Categories
Berita Berita KSP COVID-19 Gugus Tugas Kedeputian Kedeputian IV

KSP Salurkan 1000 Paket Bantuan untuk Insan Film dan Televisi

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak yang sangat besar pada masyarakat, termasuk terhadap para karyawan film dan televisi di Indonesia. Sebagai ungkapan rasa simpati terhadap insan perfilman dan televisi ini, Kantor Staf Presiden menyalurkan bantuan sosial sejumlah 1000 paket.

Penyerahan bantuan sosial tersebut secara simbolis dilakukan oleh Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko kepada Ketua Persatuan Karyawan Film dan Televisi (KFT), Gunawan Paggar di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta (15/9).

Pada kesempatan tersebut, Gunawan mengucapkan terima kasih kepada KSP yang mewakili pihak-pihak pemberi bantuan, baik dari kalangan perusahaan ataupun  individu. Paket bantuan tersebut sudah diserahkan kepada 7000 karyawan film dan televise pada Minggu (14/9) kemarin di kawasan Kuningan, Jakarta. Adapun bantuan sosial tersebut berupa paket sembako dan kebutuhan pokok lainnya.

Sementara itu, Koordinator Tim Relawan Gugus Tugas Covid-19, Andre Rahadian mengatakan, sejak penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pada Mei lalu, pihaknya sudah banyak menyalurkan bantuan sosial untuk masyarakat terdampak Covid-19. Untuk kali ini, tim relawan bersama KSP membantu menyalurkan bantuan kepada para karyawan film dan televisi.

Menurut Andre, para pekerja film dan televisi tersebut sangat terdampak pandemi karena terhambat untuk melakukan proses syuting. Selain itu, proses produksi film dan televisi berkurang karena larangan untuk berkumpul. Karena itu, banyak karyawan film dan televisi yang pendapatannya harus berkurang bahkan mengalami PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

“Untuk itu kami menyalurkan bantuan sosial dengan difasilitasi oleh KSP. Kami menyampaikan 1000 paket bansos untuk mereka,” paparnya.

Hingga saat ini, Tim Relawan Gugus Tugas Covid-19 sudah menyerahkan bantuan sosial sebanyak 80 ribu paket pada masyarakat yang berdomisili di Jabodetabek dan wilayah lainnya. “Kami menyampaikan donasi dari berbagai pihak termasuk perusahaan. Adapun bantuan tersebut berupa masker, sembako dan kebutuhan pokok lainnya.”

Categories
Berita Berita KSP Kedeputian Kedeputian V

Moeldoko Pastikan Kasus Penyerangan Syekh Ali Jaber Diusut Tuntas

Jakarta-Kepala Staf Keperesidenan Moeldoko menjenguk ulama Syekh Ali Jaber di kediamannya yang berada di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur pada hari Selasa (15/9). Moeldoko yang didampingi Deputi V KSP Jaleswari Jaleswari Pramodhawardhani menyampaikan rasa simpati, atas peristiwa penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung, beberapa hari lalu.

“Menjenguk kerabat yang sakit adalah salah satu anjuran Rasulullah sebagai amal mulia,” ujar Moeldoko

Kastaf Moeldoko menegaskan aparat keamanan saat ini sedang bekerja keras untuk mengungkap dan menuntaskan kasus ini secara transparan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

“Pemerintah mengecam keras aksi penusukan dan tindak kekerasan terhadap ulama. Pemerintah meminta polisi mengusut tuntas kasus ini. Ini bukan kriminalisasi ulama. Syekh Ali Jaber adalah korban,” ucap Moeldoko

Kunjungan Kastaf ini merupakan wujud ukhuwah wathaniyah. Kepedulian dan keprihatinan kepada sesama ini harus menjadi teladan bagi semua, terlebih lagi di era krisis ini.

Dalam pertemuan itu, Syekh Ali Jaber berterima kasih atas kunjungan Moeldoko. Ia menjelaskan saat ini kondisinya telah membaik.

“Saya percaya kepolisian akan mengusut tuntas masalah ini. Tolong jangan kaitkan insiden ini dengan unsur-unsur politik,” tegas Syekh Ali.

Syekh Ali Jaber berpesan kepada umat Islam agar tidak mudah terpancing dan diadu domba. Ia meminta agar masyarakat memberikan kepercayaan kepada pemerintah.

“Jangan ada umat Islam yang mau diadu domba karena kejadian ini,” kata Syekh Ali

Pada kesempatan tersebut Syekh Ali juga menitipkan pesan untuk Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana agar selaku diberikan kesehatan sehingga dapat terus memimpin Indonesia melewati pandemi ini.

