Serdang Bedagai, Sumatra Utara — Kantor Staf Presiden (KSP) terus memastikan pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Komitmen tersebut dilakukan Kepala Staf Kepresidenan melalui peninjauan langsung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, Senin (21/9/2026).
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menegaskan bahwa kehadiran KSP di lapangan merupakan bagian dari tugas untuk memastikan program prioritas Presiden berjalan dengan baik. “Tugas Kepala Staf Kepresidenan itu adalah memastikan program prioritas Bapak Presiden, salah satunya adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi,” ujar Kepala Staf Kepresidenan.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Staf Kepresidenan melihat secara langsung pelaksanaan proses pendidikan sekaligus perkembangan Sekolah Rakyat. Kepala Staf Kepresidenan juga meninjau ruang kelas dan asrama untuk melihat secara langsung fasilitas yang digunakan para siswa dalam menjalani proses pendidikan dan kehidupan sehari-hari di Sekolah Rakyat. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan dan mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
“Saat ini kita akan meninjau secara langsung bagaimana proses pendidikannya, dan kalau misalnya ada hal-hal yang kurang tentunya saya akan komunikasikan dengan kementerian yang terkait,” katanya.
Kunjungan ini dihadiri oleh Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya, dan turut mendampingi Kepala Staf Kepresidenan, Plt. Deputi IV KSP, Fadjar Dwi Wishnuwardhani; jajaran Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Letjen TNI (Purn.) Arif Rahman; Letjen TNI (Purn.) Alfred Denny Djoike Tuejeh; Mayjen TNI (Purn.) Prof. (Hon.) Dr. Budi Pramono; Mayjen TNI (Purn.) Dedi Solihin; Bayu Priawan Djokosoetono, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP Armindo Soares, beserta jajaran Tenaga Ahli KSP lainnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program yang mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto. Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan bahwa target pemerintah adalah membangun 590 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia hingga 2029. Saat ini, sebanyak 93 Sekolah Rakyat permanen telah didirikan pada tahap kedua. Selain itu, terdapat 66 Sekolah Rakyat usulan untuk tahap ketiga yang telah siap. Pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan mencapai sekitar 100 sekolah setiap tahunnya.
Kepala Staf Kepresidenan menilai program Sekolah Rakyat memiliki tujuan penting dalam memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses pendidikan. Program tersebut juga memberikan berbagai fasilitas untuk mendukung proses belajar peserta didik. “Tujuannya adalah ingin bahwa anak-anak itu semuanya sekolah, tidak ada yang putus sekolah. Sehingga yang desil 1 sampai desil 5 yang putus sekolah, bahkan anak-anak jalanan, ini mendapat fasilitas yang luar biasa,” ujar Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman.
Menurutnya, perhatian Presiden terhadap pembangunan sumber daya manusia tidak hanya diwujudkan melalui Sekolah Rakyat. Pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendidikan lain untuk menciptakan generasi unggul, termasuk sekolah unggulan dan Sekolah Garuda.
“Konsentrasinya Bapak Presiden adalah untuk menjelang menuju Indonesia Emas 2045. Jadi bibit-bibit unggul ini betul-betul dipersiapkan. Kita mampu bersaing dengan negara luar,” jelas Kepala Staf Kepresidenan.
Jenderal (Purn.) Dudung menambahkan pembangunan sumber daya manusia menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi bonus demografi. Dengan sumber daya alam yang berlimpah dan sumber daya manusia yang mumpuni, Indonesia diharapkan semakin maju dan mampu meningkatkan daya saing bangsa. “Ke depannya dengan sumber daya alam yang berlimpah, sumber daya manusia yang juga mumpuni, insyaallah 2045 bonus demografi ini akan menjadi modal utama bagi kita untuk semakin maju bangsa ini,” pungkas mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat kelahiran Bandung itu. (KSP/Jerry).