Pemerintah akan membentuk satuan tugas (satgas) guna menyelesaikan masalah akibat erupsi Gunung api Sinabung, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Hal itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan usai mengunjungi beberapa lokasi pengungsi pada 28-29 Juni 2015 lalu.
“Kita mendapat laporan bahwa erupsi gunung Sinabung seperti sekarang ini akan berlangsung lama. Bisa 5 atau mungkin 10 tahun ke depan. Tidak bisa diprediksi akan berhenti dalam waktu dekat, seperti pada Minggu kemarin, saat di lokasi, ada tiga kali letupan,” kata Luhut.
Karena itu, lanjut dia, dari hasil kajian para pakar, disarankan masyarakat yang berada di radius 3 hingga 5 kilometer harus di relokasi. Yang di radius 3 kilometer sekitar 370 KK sudah dicarikan tempat relokasi, dan sisanya sekitar 500 KK akan segera di relokasi ke daerah yang sudah disiapkan pemerintah. Presiden memerintahkan dibuat langkah terpadu dengan membentuk satuan tugas guna menyelesaikan masalah ini.
“Konsep satuan tugas akan diputuskan Presiden. Kita berharap semua instansi terkait akan terlibat langsung dalam satu komando sehingga tidak ada masing-masing kementerian dan lembaga saling lempar tanggungjawab,” ujarnya.
Menurut Luhut, satu komando itu penting sehingga tidak ada rakyat yang dirugikan. Sebab pemerintah berkomitmen membantu masyarakat yang menjadi korban dan masih tinggal di pengungsian sehingga bisa hidup layak.
“Saya mengingatkan seluruh jajaran di pemerintah daerah untuk serius menangani ini. Tidak boleh ada yang main-main. Saya sudah melihat rumah yang disiapkan oleh pemerintah, itu sangat baik. Saat ini sudah siapkan tahap pertama sekitar 150 unit,” jelasnya.
Kategori: Berita KSP
Konferensi Asia-Afrika Sukses
Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan menilai secara keseluruhan acara KAA-60 berjalan dengan sukses. Salah satu parameter yang ia pegang adalah, tak satu pun kepala negara atau perwakilan dari negara-negara peserta KAA yang mengeluhkan acara ke Presiden Jokowi.
Tak lupa Luhut memuji Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang berhasil menyiapkan puncak Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung dengan baik. Selain karena berhasil memperbaiki infrastruktur Bandung dalam waktu singkat, Emil dapat memperbaiki infrastruktur Bandung dengan biaya yang minim.
“Saya katakan, kalian mesti bangga punya wali kota seperti Pak Emil. Menurut saya dia first class mayor,” kata Luhut, di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, Kamis, 23 April 2015.
Selain itu, jenderal bintang empat ini memuji masalah keamanan saat pelaksanaan Konferensi Asia Afrika yang berlangsung aman dan kondusif.
Kepala Staf Kepresidenan sekaligus penanggung jawab Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) Luhut Binsar Pandjaitan mengecek lokasi pelaksanaan napak tilas secara langsung di Bandung, Kamis, 24 April 2015, atau satu hari sebelum hari pelaksanaan.
Luhut datang ke lokasi di Jalan Asia Afrika, Bandung, dengan didampingi Walikota Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Rombongan tersebut juga melihat gladi bersih pengamanan dan penutupan acara peringatan.
Para kepala negara atau pemerintahan Asia-Afrika yang mengikuti kegiatan Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika di Bandung, antara lain Raja Swaziland Mswati III, Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak, Presiden Zimbabwe Robert Gabriel Mugabe, Presiden Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Korea Utara Kim Yong Nam. Kemudian, PM Nepal Sushil Koirala, PM Kamboja Hun Sen, PM Rwanda Anastase Murekezi, PM Malaysia Najib Razak, Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Mereka akan melakukan historical walk atau napak tilas di Bandung untuk memperingati 60 tahun KAA.