Categories
Berita Berita KSP Infrastruktur Konektivitas Kedeputian Kedeputian I Kewilayahan Pembangunan Luar Jawa Program Prioritas

KSP Dorong Percepatan Pembangunan PLTMG dan Bendungan Waeapo

MALUKU – Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG) 10 Megawatt (MW) dan Bendungan Waeapo, di Maluku. Dengan begitu, pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat di Pulau Buru bisa terpenuhi. “Dalam pertemuan dengan kami, para tokoh masyarakat di Kabupaten Buru dan Buru Selatan sepakat kebutuhan energi ini sangat bermanfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat di daerah itu,” ujar Deputi I KSP Bidang Infrastruktur, Energi dan Investasi Febry Calvin Tetelepta saat meninjau pembangunan PLTMG dan Bendungan Waeapo di Maluku, Kamis (25/3).

Menurut Febry, monitoring yang dilakukan terhadap PLTMG 10 MW ini harus secepatnya diselesaikan. Karena itu, kata dia, jika terjadi hambatan dalam proses pembangunan tersebut, maka pihaknya akan menguraikan hal tersebut. Jika PLTMG 10 MW ini bisa terpenuhi, maka tentunya listrik bisa menjadi sumber energi bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik lagi. “Karena itu, kami putuskan untuk tetap mendorong untuk secepatnya pembangunannya diselesaikan,” tandasnya.

Dari hasil monitoring, Febry menguraikan bahwa pembangunan terhadap PLTMG 10 MW ini akan selesai paling lambat Mei atau Juli 2021. Dengan demikian, setelah kembali ke Jakarta pihaknya mengaku akan melakukan konsolidasi lanjutan terkait pembangunan proyek tersebut. Adapun jika tidak selesai pada 2021, maka paling lambat pada Februari tahun 2022 proses pembangunan proyek ini akan diselesaikan.

“Prinsipnya, kami tetap mendorong kontraktor dan PLN agar tetap menyelesaikan proyek pembangunan ini karena anggaran sudah ada. Kalau ada masalah internal dengan kontraktor, harus diselesaikan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, percepatan proyek Bendungan Waeapo, juga penting untuk diselesaikan. Febry bilang, bendungan ini berfungsi untuk mengairi sekitar 10.000 hektare persawahan, pengendalian banjir, dan menghasilkan 8 MW listrik yang bisa menyinari masyarakat di Buru dan Buru Selatan serta untuk pariwisata. “Sekarang kan proses pembangunan nya sudah 30 persen. Kami mendorong agar progresnya naik menjadi 50 persen pada Desember 2021, sehingga pada akhir tahun 2022 sudah mencapai 100 persen dan pada 2023 sudah dapat digenangi bendungan utamanya,” jelas Febry.

Febry pun berharap tidak ada hambatan dalam pembangunan bendungan Waeapo maupun PLTMG 10 MW, sehingga proses pemanfaatannya berjalan dengan baik. Untuk itu,
Febry menyampaikan, KSP akan memfasilitasi PLN akan difasilitasi oleh untuk bertemu dengan Kementerian PUPR dalam mempersiapkan Stack Over pelaksanaan ini menjadi sumber energi bagi masyarakat di dua Kabupaten tersebut.

“Nah, kalau ini terjadi, maka tentu industri akan masuk ke dua Kabupaten ini. Terutama industri perikanan. Sehingga dapat memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat apalagi jika bandara didorong untuk membuat perpanjangan maka dinamika ekonomi akan berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Categories
Berita Berita KSP Program Prioritas

Bendungan Sindangheula Perkuat Sektor Pertanian dan Industri Banten

Presiden Joko Widodo meresmikan dan meninjau Bendungan Sindangheula yang berada di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Banten pada Kamis, 4 Maret 2021.

“Alhamdulillah, pada hari ini Bendungan Sindangheula yang dibangun tahun 2015 sudah selesai dan siap difungsikan,” ujar Presiden dalam sambutan peresmian.

Bendungan tersebut dibangun dengan anggaran mencapai Rp451 miliar dan memiliki kapasitas tampung sebesar 9,30 juta meter kubik.

Kehadiran bendungan di Kabupaten Serang tersebut dapat memberikan manfaat pengairan irigasi bagi kurang lebih 1.289 hektare sawah setempat yang tentunya, Presiden berharap, akan dapat memacu produktivitas pertanian di wilayah itu.

“Kita harapkan bendungan ini memberikan nilai tambah yang besar bagi para petani di Banten dalam menjamin ketersediaan air yang cukup sehingga semakin produktif dan bisa menjaga ketahanan pangan,” tuturnya.

Selain menopang sektor pertanian, bendungan tersebut diketahui juga mampu menyediakan kebutuhan air baku hingga 800 liter per detik. Suplai air baku tersebut menjadi sangat penting bagi industri yang memang banyak berdiri di Provinsi Banten.

Keberadaan Bendungan Sindangheula juga bermanfaat untuk pengendalian banjir dengan kemampuannya mereduksi potensi banjir hingga 50 meter kubik per detik dari meluapnya Sungai Ciujung dan Cidurian.

“Bendungan ini juga berfungsi untuk pembangkit listrik. Bisa menghasilkan 0,40 megawatt sehingga ke depan ini bisa dimanfaatkan juga oleh Provinsi Banten,” imbuh Presiden.

Presiden Joko Widodo menitipkan pesan kepada Pemerintah Provinsi Banten dan masyarakat setempat untuk dapat menjaga sekaligus memanfaatkan Bendungan Sindangheula dengan sebaik-baiknya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Banten yang memberikan sambutan kepada Presiden dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas pembangunan Bendungan Sindangheula. Menurutnya, selain memberikan manfaat bagi petani setempat, bendungan tersebut juga amat dibutuhkan bagi banyak industri di Banten yang membutuhkan air baku.

“Atas nama masyarakat Banten, kami ucapkan terima kasih dengan dibangunnya waduk atau bendungan ini. Bendungan ini akan memberikan aliran untuk kebutuhan air baku bagi Cilegon dan Serang kota maupun kabupaten. Lebih-lebih sekarang ini ada begitu banyak industri yang membutuhkan air baku,” ucapnya.

Hadir dalam acara peresmian tersebut di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Categories
Berita Berita KSP Kedeputian Kedeputian I Program Prioritas

Kampus UIII Depok Siap Terima Mahasiswa Baru Tahun Ini

DEPOK − Pemerintah menargetkan pembangunan konstruksi utama kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), rampung pada Juni atau Agustus tahun 2021. Percepatan pembangunan kampus yang berlokasi di Cimanggis, Depok ini menjadi salah satu prioritas karena telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). “Sehingga kegiatan perkuliahan UIII juga bisa mulai tahun ini,” tutur Tenaga Ahli Utama Kedeputian I Kantor Staf Presiden (KSP) Helson Siagian di Jakarta, Sabtu (23/1).

Dalam kunjungan kerja ke proyek pembangunan kampus UIII di Depok pada Jumat (22/1), Helson menyampaikan, percepatan pembangunan kampus UIII juga sejalan dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama dari Presiden Joko Widodo. Agenda prioritas bidang SDM adalah pengembangan pendidikan agama Islam yang mengedepankan semangat demokrasi, kebinekaan, moderasi beragama, dan menjadi rujukan dunia. Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia. UIII nantinya akan menjadi perguruan tinggi Islam berwawasan global sebagaimana amanat Presiden Jokowi. “Kampus ini akan menjadi center of excellence yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Pembangunan kampus UIII sendiri dibagi dalam dua tahap awal. Tahap satu meliputi gedung rektorat, fakultas, plaza, asrama putra, dan perumahan dosen yang menjadi tanggung jawab kementerian Agama, sementara tahap dua mencakup gedung perpustakaan, masjid, dan asrama putri yang menjadi tugas Kementerian PUPR.

Helson meminta Kementerian Agama dan Kementerian PUPR segera menyiapkan rencana pembangunan tahap berikutnya, yaitu tambahan gedung fakultas, balai sidang, dan pusat olahraga serta memastikan kesiapan infrastruktur penunjang lainnya agar mahasiswa dapat belajar dengan nyaman di kampus ini.

Perwakilan Kementerian Agama Syafrizal sebagai Panitia Pembangunan Kampus UIII menuturkan, pembangunan tahap satu tinggal menyisakan pekerjaan gedung rektorat dan plaza kampus dengan progres fisik saat ini mencapai 61%. Pada kesempatan yang sama, Direktur Prasarana Strategis Kementerian PUPR Iwan Suprijanto juga melaporkan perkembangan pekerjaan tahap dua, yaitu gedung perpustakaan dan masjid dengan progres sebesar 55% dan asrama putri sebesar 75%. Keduanya optimistis seluruh pekerjaan tersebut dapat tuntas tepat waktu.

