Terus Merugi, Peternak Ayam Mengadu ke Kantor Staf Presiden

Terus Merugi, Peternak Ayam Mengadu ke Kantor Staf Presiden

Terus Merugi, Peternak Ayam Mengadu ke Kantor Staf Presiden

JAKARTA – Lebih tiga tahun mengalami kerugian, perwakilan peternak rakyat dari berbagai daerah datang ke Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Senin, 27 Maret 2017.

Dalam aduannya di depan Kepala Staf Kepresidenan, terungkap beberapa hal menjadi penyebab usaha para peternak ayam terancam gulung tikar. Di antaranya, tingginya harga jagung sebagai pakan ternak. “Harga pakan yang tinggi membuat harga ayam di pasar juga tinggi dan tak bisa bersaing,” kata Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Petelur Nasional, Yudianto Yogiarso.

Faktor lain yang membuat para peternak merasa dirugikan yakni kian dominannya para integrator atau kartel para pengusaha skala besar sehingga harga daging ayam kian jatuh. “Kami merindukan penerapan Keputusan Presiden No. 22/1990 yang mengutamakan budidaya ayam broiler untuk peternakan rakyat,” tambah peternak lain, Singgih Januratmoko.

Keppres No. 22/1990 tentang Pembinaan Usaha Peternakan Ayam Ras menyatakan pada pasal 3 bahwa ‘Usaha budidaya ayam ras diutamakan bagi peternakan rakyat,perorangan, kelompok maupun koperasi’.

ayamsatuKepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menyatakan, pemerintah memperhatikan kelangsungan hidup peternak, karena daging ayam diharapkan bisa menopang kebutuhan protein nasional. “Asupan gizi dari telur dan daging ayam ini merupakan ini sumber protein yang paling mudah dan murah. Setidaknya bila dibandingkan dengan daging sapi yang butuh waktu lama untuk ‘panen’ serta membutuhkan lahan lebih luas,” kata Teten.

Teten juga menegaskan, di sisi lain pemerintah harus bisa menciptakan suasana kondusif, dan bersikap imparsial, dengan memperhatikan semua kepentingan. “Selain terkait pemenuhan gizi, aspirasi peternak ini penting untuk mendorong konsumsi masyarakat,” ungkapnya.

Teten menekankan, pada kondisi ekonomi global tak menentu, pemerintah bertumpu pada tiga hal, yakni belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, serta investasi. “Konsumsi masyarakat akan tercapai bila daya beli naik,” katanya.

Close