Categories
Berita Kedeputian Kedeputian II

Sinergi Antarpihak Tangani Pengungsi Gunung Sinabung

Sebanyak 284 kepala keluarga (KK) warga pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, Sumatera Utara mendapatkan bantuan rumah dari pemerintah. Sejumlah 108 unit rumah berada di Siosar dan 176 KK di Ndokum Siroga. Di dalam perumahan tersebut, tersedia pula fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti gereja, masjid, jambur atau aula bersama, sarana air bersih dan sanitasi komunal. “Saya mengapresiasi atas penanganan terhadap warga pengungsi, terutama pada pandemi Covid-19 ini dimana perlu menerapkan protokol kesehatan,” papar Deputi II Kantor Staf Presiden Abetnego Tarigan, Rabu (29/7).

Selain Deputi II KSP Abetnego Tarigan, hadir pada acara tersebut Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Karo Cory Sebayang, Kepala BPBD Sumut Yadil A lubis, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik BNPB Ali Bernadus, Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK Nelwan Harahap, Dandim 0205 Tanah Karo Letkol Inf. Taufik Rizal serta Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo. Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Bupati Karo di Kabanjahe, Sumatera Utara .

Abetnego juga mengingatkan, pola penanganan bencana menjadi bahan evaluasi serta memperjelas pembagian tugas fungsi dan wewenang di pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan pusat. “Sinergi antarinstansi di berbagai level menjadi penting dalam penanganan bencana,” ujarnya.

Gunung sinabung mengeluarkan lava dan semburan awan panas pada 2010. Sinabung kembali aktif paska terlelap selama 200 tahun. Beberapa kali, gunung tersebut sempat menyemburan awan panas dan abu vulkanik sejak 2010 hingga sekarang. Jumlah pengungsi mencapai 3.073 KK dan tervalidasi mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Saat ini, proses penyelesaian hunian tetap tahap 3 masih dilakukan di tempat relokasi Siosar. Pembangunan diutamakan pada jalanan umum, saluran air bersih dan listrik. Perumahan ini ditargetkan akan siap dihuni oleh penyintas pada Desember 2020.

Sementara itu, Kepala BPDP Provinsi Sumatera Yadil Lubis menyampaikan perlunya exit strategy dalam penyelesaian tahap 3, dimana pemberdayaan masyarakat di Siosar perlu menjadi perhatian. “Dana desa dapat digunakan untuk pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat dengan pendampingan yang baik hasil pun dapat optimal,” paparnya.

Abetnego juga mengingatkan, kawasan relokasi Siosar dapat menjadi pola baru dalam pengembangan wilayah. Misalnya, area pemilahan sampah dan menjadi kawasan wisata dimana perlu memerhatikan aspek lingkungan yang berkelanjutan.

Categories
Berita Berita KSP Gugus Tugas Kedeputian Kedeputian II Manajemen Talenta Nasional

Jawaban Moeldoko Saat Ditanya Soal Kenakalan Masa Kecilnya

 Peringati Hari Anak Nasional, Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko menerima kunjungan anak-anak berprestasi internasional
Peringati Hari Anak Nasional, Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko menerima kunjungan anak-anak berprestasi internasional

Jakarta— Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko mengundang lima anak berprestasi tingkat internasional di bidang matematika, sains dan kebudayaan saat memperingati Hari Anak Nasional 23 Juli 2020.  Kelima anak tersebut adalah Raisha Putri Aulia, Muhammad Ilham Alfarisi, Michelle Aurelia Yudianto, Muhammad Arya Bimasena, dan Nisrina Fathiyya Nugraha.Mereka berbincang santai di salah satu ruangan yang berada di Gedung Bina Graha, Jakarta.

Peraih penghargaan medali perunggu pada olimipade matematika dan sains 2018, Muhammad Arya Bimasena tanpa ragu membuka perbincangan dan mengaku mengagumi Moeldoko saat membaca riwayat hidupnya. “Saya ngefans sama bapak sejak beberapa jam yang lalu karena bapak memiliki prestasi yang banyak,” ujar Arya.

Sesaat setelah itu, Moeldoko sempat terkejut saat Ilham Alfarisi bertanya ketika anak-anak apakah pernah nakal atau tidak. “Seperti kebanyakan anak-anak pasti pernah nakal. Saat taruna saya sering sekali iseng dengan teman-teman sekelas bahkan pengajar hingga hafal nama saya,” ujar Moeldoko sambil tertawa.