Syekh Ali Jaber mengalami penyerangan saat mengisi sebuah acara di Bandar Lampung, Lampung, Minggu (13/9) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Pelakunya adalah seorang pria berusia 26 tahun. Ali Jaber mendapat luka di lengannya karena serangan senjata tajam tersebut. Penusukan terjadi ketika Ali tengah mengisi acara ceramah di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

Categories
Berita Berita KSP COVID-19 Gugus Tugas Kedeputian Kedeputian IV

Kunjungan Moeldoko ke Seniman Ludruk, Kartolo

“Mangan Telo Sak Godonge,
Weruh Cak Kartolo, Duh Gantenge”

Parikan (pantun jawa) itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko ketika bertemu seniman Ludruk, Cak Kartolo. Moeldoko mampir rumah Kartolo saat kunjungan kerja di Jawa Timur, Kamis (3/9).

Kunjungan Moeldoko ke Jawa Timur ini membawa misi penting melakukan komunikasi isu-isu strategis dan monitoring evaluasi penanganan COVID-19. Kantor Staf Presiden (KSP) ingin mendapat masukan Cak Kartolo, tentang kondisi masyarakat saat menghadapi pandemi COVID-19. KSP juga mengajak para seniman tradisional menyampaikan pentingnya memakai masker untuk mengantipasi penyebaran virus Corona.

Moeldoko kemudian mengajak Kartolo menggunakan kaos bertuliskan : “Maskeran Rek..! Angel temen tuturanmu.” (Ayo pakai masker. Susah betul menasehatimu).

Kalimat yang sudah ikonik dan populer di media sosial ini menjadi bagian dari kearifan lokal juga. “Biar gampang menyentuh masyarakat,” kata Dr. Moeldoko saat pertemuan dengan sejumlah pimpinan media di Jawa Timur.

Moeldoko mengenakan kaos bertuliskan pesan khas Kartolo tersebut sebagai upaya sosialisasi penggunaan masker di Jawa Timur. Sedangkan Cak Kartolo menjelaskan kata-kata tersebut biasanya digunakan untuk menasihati anak. “Iku kata-katane Cak Basman, nuturi anake sing cengkal ,” (kalimat pak Basman yang sulit ngasih tau anaknya ) ujar Cak Kartolo yang dikenal sebagai legenda ludruk dan komedian.

Di samping sosialisasi pakai masker, agenda penting Kepala KSP Dr Moeldoko ingin mendengar masukan tentang kondisi penanganan Covid-19 dari perspektif pimpinan media. “Sekaligus saya juga ingin mendengar langsung bagaimana kondisi media-media di Jawa Timur,” katanya.

Ketua PWI Jawa Timur, Ainurrohim menyampaikan, pemerintah perlu melakukan pemberdayaan masyarakat di tingkat RT RW. Aspek sosial dan ekonomi di tingkat bawah yang palinh tahu juga ketua maupun pengurus RT RW. “Jadi selayaknya, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada mereka untuk pencegahan dan penanganan Covid secara dini,” pendapat Ketua PWI Jatim.

Di sisi bisnis media, beberapa pimpinan media massa yang hadir menyampaikan hampir semua media besar hingga kecil mengalami persoalan berat. Mulai turunnya oplah, kenaikan distribusi, hingga omzet iklan yang turun hingga 50-70 persen lebih.
Kepala KSP Dr Moeldoko mengamini, bila saat ini dibutuhkan pemberdayaan dan partisipasi publik yang kuat untuk menghadapi pandemi. “Perlu upaya gotong royong dan patisipasi penuh komunitas masyarakat. Pemerintah baik pusat maupun daerah tidak akan sanggup bila sendirian,” terang Moeldoko.

Tak hanya komunitas media, pada kesempatan tersebut Moeldoko juga mendengarkan langsung curhat Bu Rudi pelaku UMKM. Bu Rudi mengapresiasi bantuan pemerintah bagi UMKM yang terkena imbas pandemi ini. “Banyak pedagang kecil yang mungkin lebih kecil dari UMKM sangat tertolong dengan adanya bantuan presiden sehingga tetap bisa survive dan berdagang,” ungkap Bu Rudi.

Bu Rudi berharap agar aturan-aturan yang ada tak menyulitkan pelaku usaha mikro. Apalagi saat pandemi seperti saat ini. “Banyak pengusaha rumahan yang menitipkan dagangannya ke saya berharap agar PIRT dipermudah. Sebab aturan tersebut menjadi kendala,” ungkap Bu Rudi.

Moeldoko mengatakan akan mendengar setiap masukan yang ada serta mencarikan solusi terbaik. Sebab pemerintah ingin menjaga keberlangsungan UMKM untuk membangkitkan ekonomi nasional.

Categories
Berita Berita KSP Ekonomi Kedeputian Kedeputian III

Tingkatkan Konsumsi untuk Hindari Resesi

Jakarta-Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga tahun ini masih mengalami kontraksi antara nol hingga minus dua persen. Angka ini sebagai kelanjutan rapor pada kuartal sebelumnya yang hanya -5,32 persen. Jika hingga akhir September hasil minus itu benar terjadi, maka dua kuartal secara berturut pertumbuhan ekonomi Indonesia minus. Para ekonom menyebutnya sebagai resesi.