Sementara itu, Rektor UIII Profesor Komaruddin Hidayat yang hadir dalam kunjungan kerja KSP menyambut dukungan yang diberikan berbagai pihak dalam pembangunan kampus UIII. “Kami sangat siap untuk memulai kegiatan akademik pada tahun ini,” kata dia.

Categories
Berita Berita KSP Kedeputian Kedeputian I Program Prioritas Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Fasilitas Penunjang Mandalika MotoGP Siap Pertengahan Tahun 2021

Mataram—Sejumlah fasilitas penunjang Untuk mendukung penyelenggaraan event internasional MotoGP tahun 2021 di Mandalika, Lombok Tengah NTB siap beroperasi pada Juli 2021. Fasilitas itu berupa perluasan terminal, pengembangan fasilitas kargo, dan perpanjangan runway di Bandara  Internasional Zainuddin Abdul Madjid.  Deputi I Bidang Infrastruktur, Energi dan Investasi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Febry C. Tetelepta menyatakan ada sejumlah infrastruktur yang tetap harus dikebut. “Semuanya harus rampung, MotoGP Mandalika harus kita sukseskan bersama,” ujar Febry di Jakarta, Kamis (10/12).

Sementara, jalan bypass dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid hingga KEK Mandalika sepanjang 17 Kilometer harus tuntas pada Agustus 2021. Pemerintah pusat, kata Febry, akan terus mengawasi secara langsung perkembangan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika hingga bisa tepat waktu. “Pada awal November kemarin kami melakukan kunjungan untuk monitoring dan evaluasi untuk memastikan proyek ini berjalan secara baik,” ujar Febry.

Dalam kunjungan tersebut realisasi pembangunan Jalan Kawasan Khusus (JKK) atau sirkuit berjalan di atas target.  Beberapa infrastruktur yang sudah terbangun di kawasan ini adalah jalan ruas barat, Masjid, Kuta Beach Park, pusat pengawasan area pantai atau Balawista, Bazaar Mandalika dan sentra parkir yang akan menjadi etalase UMKM NTB. Sedangkan untuk pembebasan lahan ditargetkan seleesai dalam waktu dekat. “KSP terus bekerja dalam memastikan penyelesaian pembebasan lahan, serta memfasilitasi dengan stakeholder terkait untuk membantu proses percepatan penyelesaian tersebut,” ujar Febry. Febry menambahkan, event MotoGP 2021 di Mandalika diharapkan bisa mendongkrak sektor pariwisata setelah COVID-19. Sebelumnya, saat peresmian Kawasan Mandalika sebagai kawasan destinasi wisata pada Oktober 2017, Presiden Joko Widodo berharap kawasan Mandalika bisa mendongkrak pertumbuhan di daerah tersebut.

