Upaya Negara Mengatur Platform Jual-Beli Online

Upaya Negara Mengatur Platform Jual-Beli Online

Upaya Negara Mengatur Platform Jual-Beli Online

JAKARTA- Mengatur platform jual-beli online agar negara bisa mendapatkan pajak, melindungi pengusaha nasional dan UMKM, sementara konsumen menikmati harga kompetitif menjadi bahan diskusi antara Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dengan William Tanuwijaya pendiri Tokopedia di Bina Graha, Jakarta, Rabu (6/8/2019).

Apalagi seperti dikatakan William, maraknya platform jual beli cross border, di mana pembeli bisa mendapatkan barang langsung dari penjual di luar negeri, menjadikan negara nyaris tak bisa memungut pajak. Lantaran barang langsung dikirim dari luar ke konsumen.

Fenomena ini dalam jangka panjang akan memukul produksi dalam negeri. Di sisi lain akan menutup pendapatan pemerintah dari pajak yang seharusnya bisa diambil. “Model bisnis ini juga menjadikan rantai bisnisnya ada di luar Indonesia,” ungkap William sana.

Kastaf berharap, berbagai persoalan di atas dipikirkan, agar pendapatan negara tidak hilang oleh adanya transaksi jual beli online tersebut. “Jika itu terjadi, kita bisa repot, pajak yang seharusnya bisa dipungut seperti dirampas,” ungkapnya.
Di titik ini, menurut Moeldoko, negara harus mengambil sikap, di mana model bisnis platform jual beli online tersebut mesti menyesuaikan dengan arahan negara. “Intinya kita bukan menghentikan, tapi mengatur. Tahapan pertama harus diikat, nggak bisa sebebas-bebasnya. Pajak pendapatan harus ditata,” tegasnya.

whatsapp-image-2019-08-06-at-18-18-16-1

Denni Purbasari Deputi III KSP yang ikut mendampingi dalam pertemuan itu mengatakan, pengaturan terhadap barang impor yang diperjualbelikan di platform ini perlu dilihat lebih dalam. “Impor bahan baku dan bahan penolong cukup dipermudah, karena itu akan meningkatkan efisiensi atas produk akhir yang kita hasilkan di sini,” jelasnya.

Sementara dalam papaparnnya, William yang asal Pematangsiantar, Sumatera Utara tersebut menyampaikan, masyarakat dari Aceh hingga Papua sudah punya akses ke Tokopedia dengan harga transparan. “Setiap bulannya ada 97 persen kecamatan di Indonesia yang punya akses ke Tokopedia. Dengan nilai nominal transaksipun sudah di atas 1 miliar dollar per bulan dengan 90 juta orang pengguna,” ungkapnya.

Di rentang usianya sepuluh tahun pada 17 Agustus nanti, perusahaan teknologi yang membantu orang menjadi e-commerce ini, menilai jiwa wirausahawan Indonesia sangatlah tinggi. Dan lewat platform teknologi, semua orang punya kesempatan yang sama meraih kesuksesan.

Close