Categories
Berita Berita KSP

Kepala Staf Kepresidenan M Qodari: Akad Massal FLPP Jadi Tonggak Penting Target Perumahan Nasional

Banten — Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menilai pelaksanaan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagai tonggak penting dalam percepatan pencapaian target perumahan nasional.

Akad massal sebanyak 50.030 unit FLPP yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) tersebut dirangkaikan dengan serah terima kunci rumah dan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Ini adalah satu milestone lagi dari Kementerian PKP untuk mewujudkan target-target perumahan dari Pak Ara,” ujar Kepala Staf Kepresidenan saat ditemui dalam kegiatan akad FLPP di Banten, Sabtu (20/12/2025).

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini memiliki target besar di sektor perumahan, mulai dari pembangunan rumah baru hingga renovasi rumah. Pada pelaksanaan kali ini, fokus diarahkan pada pembangunan rumah melalui mekanisme subsidi FLPP.

“Kita tahu ada target pembangunan rumah baru, ada renovasi. Nah, kalau hari ini fokusnya kepada pembangunan rumah melalui mekanisme subsidi FLPP,” lanjutnya.

Kepala Staf Kepresidenan menambahkan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau akrab disapa Ara bersama jajaran tengah membangun ekosistem yang kuat untuk mendukung agenda besar tersebut. Ekosistem ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengembang, perbankan, hingga asosiasi perumahan.

“Nah, Pak Ara ini juga dan Kementerian PKP membangun suatu ekosistem untuk mengerjakan pekerjaan raksasa ini, pekerjaan besar ini. Di dalamnya ada developer, kemudian ada perbankan, ada asosiasi perumahan,” katanya.

Menurutnya, pembangunan ekosistem ini diharapkan mampu melahirkan pengembang perumahan subsidi yang berkualitas. Hal tersebut juga tercermin dari dialog Presiden dengan para debitur FLPP yang menilai kualitas rumah yang diterima sudah baik.

“Cita-cita berikutnya tentu saja adalah bagaimana melahirkan para pengembang dengan kualitas perumahan yang baik,” ujarnya.

“Alhamdulillah tadi dalam dialog lewat Zoom, lewat online dengan Bapak Presiden tadi tanya dengan beberapa nasabah, beberapa debitur ya, semuanya mengatakan bagus,” tambahnya.

Ia menegaskan, ekosistem perumahan yang dibangun Kementerian PKP diharapkan mampu menghadirkan rumah subsidi dengan kualitas yang baik, proses yang cepat dan mudah, serta biaya yang terjangkau bagi masyarakat.

“Jadi dalam ekosistem yang dibangun oleh Kementerian Perumahan ini Insya Allah kualitasnya bagus, prosesnya cepat dan mudah, biayanya diringankan,” katanya.

“Seperti kata Bapak Presiden memang bisa membuat orang atau wong cilik itu iso nguyu begitu ya bisa tersenyum,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah penerima manfaat dari berbagai profesi juga menerima kunci rumah secara simbolis, baik secara langsung maupun melalui sambungan daring. Hal ini, menurut Kepala Staf Kepresidenan, menunjukkan bahwa program FLPP benar-benar menyasar masyarakat menengah ke bawah.

“Itu semua kan menggambarkan bagaimana perumahan subsidi atau FLPP ini memang bermanfaat bagi mereka-mereka yang datang dari kalangan menengah kebawah, mudah-mudahan terus maju,” tutupnya.

Sebagai informasi, acara akad massal ini digelar secara hybrid, sebanyak 300 akad dilakukan di lokasi acara diikuti oleh 11 Bank penyalur, sedangkan sisanya 49.730 akad lainya berlangsung secara online diikuti oleh 39 Bank Penyalur yang tersebar di 33 provinsi di 110 titik di kab/kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Serah terima kunci rumah diwakili 9 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara simbolis, terdiri dari guru honorer Diki Mubarok, penyandang disabilitas tunantra Suyono, pedagang kopi keliling Sanah Maemunah, driver ojek online (ojol) Suparmin, penjaga ruang jenazah Nana Suryana, buruh perwakilan serikat pekerja Kemnaker Isti Siti Fatimah, seorang Dai Bayu Bina Anggara, seorang nelayan Airin Ajiyanti, dan tukang cukur Ahmad Kurniadi.

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Sapa Debitur dari 33 Provinsi, Pastikan Kualitas Rumah KPR Sejahtera FLPP

Presiden Prabowo Subianto berdialog langsung dengan para debitur Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari berbagai wilayah di Indonesia melalui konferensi video pada acara Akad Massal 50.030 Unit KPR Sejahtera FLPP dan Serah Terima Kunci Tahun 2025, yang digelar di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Provinsi Banten, pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Salah satu debitur dari Nusa Tenggara Barat, Lalu Atha Yuda Fansyuri, pemilik warung kelontong, menyampaikan rasa syukurnya atas rumah subsidi yang telah ia tempati hampir satu bulan.

