Categories
Berita Berita Presiden

Dari Istana Basman ke Bandara Marka: Persahabatan Dua Pemimpin dalam Satu Mobil

Suasana hangat dan penuh penghormatan mewarnai akhir kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kerajaan Yordania Hasyimiah. Pada Rabu, 25 Februari 2026, sebuah momen istimewa tercipta ketika Raja Abdullah II ibn Al Hussein secara langsung mengantarkan Presiden Prabowo menuju Bandar Udara Militer Marka, Amman.

Sebelumnya, Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II menggelar pertemuan di Istana Basman, Amman. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat persahabatan, mencerminkan eratnya hubungan bilateral Indonesia–Yordania yang telah terjalin lama, khususnya dalam kerja sama pendidikan, keagamaan, dan isu-isu strategis kawasan.

Usai pertemuan, Presiden Prabowo langsung bertolak menuju Bandar Udara Militer Marka. Namun yang menjadikan momen ini begitu berkesan adalah sikap personal Raja Abdullah II yang tak sekadar melepas secara protokoler. Raja Abdullah II bahkan menyupiri langsung kendaraan yang membawa dirinya bersama Presiden Prabowo menuju bandara.

Setibanya di Bandar Udara Militer Marka, Raja Abdullah II kembali menunjukkan penghormatan tinggi dengan melepas secara langsung keberangkatan Presiden Prabowo. Di bawah tangga pesawat, kedua pemimpin negara tampak saling berpelukan hangat sebelum berpisah—sebuah simbol kedekatan personal yang melampaui formalitas kenegaraan.

Turut melepas keberangkatan Presiden Prabowo adalah Putra Mahkota Kerajaan Yordania Hasyimiah Prince Al Hussein ibn Abdullah II beserta sejumlah pejabat Kerajaan Yordania. Hadir pula Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah Ade Padmo Sarwono dan Atase Pertahanan RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin.

Tidak sampai di situ, momen kehormatan lainnya terlihat saat pesawat yang membawa Presiden Prabowo lepas landas. Empat pesawat tempur F-16 Angkatan Udara Yordania mengawal pesawat kepresidenan hingga keluar wilayah udara Yordania, menandai penghormatan tinggi Kerajaan Yordania terhadap Kepala Negara Republik Indonesia.

Rangkaian momen tersebut bukan sekadar prosesi perpisahan, melainkan simbol kuat persahabatan dua bangsa. Gestur personal Raja Abdullah II—mengantar dan bahkan menyupiri langsung—menjadi pesan yang jelas bahwa hubungan Indonesia dan Yordania tidak hanya dibangun di atas kepentingan strategis, tetapi juga dilandasi rasa saling percaya dan kedekatan antarpemimpin.

Dari Amman, Presiden Prabowo melanjutkan agenda kunjungannya ke Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab. Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju Abu Dhabi adalah Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Terima Apresiasi Raja Abdullah II atas Komitmen Indonesia pada Solusi Dua Negara

Presiden Prabowo Subianto menerima apresiasi dan sambutan hangat dari Raja Abdullah II ibn Al Hussein atas komitmen Indonesia dalam memperjuangkan solusi dua negara dalam konflik global. Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dengan Kerajaan Yordania Hasyimiah, di Istana Basman, Amman pada Rabu, 25 Februari 2026.

“Peran bangsa anda, saya pikir, dalam semua tantangan di wilayah itu sangat penting. Saya tahu betapa Anda berkomitmen pada solusi dua negara, betapa Anda menghargai masa depan orang-orang positif,” ucap Raja Abdullah II.

Raja Abdullah II menekankan bahwa upaya yang dilakukan oleh Indonesia untuk menciptakan perdamaian merupakan langkah yang sangat penting. Hal tersebut, lebih lanjut, memberikan makna mendalam bagi rakyat Yordania.

“Ini adalah sesuatu, jelas, yang menghangatkan hati kita. Saya tahu bahwa Anda berkomitmen untuk kedamaian dan ketenangan yang besar. Dan sekali lagi, komitmen Anda yang sungguh-sungguh untuk melindungi orang-orang, kita semua, saya pikir, sangat penting,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Abdullah II juga menyampaikan kesiapan Yordania untuk mendukung peran Indonesia dalam upaya tersebut. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis baik secara politik maupun ekonomi.

“Saya menantikan diskusi ini tentang bagaimana kita dapat membantu saudara dan saudari kita dalam usaha ini,” tandasnya.

Indonesia dan Yordania memiliki hubungan diplomatik yang telah terjalin erat selama beberapa dekade, mencakup berbagai bidang strategis mulai dari pertahanan hingga investasi. Kedekatan historis tersebut kemudian memperkuat hubungan persaudaraan antara kedua negara.

“Selalu menyenangkan bertemu Anda, khususnya di rumah kedua Anda di Yordania. Saya tahu bahwa orang-orang saya, orang-orang Anda, tahu bahwa kita memiliki hubungan persaudaraan yang sangat istimewa di antara kami berdua selama bertahun-tahun,” pungkas Raja Abdullah II.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Yordania Tangani Krisis Kemanusiaan Gaza dan Tepi Barat

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan koordinasi dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah dalam merespons dinamika situasi kemanusiaan di kawasan Timur Tengah, terutama di Palestina. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pengantar pertemuan bilateral dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Basman, Amman pada Rabu, 25 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan Kerajaan Yordania Hasyimiah kepada Indonesia serta menilai posisi strategis Kerajaan Yordania Hasyimiah yang berada paling dekat dengan situasi di Gaza menjadi faktor penting dalam memperkuat koordinasi kedua negara.

