Titik Panas Menurun, Teten Tetap Ingatkan Sistem Peringatan Dini dan Tanggap Darurat

Titik Panas Menurun, Teten Tetap Ingatkan Sistem Peringatan Dini dan Tanggap Darurat

Titik Panas Menurun, Teten Tetap Ingatkan Sistem Peringatan Dini dan Tanggap Darurat

RIAU- Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menekankan pentingnya sistem peringatan dini (early warning system) dalam upaya pencegahan kebakaran hutan. Termasuk juga kesiapan menghadapi kondisi darurat. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat Siaga Tanggap Darurat Karhutla di ruang media center Lanud Roesmin Nurjadin, Provinsi Riau, Kamis 21 Juli 2016.

Pendeteksian dini sebagai antisipasi perubahan titik panas (hot spot) menjadi titik api perlu didukung kesiapan teknis untuk tindakan pemadaman. Selain itu kesiapan tempat aman dan bersih bagi masyarakat untuk beraktivitas.

Teten mengingatkan arahan Presiden saat mengunjungi Sungai Tohor, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau tahun 2014 lalu. Arahan Presiden mencakup: penataan perizinan, penegakan hukum, dan pemberdayaan masyarakat.

“Penindakan atas kebakaran hutan dan lahan, pembuktian akan semakin sulit, polisi harus meningkatkan kapasitas dan integritas dalam menginvestigasi,” kata Teten.

Tak lupa ia mengapresiasi kinerja pemerintah daerah, polisi, TNI dan masyarakat yang bahu-membahu dalam menurunkan titik panas. Tahun ini titik panas menurun sekitar 60% dibandingkan tahun 2015.

Rapat karhatula ini dihadiri Kepala BNPB Willem Rampangilei, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto, Danrem 031/Wira Buana Brigjen TNI Nurendi selaku Dansatgas Karhutla Provinsi Riau dan Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Henri Alfiandi.

Usai rapat koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan udara melihat kondisi terkini hutan di Riau.

Unknown O46A5833

Unknown-4

Close