“Bagus, alhamdulillah sangat bagus,” ujar Lalu, yang juga memastikan rumahnya bebas banjir dan lingkungannya bersih.

Kepala Negara pun mengapresiasi kemandirian Lalu yang di usia 23 tahun telah memiliki rumah sendiri. “Wih, 23 sudah punya rumah. Hebat,” ujar Presiden seraya mendorong generasi muda untuk berani mandiri dan merintis masa depan.

Dialog berlanjut dengan debitur dari Papua, Adrian Yawan, seorang pegawai honorer yang mengambil rumah di Kota Jayapura. “Puji Tuhan, Bapak. Rumahnya bagus. Sumber airnya baik, Bapak,” ujar Andrian

Sri Wulandari dari Kalimantan Barat yang merupakan penjual makanan mendapatkan ucapan selamat dari Presiden Prabowo karena telah memiliki hunian dari program KPR Sejahtera FLPP ini.

“Oke. Alhamdulillah. Terima kasih, ya. Selamat, ya, Bu,” ujar Kepala Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyapa debitur dari Sulawesi Selatan dan Sumatra Utara yang menyampaikan bahwa kondisi rumah layak huni, air dan listrik lancar, serta lingkungan perumahan bersih dan aman.

Menutup dialog, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan debitur yang terlibat dalam program KPR Sejahtera FLPP.

“Terima kasih semuanya, ya. Saya mungkin minta maaf tidak bisa menyapa semua satu-satu. Tapi yang penting saudara semuanya dalam keadaan baik, dan rumah yang saudara terima dalam keadaan baik dan juga program ini kita jalankan semuanya dengan lancar dan baik,” pungkas Presiden Prabowo.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Dari Pedagang Seblak hingga Nelayan, Mimpi Punya Rumah Terwujud Lewat KPR Sejahtera FLPP

Di antara ribuan kunci rumah yang diserahkan pada Akad Massal 50.030 Unit KPR Sejahtera FLPP Tahun 2025, pada Sabtu, 20 Desember 2025, di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, terselip cerita-cerita sederhana tentang mimpi yang akhirnya berwujud nyata. Bagi penerima manfaat, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan simbol kemandirian dan harapan masa depan.

Fauzi Nurdian, pedagang seblak berusia 23 tahun, tak menyangka impiannya memiliki rumah bisa terwujud di usia muda. Informasi tentang program KPR Sejahtera FLPP ia peroleh dari tetangga yang bekerja di perumahan tersebut.

“Alhamdulillah, masih muda tapi udah punya rumah baru, rumahnya juga bagus Alhamdulillah, air bersih, listrik juga bagus,” ujar Fauzi dengan wajah sumringah.

Fauzi pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program perumahan yang dinilainya sangat membantu pelaku UMKM sepertinya. “Untuk Bapak Presiden Prabowo, terima kasih atas program perumahannya, sangat membantu untuk kita masyarakat sebagai UMKM, terima kasih,” imbuh Fauzi.

Kebahagiaan serupa dirasakan Ahmad Kurniadi, seorang tukang cukur asal Desa Kalodran, Serang. Selama ini, Ahmad masih tinggal bersama orang tuanya karena keterbatasan biaya untuk memiliki rumah sendiri. Dengan booking fee dan angsuran terjangkau, Ahmad akhirnya bisa mewujudkan keinginannya untuk mandiri.

“Alhamdulillah, saya senang sekali karena saya selama ini masih tinggal di rumah orang tua. Saya ingin punya rumah sendiri karena di rumah orang tua masih ada keluarga saya, adik saya. Jadi saya ingin mempunyai rumah sendiri,” tutur Ahmad dengan haru.

Sementara itu, Airin Ajiyanti Putri, seorang nelayan keramba asal Solo, mengaku kepemilikan rumah adalah impian yang telah lama ia dan suaminya nantikan. “Senang banget, udah impian saya dari dulu sama suami,” ungkapnya

Airin juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kebijakan perumahan murah yang membuka peluang keluarga kecil sepertinya untuk hidup lebih mandiri.

“Terima kasih untuk Bapak Presiden, karena sudah menyediakan rumah murah bagi kami yang ingin memiliki rumah. Impian-impian kami, beserta keluarga supaya bisa lebih mandiri lagi,” imbuhnya penuh haru.

Kisah-kisah tersebut menjadi potret nyata dampak Program KPR Sejahtera FLPP yang dicanangkan pemerintah. Melalui program perumahan ini, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen negara untuk menghadirkan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga Indonesia.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Dorong Penataan Kota dan Kebersihan Lingkungan untuk Perkuat Pariwisata dan Kesejahteraan Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kebersihan dan penataan lingkungan sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya pada acara Akad Massal 50.030 Unit Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci Tahun 2025, yang digelar di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu, 20 Desember 2025.

