Categories
News KSP News Deputies Deputy Chief of Staff for Information and Political Communication Deputy Chief of Staff for Politics, Law, Defense, Security and Human Rights

KSP Terima Aduan soal Danau Maninjau Hingga Diskriminasi Disabilitas

PADANG—Berbagai masukan dan kritik disampaikan sejumlah elemen masyarakat Sumatera Barat dalam Program Kantor Staf Presiden (KSP) Mendengar yang menyasar ibukota Provinsi Sumatera Barat, Padang. Hadir dalam forum itu sejumlah perwakilan organisasi keagamaan, kepemudaan, relawan dan mahasiswa. Berbagai masukan disampaikan warga Sumbar diantaranya adalah apresiasi terhadap program program strategis nasional yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo, revitalisasi Danau Maninjau, pembangunan Pulau Mentawai hingga diskriminasi terhadap difabel. “Saya CPNS yang diberhentikan karena difabel,” ujar Alde Maulana, penyandang disabilitas yang hadir pada forum itu.

Menanggapi hal itu, Tenaga Ahli Utama Kedeputian V KSP Rumadi Ahmad menyatakan, KSP akan segera menindaklanjuti aduan tersebut. “Ada hal-hal yang kami selesaikan secara cepat, seperti disabilitas CPNS bermasalah dengan BPK itu mungkin bisa kami tindak lanjuti cepat. Pengaduan lainnya yang ada dokumennya pasti akan tindaklanjuti juga,” ujar Rumadi.

Tak hanya soal apresiasi dan kritikan terhadap pemerintah, dalam forum KSP Mendengar ini juga muncul sejumlah usulan seperti penetapan pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Syeikh Sulaiman ar-Rasuli sebagai pahlawan nasional. “Terus terang kami iri dengan ulama yang sejaman dengan Syeikh ar-Rasuli yakni Kyai Ahmad Dahlan dan Kyai Hasyim Asyari yang sudah menjadi pahlawan nasional. Peran Syekh ar-Rasuli dalam perjuangan nasional tidak bisa disangsikan lagi,” ujar Muhammad Arif dari Pemuda Perti.

Menurut Rumadi, semua masukan tersebut akan ditindaklanjuti sehingga hubungan komunikasi pemerintah dengan masyarakat itu bisa tersampaikan lebih dekat. Dikatakan Rumadi, jika tidak ada respon pengaduan masyarakat kepad pemerintah, maka KSP bisa menjadi pintu terakhir pengaduan. “Pemerintah ingin mendengar langsung masukan dan kritikan dari rakyat di Sumatera Barat. Untuk itu, silahkan nanti disampaikan dalam forum ini,” ujarnya.

Peserta forum KSP Mendengar ini juga meminta kepada KSP untuk tidak hanya sekedar mendengar namun juga bisa mengeksekusi. Peserta forum lainnya menyampaikan persoalan hambatan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru terkait pembebasan tanah dan persoalan lainnya. Selain itu, kata Rumadi, sejumlah masukan seperti revitalisasi Danau Manjnjau akan didalami lebih lanjut. “Ada sejumlah hal-hal besar seperti revitalisasi Danau Maninjau yang kami butuh penjelasan lebih detail,” tambah Rumadi.

Program KSP Mendengar di Padang Sumatera Barat berlangsung sejak Selasa (25/5) hingga Jumat (28/5). Selain menggelar forum dengan sejumlah elemen masyarakat, tim KSP juga berkunjung ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), Majelis Ulama Indonesia (MUI), PWNU Sumbar, Universitas Negeri Padang, PW Muhammadiyah, Perguruan Thawalib, serta diterima Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto dan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy.