian besar pada hak-hak korban terkait santunan. Kastaf memastikan kelancaran pemberian santunan yang melibatkan berbagai pihak, yakni BPJS, PT KAI, dan asuransi Jasa Raharja Putera. Lebih lanjut, Kastaf memastikan agar proses komunikasi antara kementerian dan lembaga terkait penanganan korban dapat berjalan sinergis.

Kepala Staf Kepresidenan menekankan bahwa kunjungan ini juga menjadi jembatan komunikasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat. Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong adanya tindak lanjut berupa perbaikan infrastruktur transportasi di Jawa Barat, yang akan dikoordinasikan langsung bersama kementerian terkait dan PT KAI.

Merespons pertanyaan mengenai keberadaan perlintasan sebidang liar yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta api, Kastaf memastikan pemerintah akan mengecek secara keseluruhan sebelum mengambil tindakan. “Akan kita cek secara keseluruhan, sehingga kalau misalnya muncul hal-hal seperti itu, tentu kita akan berkomunikasi dengan unsur keamanan dan sebagainya,” tegas Kastaf.