Presiden menegaskan bahwa kebersihan harus menjadi perhatian bersama, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Menurut Presiden, kota-kota di Indonesia harus tampil bersih, asri, dan indah agar mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan citra bangsa.

“Salah satu penghasil devisa uang yang paling bagus adalah pariwisata. Bagaimana kita berharap wisatawan asing datang ke Indonesia kalau kota-kota kita kumuh, kalau desa-desa kita tidak bersih,” ujar Kepala Negara.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan rencana pemerintah untuk mengumpulkan para kepala daerah setelah tahun baru guna melakukan brainstorming dan perumusan langkah konkret penataan wilayah. Dalam proses tersebut, Presiden mendorong keterlibatan kalangan akademisi, khususnya fakultas arsitektur, untuk membantu pemerintah daerah menyusun master plan pembangunan ibu kota provinsi, kabupaten, dan kota yang bersih, indah, dan berkelanjutan.

“Saya berharap tiap provinsi, ibu kota, tiap ibu kota kabupaten ada tim arsitektur. Panggil dari semua fakultas arsitektur-arsitektur bantu bupati, bantu wali kota, bantu gubernur bikin suatu master plan ibu kota provinsi, ibu kota kabupaten, kota dan sebagainya. Bikin master plan kota yang bersih, yang indah, yang sangat asri. Nanti luar biasa dampaknya,” imbuh Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara optimistis bahwa penataan kota yang terencana akan memberikan dampak besar bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Presiden pun menyampaikan visinya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang indah dan nyaman bagi seluruh rakyat.

“Kita ubah Indonesia menjadi beautiful, the beautiful Indonesia. Saya diberitahu oleh salah satu guru saya. Tugas pemimpin sebetulnya sangat sederhana. Tugas pemimpin adalah membuat wong cilik iso gemuyu, orang kecil bisa ketawa dan senyum. Itu artinya mereka hidup layak,” pungkas Kepala Negara.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Di Akad Massal 50.030 Unit KPR FLPP, Presiden Prabowo Sampaikan Doa dan Empati bagi Korban Bencana Sumatra

Di tengah pelaksanaan berbagai agenda pembangunan nasional, Presiden Prabowo Subianto tidak melupakan saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah bencana di Sumatra. Kepala Negara menyampaikan rasa syukur atas berbagai capaian pembangunan, sembari mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan dan membantu warga yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, serta sejumlah daerah lain seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.

“Kita bersyukur atas segala karunia yang diberikan kepada kita, selagi kita juga selalu mengingat saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah di beberapa daerah Republik Indonesia di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara. Tapi juga di daerah-daerah lain yang juga mengalami tidak dalam skala yang sebesar Sumatra, tapi juga mengalami kesulitan di Jawa Timur, di Jawa Tengah, di NTT, dan di beberapa daerah lainnya,” ujar Kepala Negara pada acara Akad Massal 50.030 Unit Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci Tahun 2025, di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu, 20 Desember 2025.

Kepala Negara juga meminta semua pihak untuk mendoakan masyarakat yang tengah mengalami musibah. “Kita selalu berdoa mereka akan diberi lindungan dari Maha Kuasa, diringankan penderitaan mereka. Selagi kita juga bekerja keras untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi,” imbuh Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus berani menatap masa depan meskipun tantangan dan ujian terus dihadapi. Menurut Presiden, seluruh persoalan, termasuk bencana alam, dapat dihadapi dengan semangat persatuan dan kerja bersama.

Presiden juga mengapresiasi kekompakan TNI, Polri, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat dalam penanganan bencana, termasuk dedikasi para petugas yang bekerja siang dan malam hingga menjangkau wilayah terpencil dengan risiko tinggi.

“Ada kontraktor yang mengatakan jembatan Pak, jembatan ini kalau saya, saya bangun satu bulan. Kita mampu bangun tujuh hari. Mereka kerja siang malam, kerja siang malam PLN, Pertamina, desa-desa terpencil kita anter pakai helikopter. Penerbang helikopter mempertaruhkan nyawa. Daerah situ bukan daerah yang gampang. Kabut cepat turun, tapi memang kita bersyukur sebetulnya, ya kita atasi nanti bencana tapi daerahnya itu daerah yang sangat indah, sangat baik,” ungkap Presiden Prabowo.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan rakyat dalam setiap situasi, baik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan melalui program perumahan rakyat, maupun dalam penanganan bencana yang cepat, terpadu, dan berkeadilan.

Melalui pesan empati dan keteguhan tersebut, Presiden kembali menegaskan bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya diukur dari angka dan capaian fisik, tetapi juga dari kemampuan negara untuk hadir, peduli, dan berdiri bersama rakyatnya di saat paling sulit. 

(BPMI Setpres)