Usulan Satu Zona Waktu untuk Integrasi Wilayah dan Efisiensi

Usulan Satu Zona Waktu untuk Integrasi Wilayah dan Efisiensi

Usulan Satu Zona Waktu untuk Integrasi Wilayah dan Efisiensi

Indonesia Marketing Association (IMA) mengusulkan kepada pemerintah, agar Indonesia memberlakukan satu zona waktu. Di mana Waktu Indonesia Tengah (WITA) akan menjadi basis acuan untuk seluruh wilayah.

Konsekwensinya, Waktu Indonesia Barat akan maju satu jam lebih cepat. Sementara Waktu Indonesia Timur akan mundur satu jam lebih lambat. Sedangkan WITA tetap seperti sedia kala.

Usulan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Honorary Founding Chairman Hermawan Kartajaya IMA beserta rombongan dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Bina Graha, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

whatsapp-image-2018-10-11-at-16-01-36

Menurut IMA, pengintegrasian wilayah Indonesia dalam satu zona waktu tersebut akan meningkatkan efisiensi dalam berbagai bidang. Misalnya dalam hal transportasi dalam wujud pemakaian utilitas yang lebih baik.

Selain itu mengurangi “waktu tunggu” lantaran adanya beda waktu antara 3 zona waktu yang selama in berlaku. “Katakanlah kantor cabang di WIT sudah buka, sementara di WITA dan WIB belum. Akibatnya kantor cabang di WIT yang mau menghubungkan kantor pusat di WIB misalnya harus menunggu. Ini tentu menghambat,” ucap Imam Prasodjo.

Pun dalam perdagangan saham misalnya. Ketika perdagangan saham di Singapura sudah memulai sesi perdagangan, Jakarta di Bursa Efek Indonesia baru memulai sejam kemudian. Ini tentu mengurangi peluang memperoleh pendapatan.

Oleh karena itu, jika satu zona waktu terwujud maka secara sosial akan mengurangi kesenjangan dan akan meningkatkan interaksi sosial selama empat jam.

whatsapp-image-2018-10-11-at-16-01-38

Kepala Staf menyambut baik usulan tersebut, namun meminta agar dilakukan uji publik yang lebih menyeluruh. Agar nantinya, bila benar-benar diterapkan bisa diterima oleh seluruh pihak. “Tentu dulu ada alasan yang kuat mengapa ada 3 zona waktu. Pasti ada argumennya, itu yang harus kita cari,” ungkap Moeldoko.

Dalam pertemuan yang santai tersebut IMA juga menyampaikan bakal menyelenggarakan acara dengan mengambil momentum 90 tahun Sumpah Pemuda di Bandung pada 28 Oktober mendatang.

Close