Moeldoko melanjutkan bercerita mengenang masa kecilnya yang penuh dengan kesulitan. Kampungnya sering dilanda banjir dan harus mengungsi ke kantor desa untuk belajar. Dia mengaku saat itu rasanya sulit berpikir dan bercita-cita menjadi Panglima TNI.

Tetapi rintangan yang ada menurut Moeldoko bukan halangan melainkan penyemangat untuk meraih cita-cita. “Kalian anak Indonesia bisa jadi apapun. Kamu bisa mimpi jadi menteri bahkan presiden. Cita-cita tidak datang begitu saja, cita-cita harus diperjuangkan,” ungkap Moeldoko

Ia menantang anak-anak Indonesia harus berani merancang masa depannya sejak dini. Sebab untuk menjadi sukses tidak bisa hanya dengan berpikir biasa saja karena nanti hasilnya juga hanya akan biasa saja. “Saat perwira pertama saya ambil kertas saya buat garis untuk menentukan target-target dalam hidup saya. Itu menjadi motivasi saya. Sekarang saya tantang kalian apakah berani mendesain masa depan kalian,” ucap Moeldoko.

Moeldoko juga mengajak anak-anak berprestasi tersebut untuk mengunjungi ruang kerjanya dan menceritakan sejarah ruangan tersebut. “Ini tempat saya bekerja sehari-hari. Ruangan ini tadinya adalah ruang kerja Presiden Soeharto,” ungkapnya.
Satu persatu anak-anak mencoba kursi kerja yang biasa dipakai Kepala Staf Kepresidenan dalam bekerja. Begitu pula dengan Raisha Putri langsung mengambil ponselnya untuk ngevlog saat berada di ruang kerja Kastaf. “Hai guys saat ini saya sedang berada di ruang kerja Pak Moeldoko. Ruangan ini juga pernah menjadi ruang kerja Presiden ke-2 RI lho,” ucapnya.

Tampak raut wajah gembira saat anak-anak tersebut berada dibalik meja kerja Moeldoko. Bahkan anak-anak tersebut meminta foto satu-persatu dengan Moeldoko sebelum mengakhiri pertemuan.

Categories
Berita Berita KSP Kedeputian Kedeputian II

Kolaborasi Internasional Percepat Penemuan Vaksin COVID-19

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko bertemu Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, Ali Ghufron Mukti bahas pengembangan vaksin COVID-19
Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko bertemu Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, Ali Ghufron Mukti bahas pengembangan vaksin COVID-19

Jakarta- Seluruh dunia saat ini masih berusaha menghasilkan vaksin COVID-19. Begitu pula dengan Indonesia yang sedang mengembangkan penelitian agar dapat  memproduksi vaksin sendiri mengingat populasi penduduk yang besar. Upaya pengembangan produksi vaksin lokal bertujuan untuk menemukan jenis vaksin tertentu yang cocok untuk jenis virus corona di Indonesia, yang kemungkinan memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan jenis virus di negara lain.

“Kita harus segera temukan vaksin untuk mengakhiri pandemi ini. Lakukan kolaborasi antar negara dan lembaga internasional sangat penting sebagai upaya menemukan vaksin ini dalam waktu singkat,” tegas Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko saat bertemu dengan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 di Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (15/7).

Pengembangan vaksin ini sejalan dengan instruksi Presiden dalam upaya percepatan penanganan COVID-19 untuk mendukung kesehatan Indonesia. Selain itu pengembangan vaksin ini merupakan upaya membangun kemandirian nasional pada sektor kesehatan. “Pengembangan vaksin COVID-19 juga soal kedaulatan kesehatan dan kebanggaan nasional,” ungkap Moeldoko

Sejak awal pandemi Kantor Staf Presiden telah mengkoordinasikan berbagai pihak mulai dari kementerian dan lembaga pemerintah, Gugus Tugas, rumah sakit, perguruan tinggi, serta industri sebagai respons penanggulangan virus corona yang penularannya sangat cepat. “Sejak awal kami membentuk Pusat Informasi Terpadu (PINTER) COVID-19 sebagai media komunikasi resmi penanganan corona. Selain itu juga melakukan penyaluran APD, alkes dan masker langsung ke berbagai rumah sakit dan masyarakat,” kata Moeldoko.

