Jakarta – Proses serah terima jabatan (sertijab) di lingkungan Kantor Staf Presiden (KSP) telah berlangsung dengan lancar. Kepala Staf Kepresidenan yang baru dilantik, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman S.E., M.M., M.H. secara resmi menerima tongkat estafet kepemimpinan KSP dari mantan Kepala Staf Kepresidenan yang telah dilantik menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A. Proses sertijab digelar di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Selasa, 28 April 2026.
Menyambut tugas barunya, Dudung menegaskan komitmen Kantor Staf Presiden untuk memastikan seluruh program prioritas Presiden tetap dikawal dengan baik. Dudung menyatakan akan melanjutkan fondasi yang telah dibangun dan menyempurnakan berbagai kegiatan di KSP. “Banyak hal yang sudah dilakukan oleh KSP untuk mengawal program prioritas Presiden dengan baik dan nanti kita lanjutkan tentunya untuk kesempurnaan kegiatan-kegiatan lainnya,” tegasnya.
Sebagai salah satu langkah inovatif untuk memperkuat fungsi KSP sebagai penyambung kebijakan pemerintah, Dudung mengumumkan inisiasi pembukaan layanan aduan masyarakat 24 jam. Layanan ini akan diwujudkan dalam bentuk posko di KSP serta website pengaduan yang dapat diakses langsung oleh publik.
“Kita akan membuka seluas-luasnya dan semakin banyak informasi-informasi yang secara langsung dari masyarakat justru ini adalah yang paling penting sehingga kita bisa langsung menangani,” jelas Dudung. Ia menargetkan posko aduan beserta website pengaduan tersebut akan mulai beroperasi dalam waktu dekat.
Kepala Staf Kepresidenan menekankan bahwa mekanisme penanganan aduan tidak selalu akan langsung diteruskan ke Presiden, melainkan akan disalurkan dan dikomunikasikan terlebih dahulu kepada kementerian-kementerian terkait sebagai pihak yang memiliki wewenang penanganan teknis.
Dalam hal pelaporan ke Presiden, Dudung memastikan akan ada laporan yang disampaikan secara rutin dalam berbagai kesempatan. Namun, ia menegaskan fleksibilitasnya dalam bertindak jika ditemukan isu yang mendesak. “Kalau memang itu sangat penting ya saya rasa lebih baik saya langsung laporkan (kepada Presiden),” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, mantan Kepala Staf Kepresidenan sekaligus Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari memastikan bahwa transisi berjalan dengan baik. Qodari memastikan telah memberikan gambaran menyeluruh mengenai situasi, kondisi, serta tugas organisasi di KSP kepada Kepala Staf yang baru. “Maksud dan tujuan supaya beliau begitu masuk langsung bisa tancap gas untuk mengawal program-program prioritas nasional sebagaimana yang menjadi tugas dari KSP,” ujar Qodari.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah melantik Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026. Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 52/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.