Categories
Program Prioritas

Melongok Peningkatan Ketahanan Pangan dengan Padi Hibrida

Di era lahan pertanian makin terbatas, ekstensifikasi atau perluasan lahan pertanian menjadi pilihan terakhir. Mengoptimalkan produksi padi di area yang ada bisa dilakukan dengan berbagai cara. Menanam padi hibrida terbukti efektif.
Joko Purwanto berseri-seri menceritakan kondisi petani di desanya beberapa tahun terakhir. Kepala Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur itu bersemangat menceritakan kenaikan pendapatan para petani sejak menanam padi hibrida hasil pembibitan PT Biogene Plantation.
“Dengan pendapatan 1 hektar sawah sekali panen bisa mencapai Rp 50 juta, keuntungan kami meningkat hingga dua kali lipat,” kata Joko, pertengahan September lalu. Selama ini, Biogene menjual benih padi hibrida kepada para petani, kemudian membina para petani dan mendorong produksi petani dengan sistem teknologi yang dimiliki Biogene.
Setelah sukses panen varietas padi hibrida, Biogene membeli kembali gabah dari petani yang sudah dibina untuk kembali dikembangkan menjadi benih hibrida lagi. Hal itu dilakukan karena setiap benih hibrida harus tetap kembali diproses dari awal lagi, kendati benih itu berasal dari tanaman padi hibrida. Empat tahun silam, luas lahan di Ngompro yang bekerjasama melakukan sistem tanam benih hibrida dengan Biogene hanya tiga setengah hektar sawah. “Kini, kerjasama itu meluas hingga ratusan hektar,” papar papar pria 41 tahun itu.
Selain menghasilkan jumlah produksi padi lebih banyak dengan kualitas lebih baik, pengerjaan sawah dengan benih hibrida membutuhkan waktu dan perhatian lebih intens. “Jadinya, buruh tani yang saat menunggu panen hanya nganggur, kini bekerja terus tiap hari,” ungkap ungkap bapak dua anak ini. Mendapat margin keuntungan berlipat-ganda, tak heran setiap tahun ada saja warga desa yang mendaftar sebagai calon peserta ibadah haji.
Dengan kondisi lahan pertanian di Indonesia yang kian menyempit, salah satu cara efektif meningkatkan kualitas maupun kuantitas pertanian yakni dengan menggunakan padi hibrida. “Intensifikasi menjadi pilihan tepat untuk bisa menggenjot produksi padi dalam negeri. Caranya, bisa dengan menggalakkan penanaman padi hibrida hingga mencapai produksi yang optimal,” kata Nasikin, Chief Agronomist sekaligus Wakil Direktur Utama Biogene Plantation.
Tak tanggung-tanggung, benih hibrida produksi Biogene telah berhasil diujicoba di Brunei Darussalam. Tiga varietas hibrida unggulan menjalani ujicoba tanam di negara kesultanan itu: Sembada B9, Sembada 168, dan Sembada 188. Hasilnya, mengejutkan. Kalau biasanya sekali masa tanam dalam 90 hari 1 lot (9.400 meter persegi) sawah hanya menghasilkan 6 hingga 7 ton gabah kering, kini satu lot sawah bisa memproduksi gabah kering panen sebanyak 9-10 ton. Panen di Kampong Wasan Agustus lalu mendatangkan apresiasi khusus dari Menteri Sumber-Sumber Utama dan Pelancongan (Menteri Pertanian Brunei) Dato Paduka Awang Haji Ali bin Haji Apong. “Keberhasilan panen varietas padi hibrida ini membuat kami membuka peluang kepada produsen-produsen yang mampu memberi bibit padi produktivitas tinggi. Kami akan sediakan tanah seluas 500 hektar untuk tanam padi,” kata Awang Haji Ali.
brunei1
Untuk pemasyarakatan penanaman varietas Sembada, Biogene bersinergi dengan TNI AD. Saat ini, mereka membangun Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) di lokasi Eks Batalyon 503 Denanyar Kabupaten Jombang. “TNI mengapresiasi pengembangan ilmu dan teknologi sehingga muncul varietas bibit baru,” kata Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen TNI Komarudin Simanjutak. Jenderal bintang dua ini menjadi saksi langsung panen varietas Sembada di Brunei Darussalam. “Kita patut berbangga dengan kepercayaan besar dari pemerintahan Brunei, terbukti dengan memperluas area sawah yang ditanami bibit padi hibrida dari Indonesia,” papar Komarudin.
Secara umum, varietas unggul hibrida Sembada memiliki kelebihan dibandingkan padi lain yakni batangnya kokoh, daun bendera tegak, dengan umur padi genjah (105-124 hari setelah sebar). Selain itu, panjang malai mencapai 26-28 cm serta potensi hasil tinggi, mencapai 12,5-14 ton untuk tiap hektarnya. Ciri lain yakni jumlah gabah dalam tiap malainya mencapai 240-260 butir serta rendemen beras kepala tinggi yakni antara 70,4 hingga 82,8 persen.
Nasikin menguraikan, dengan nilai tambah yang diperoleh petani 1,5 ton beras dan jika ada kebijakan pemerintah untuk menanam sepuluh persen dari total lahan sawah yang ada di Indonesia dengan padi hibrida, maka secara agregat diperoleh tambahan stok beras secara nasional sebesar 1,5 juta ton senilai Rp. 15,495 triliun. “Kalau kebijakan tanam padi hibrida ini diterapkan di sepersuluh saja dari total 10 juta hektar luas lahan tanam di Indonesia, kita pasti bisa berswasembada pangan dan tidak perlu impor beras dari negara lain,” ungkapnya.
“Dengan teknologi varietas padi hibrida yang terus kami kembangkan, kami siap mendukung program ketahanan pangan pemerintah,” kata Nasikin. Ia berharap, Presiden Joko Widodo menaruh perhatian khusus pada upaya peningkatan produksi padi yang dikembangkan Biogene. “Besar harapan kami, Presiden Jokowi berkenan berkunjung ke pabrik PT Biogene Plantation di Driyorejo, Gresik, atau menemui para petani hibrida yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya.
mentan-2