Sepintas, definisi itu memberi kesan mengkhawatirkan. Namun kalaupun itu terjadi, bukan berarti sebuah kiamat. Rapor merah yang terjadi di Inonesia minusnya relatif kecil jika dibandingkan jiran Indonesia. Singapura misalnya, pada kuartal dua kemarin mendapat minus 42,9 persen. Tak terkecuali Malaysia yang mendapat angka minus 17,1 persen. Bahkan Amerika Serikat harus menerima pil pahit dengan kontraksi mencapai minus 32,9 persen.

“Tanpa bermaksud meremehkan resesi, saya melihat adanya perbaikan pada pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga jauh lebih penting,” kata Tenaga Ahli Utama Kedeputian Bidang Ekonomi Kantor Staf Presiden, Edy Priyono di Jakarta, Selasa (25/8). Daripada langsung menyebut resesi, menurut Edy, jika capaian kuartal ketiga ini lebih baik dibandingkan durasi sebelumnya, maka kita berhasil menunjukkan upaya perbaikan. Dan kondisi itu akan sangat menentukan langkah Indonesia ke depan menuju pemulihan ekonomi.

Sejalan dengan hal itu, Kantor Staf Presiden sejak dua bulan lalu terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang besarnya Rp 695 triliun. Bahkan, Edy menambahkan, Kepala Staf Kepresidenan, Dr. Moeldoko telah mengintruksikan pembentukan tim kecil untuk memantau secara detil pelaksanaan program PEN. “Tugas utama KSP melakukan debottlenecking, bekerjasama dengan Kementerian dan Lembaga menemukan solusi seperti mendorong percepatan penyusunan DIPA. Sehingga program PEN dapat segera direalisasikan,” ungkap Edy.

Selain itu juga pemerintah saat ini focus mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi agar Indonesia tidak mengalami kontraksi ekonomi terlalu dalam. Edy menjelaskan, perkembangan konsumsi dalam negeri sangat ditentukan oleh konsumsi rumah tangga kelompok menengah ke atas.

Memang, peningkatan konsumsi pada kalangan ini sangat bergatung pada kondisi penyebaran COVID-19 di Indonesia. “Daya beli praktis tidak menjadi masalah bagi mereka. Jika mereka yakin kondisi aman, konsumsi mereka akan naik secara berarti.” Kata Edy.

Sedangkan untuk meningkatkan konsumsi pada masyarakat kelas menengah, pemerintah telah menggelontorkan sejumlah program bantuan tunai langsung . “Untuk kelas menengah ke bawah, masalahnya mau belanja, tetapi uangnya sedikit. Bantuan tunai pemerintah diharapkan mereka pakai untuk belanja,” ungkap Edy.

Pandemi yang sedang terjadi saat ini menumbuhkan kesadaran pentingnya membangun pusat ekonomi secara merata diseluruh Indonesia. Sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya berpusat di Jawa saja. Hal ini sejalan dengan upaya yang dilakukan pemerintah selama ini dengan membuka konektivitas dengan membangun infrastruktur di berbagai daerah. “Pembangunan infrastruktur akan memunculkan pusat-pusat ekonomi baru. Jadi apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah tepat,” kata Edy menegaskan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan pemerintah berusaha all out untuk fokus pada indikator konsumsi dan investasi untuk menghindari ancaman resesi ekonomi. Menkeu menjelaskan, penanganan pandemi dan eksekusi program PEN yang efektif, serta stabilitas tingkat inflasi diharapkan mampu mengembalikan aktivitas belanja dan mobilitas secara normal.

Sri Mulyani mengatakan, beberapa indikator mobilitas masyarat memang sudah menunjukkan adanya tren pemulihan, tapi belum pada level yang netral. Tempat belanja kebutuhan sehari-hari jauh lebih cepat pemulihannya. Bahkan indeks keyakinan konsumen masih terdapat optimisme seiring tren perbaikan.

Indeks keyakinan konsumen di bulan Juli, mengindikasikan optimisme konsumen membaik, disebabkan menguatnya ekspektasi konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi saat ini, yakni terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama.

Sri juga menegaskan, ekspor diperkirakan lebih baik, seiring pemulihan kinerja ekonomi global. Ekspor didorong melalui perluasan negara tujuan potensial ekspor serta pengembangan pariwisata. Sementara itu, impor diarahan pada pemenuhan kebutuhan domestik sesuai dengan prioritas nasional, terutama untuk bahan baku dan barang modal.

Categories
Berita Berita KSP Video

Peran KSP Kawal Pesan “Bangkit Untuk Indonesia Maju”

Debottlenecking episode spesial HUT RI ke 75 tahun ini, membahas tentang peran Kantor Staf Presiden mengawal pesan dan menyampaikan narasi tunggal “Bangkit Untuk Indonesia Maju” kepada Kementerian / Lembaga. Kantor Staf Presiden juga melakukan diseminasi pesan Presiden ke masyarakat melalui Humas tiap Kementerian / Lembaga.