Sementara itu Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, Ali Ghufron Mukti menjelaskan pengembangkan vaksin COVID-19 di Indonesia, pemerintah melakukan dua bentuk kolaborasi yaitu kolaborasi dalam negeri dan kolaborasi internasional. ” Harus dipastikan bahwa kolaborasi internasional dalam pengembangan vaksin akan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Indonesia,” ucap Ali Ghufron Mukti.

Menurut Ali, LBM Eijkman saat ini sedang mengembangkan vaksin melalui metode sub-unit protein rekombinan menggunakan strain corona virus yang berasal dari Indonesia. Metode ini dipilih karena Indonesia memiliki teknologi dan pengalaman, serta terbiasa mengembangkan metode pengembangan vaksin dengan metode tersebut.

Sedangkan kerjasama internasional yang dilakukan Indonesia diantaranya PT Kalbe Farma dengan Genexine, PT BCHT dengan China National Biotech Group Company Limited, PT Biofarma dengan Sinovac, dan PT Biofarma dengan CEPI.

Hingga saat ini, Indonesia telah menyerahkan 16 Whole Genome Sequence (WGS) ke Global Science Initiative and Primary Source for Genomic (GISAID), yang terdiri dari 10 WGS merupakan hasil penelitian dari LBM Eijkman dan 6 WGS dari Universitas Airlangga.

Categories
Berita Berita KSP Kedeputian II

Pemerintah Pastikan Pemenuhan Hak Anak Saat Pandemi COVID

Abetnego Tarigan Deputi II Kepala Staf Kepresidenan
Abetnego Tarigan Deputi II Kepala Staf Kepresidenan

Jakarta- Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada orang dewasa melainkan juga anak-anak. Merebaknya virus ini menimbulkan dampak signifikan pada melemahnya perekonomian keluarga. Akibatnya anak-anak juga turut merasakan berbagai efek negatif dari situasi saat ini seperti tak terpenuhinya asupan gizi yang merupakan hak dasar.

Terkait hal tersebut pemerintah akan memastikan setiap anak Indonesia terpenuhi kebutuhan dan haknya. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dengan menyalurkan paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak secara langsung.

“Dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini, negara akan memastikan anak-anak harus terpenuhi haknya. Sebab Anak-anak adalah salah satu kelompok paling rentan terdampak wabah virus corona.” ujar Abetnego Tarigan, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan saat menghadiri Pemberian Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Anak dalam Rangka Hari Anak Nasional Tahun 2020 di Cibubur, Jakarta, Sabtu (11/7).

Pemenuhan gizi anak ini sangat penting demi mencapai pertumbuhan fisik, apalagi Indonesia sedang gencar melakanakan program pencegahan stunting. Abetnego mengatakan isu kesehatan anak khususnya stunting menjadi prioritas kerja Kantor Staf Presiden (KSP). “Bantuan ini sangat penting karena pencegahan stunting merupakan investasi pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang,” ungkap Abetnego

Selain itu, tema Hari Anak Nasional “Melindungi Anak Indonesia Maju” menjadi momentum bersama untuk memberikan perhatian dan perlindungan terhadap anak Indonesia.Oleh karena itu KSP akan memastikan setiap program dan kegiatan strategis lintas K/L menyasar pada perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak.

Sementara itu ditempat yang sama Menteri PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Bintang Puspayoga menjelaskan perlindungan terhadap anak merupakan tanggungjawab bersama. Kondisi khusus  saat ini, tentunya diperlukan upaya pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak agar tetap dapat bertahan dan berdaya untuk dapat melalui pandemi ini.

“Dengan adanya COVID-19, risiko tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan ini pun menjadi lebih tinggi,” ucap Bintang.

Selain gizi, anak juga memiliki kebutuhan akan pendidikan dan pengasuhan yang baik dan bebas dari diskriminasi, kekerasan, eksploitasi dan perlakuan salah lainnya. Penyaluran paket pemenuhan kebutuhan spesifik bagi Anak ini merupakan upaya negara agar anak Indonesia tetap dapat melalui pandemi ini dengan sehat.