“Jadi terima kasih banyak, Yang Mulia, atas tawaran dukungan yang baik bagi kontingen kami. Kami berharap dapat menjalin koordinasi dan kerja sama yang erat, karena Anda berada paling dekat dengan persoalan di Gaza,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga menyampaikan keprihatinan mendalam Indonesia terhadap perkembangan situasi di Tepi Barat yang dinilai berpotensi memengaruhi keberhasilan berbagai upaya stabilisasi dan kemanusiaan di Gaza.

“Kami sangat prihatin terhadap permasalahan di Tepi Barat. Kami merasa hal ini dapat memengaruhi keberhasilan apa pun yang sedang kita upayakan di Gaza,” imbuh Kepala Negara.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah memiliki kesamaan pandangan dengan negara-negara lain di kawasan dalam mendorong stabilitas regional serta penyelesaian konflik. Untuk itu, Kepala Negara menegaskan pentingnya peningkatan koordinasi kedua negara agar mampu memahami situasi secara menyeluruh serta merespons perkembangan secara cepat dan tepat.

“Karena itu, kami ingin memperkuat dan meningkatkan kerja sama ini. Saya pikir tim saya akan bekerja sangat dekat dengan tim Anda agar kita selalu berada pada posisi yang memahami situasi secara menyeluruh. Kita mengetahui dengan tepat apa yang akan terjadi,” pungkas Presiden Prabowo.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memainkan peran aktif dalam diplomasi kemanusiaan global, sekaligus memperkuat sinergi dengan negara-negara kunci di kawasan demi mendorong stabilitas dan perlindungan bagi rakyat Palestina.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Perjuangkan Solusi Dua Negara dalam Pertemuan Bilateral dengan Raja Abdullah II

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait konflik Palestina. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pengantar pertemuan bilateral dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Basman, Amman pada Rabu, 25 Februari 2026

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap melakukan berbagai upaya konkret untuk mendorong tercapainya solusi damai yang langgeng. Menurut Kepala Negara, solusi dua negara dengan berdirinya negara Palestina yang merdeka merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian berkelanjutan.

“Ya, Indonesia berkomitmen untuk melakukan apa pun yang dapat kami lakukan demi tercapainya solusi yang langgeng dan menurut pandangan kami, satu-satunya solusi yang benar-benar berkelanjutan adalah solusi dua negara dengan Palestina yang merdeka,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace serta dukungan terhadap rencana 20 poin yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump merupakan bagian dari kontribusi aktif Indonesia dalam mencari solusi jangka panjang bagi konflik tersebut.

“Itulah sebabnya ketika kami diundang untuk bergabung dalam Board of Peace dan kami mendukung rencana 20 poin dari Presiden Donald Trump, semuanya dilakukan dengan tujuan dan upaya untuk melakukan apa pun yang kami bisa, guna mencapai solusi yang langgeng tersebut,” imbuh Kepala Negara.

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta menyebut Yordania Hasyimiah sebagai rumah keduanya. Kepala Negara juga menyampaikan ucapan Ramadan Mubarak kepada seluruh rakyat Yordania Hasyimiah sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan antara kedua negara.

“Atas nama Indonesia dan secara pribadi, saya juga ingin menyampaikan Ramadan Mubarak kepada rakyat Yordania,” ucap Kepala Negara.

Pertemuan bilateral ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi diplomasi Indonesia dan Yordania, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan penyejuk dalam upaya menjaga stabilitas kawasan dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Bertemu Raja Abdullah II di Istana Basman

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertemu dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Basman, Amman pada Rabu, 25 Februari 2026. Ketibaan Presiden di Istana disambut oleh tiupan terompet dan pasukan jajar kehormatan yang berdiri rapi untuk memberikan salam kehormatan.

Kedatangan Presiden Prabowo disambut langsung oleh Raja Abdullah II bersama Putra Mahkota Kerajaan Yordania Hasyimiah, Al Hussein bin Abdullah II. Momen kebersamaan tersebut kemudian diabadikan dalam sesi foto bersama di salah satu sudut utama Istana Basman.

Selanjutnya, Presiden Prabowo menerima upacara penyambutan resmi yang diawali dengan memperdengarkan lagu kebangsaan Republik Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah. Setelahnya, kedua kepala negara melakukan inspeksi pasukan kehormatan yang menandai penghormatan tertinggi bagi tamu negara.

Usai upacara penyambutan, Presiden Prabowo bersama Raja Abdullah II kemudian menuju ruang kerja istana untuk melakukan pertemuan tête-à-tête yang diikuti dengan pertemuan lanjutan dengan delegasi kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis mulai dari penguatan kerja sama kedua negara hingga kolaborasi di bidang kemanusiaan, termasuk terkait stabilitas dan perdamaian kawasan.

Tahun 2026 menjadi momentum bagi Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah karena menandai 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Dalam kurun waktu tersebut, hubungan bilateral kedua negara terus berkembang secara konstruktif pada sejumlah bidang strategis mulai dari politik, pertahanan, ekonomi, hingga pendidikan.

Bagi Indonesia, Kerajaan Yordania juga merupakan mitra penting sekaligus hub logistik Indonesia di kawasan Timur Tengah. Kunjungan Presiden Prabowo ke Istana Basman pun diharapkan dapat memperkokoh kemitraan strategis yang konkret serta memperluas kolaborasi di berbagai bidang lainnya.

(BPMI Setpres)