Penyaluran paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak secara langsung ini juga dimanfaatkan untuk melihat kondisi masyarakat selama masa pandemi, khususnya kondisi kesehatan serta kondisi sosial dan ketahanan ekonominya. Selain itu, kesempatan ini juga untuk memastikan pemenuhan hak anak untuk tetap sekolah tetap terpenuhi.

Pemberian paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak di lokasi TPS Bantar Gebang pada hari ini akan diberikan 1000 anak dari berbagai kelompok umur. Selain itu lebih dari 900 paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak dibagikan untuk wilayah Depok dan Cibubur. Selain bantuan paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak pemerintah sudah memberikan bantuan melalui berbagai program seperti bantuan langsung tunai, dana desa, program keluarga harapan dan lainnya untuk masyarakat terdampak COVID-19.

Categories
Berita Berita KSP COVID-19 Gugus Tugas Kedeputian II

Gotong-Royong Perkuat Indonesia Lawan COVID-19

Plt. Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP), Abetnego Tarigan
Plt. Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP), Abetnego Tarigan

Masyarakat perlu terus membangun budaya gotong- royong dalam menghadapi wabah virus corona atau Covid-19. Hal Ini penting dilakukan agar pandemi global ini dapat segera ditangani. Salah satu bentuk nyata gotong-royong tersebut adalah bersama-sama menyediakan atau mendonasikan alat kesehatan yang dibutuhkan para tenaga medis di berbagai rumah sakit rujukan pasien corona.

”Melihat perkembangan dan dinamika saat ini dalam menghadapi covid-19, dukungan dari masyarakat terus mengalir. Ini merupakan suatu kekuatan di Indonesia bahwa gerakan dari masyarakat sangat cepat. kami berharap donasi alat kesehatan ini dapat bermanfaat sehingga para pasien kembali sehat,” papar Plt. Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP), Abetnego Tarigan saat menyalurkan alat kesehatan ke RSUD Tarakan, Jakarta, Senin (13/4).

Abetnego mengatakan,  KSP mewakili pemerintah mendapatkan banyak bantuan  donasi dari masyarakat dan pihak perusahaan swasta. Berbagai alat kesehatan ini untuk menambah pasokan alat kesehatan yang masih kurang di beberapa rumah sakit atau puskesmas yang menngani pasien corona.

Adapun sumbangan alat kesehatan yang diberikan kepada RS Tarakan berupa USG sebanyak 3 unit, Infusion pump sejumlah 10 unit, syringe pump 10 unit, dan kaca mata pelindung sebanyak 100 buah. Pada hari ini KSP juga menyalurkan 300 ribu sarung tangan medis kepada 42 Puskesmas di wilayah DKI Jakarta.Sementara itu  BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Jakarta mendapatkan bantuan berupa  400 ribu sarung tangan medis.

Abetnego juga menjelaskan bahwa KSP sedang melakukan pemetaan mengenai rumah sakit yang membutuhkan alat kesehatan tambahan untuk menangani pasien corona. Selain itu, KSP juga berupaya untuk selalu memastikan standarisasi alat kesehatan yang akan disumbangkan untuk mengantisipasi risiko bahaya yang mungkin bisa terjadi.

“Kepala Staf Kepresidenan Pak moeldoko memberi perhatian khusus terhadap kebutuhan alat kesehatan ini. Maka kami diminta untuk memetakan kekurangan alat kesehatan dan rumah sakit mana saja yang masih membutuhkan tambahan alat kesehatan.  Kami juga berkonsentrasi penuh agar jangan sampai alat kesehatan ini tidak sesuai standar karena bisa membayakan pasien.”

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RSUD  Tarakan, Dian Ekowati  mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan. “Kami sangat berbesar hati, saat ini ada 65 orang yang masih dirawat. Kami membutuhkan alat kesehatan yang sesuai standar sehingga tenaga medis tidak khawatir dalam menangani pasien.”

Selain itu, ujar Dian, ada beberapa ruangan rumah sakit yang perlu dimaksimalkan agar sesuai dengan standar kebutuhan pasien corona. Di sisi lain, kendala yang dihadapi adalah kurangnya personil tenaga medis yang membantu menangani pasien, sehingga harus bekerja secara bergantian. Karena itu, diharapkan ada mobilisasi relawan yang dapat membantu para tenaga medis di rumah sakit.