Teten Masduki: Kader PII Membawa Kemajuan dan Persatuan Bangsa

Teten Masduki: Kader PII Membawa Kemajuan dan Persatuan Bangsa

Teten Masduki: Kader PII Membawa Kemajuan dan Persatuan Bangsa

JAKARTA- Dengan penduduk muslim terbesar di dunia, moderat, toleran, dan negara demokrasi bangsa Indonesia harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meraih kemajuan lewat pendidikan. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dalam sambutan Pembukaan Muktamar Nasional Ke-XXX Pelajar Islam Indonesia (PII), di Wisma Antara, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Untuk mendukung kemajuan pendidikan, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN. Sebagian dari anggaran tersebut  digunakan untuk mengirimkan para pelajar ke universitas terbaik di luar negeri.

Langkah tersebut strategis, karena keunggulan peradaban dimulai dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh, pada awalnya negara-negara Arab menguasai dunia, lewat keunggulan peradaban berkat penguasaan teknologi kedokteran, ilmu matematika, ilmu kimia, dan berbagai penemuan lain.  Namun setelah itu, Eropa mengambil alih segala kemajuan itu. “Jadi kita sebagai masyarakat muslim terbesar di dunia harus menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan. Karena itu kita harus kirim anak-anak terbaik kita ke sekolah terbaik di dunia,” papar Teten.

Sebelumnya, Ketua Umum PB PII 2015-2017 Munawar Khalil berterima kasih atas kepedulian dan kehadiran Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki di Muktamar ini. Kehadiran tersebut mencerminkan kepedulian pemerintah kepada PII dan seluruh pelajar Indonesia.

Menurut Munawar, kiprah PII yang didirikan pada 4 Mei 1947 atau dua tahun setelah Indonesia merdeka sudah tidak diragukan lagi.  “Berbagai perjalanan bangsa telah sama-sama kita lalui, tapi tak pernah sedikitpun PII lengser dari Republik ini. Kita tidak pernah lari dari bangsa dan negara,” tandas Munawar.

Oleh karena itu Munawar meminta agar pemerintah memberi perhatian kepada para pelajar karena dari merekalah akan lahir kader calon pemimpin bangsa. Salah satu caranya adalah bersama PII mendampingi pelajar SMP dan SMA dari serangan pergaulan bebas dan narkoba. “Jika pemerintah bisa menjaga maka insya Allah generasi mendatang tidak mampu digoyang oleh virus-virus yang tidak baik,” ungkap Munawar.

Soal kiprah kader-kader PII, Teten Masduki mengakui, kader PII ikut mewarnai perjalanan sejarah dan membawa banyak kemajuan dan mempersatukan bangsa Indonesia. “Bila kita lihat kelahiran PII pada tahun 1947, spiritnya adalah mempersatukan semua pelajar Islam,” kata Teten.

pii8

Dalam kesempatan ini, Kepala Staf Kepresidenan mengajak melihat berbagai kemajuan dan persoalan yang dihadapi bangsa. Salah satunya adalah soal pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02% pada tahun 2016. Tertinggi setelah China dan India dalam kelompok negara-negara G-20. Sebuah capaian yang baik di tengah kondisi ekonomi global yang lesu.

Meski menggembirakan, pertumbuhan tersebut belum cukup untuk menyerap pengangguran yang masih cukup tinggi. “Dengan asumsi 1% pertumbuhan menyerap 250 ribu orang. Sementara angka pengangguran kita sekitar 7 juta, maka kita butuh angka pertumbuhan yang lebih besar,” jelas Teten.

Peredaran narkoba juga menjadi masalah yang perlu perhatian ekstra. Garis pantai yang panjang, banyaknya pelabuhan dan jalur “tikus” di sepanjang garis pantai menjadikan pengawasan lebih sulit. Dari tempat-tempat inilah narkoba diselundupkan. “Ini menjadi tugas para ulama, tugas dari organisasi Islam untuk membangun kesadaran kita semua, supaya kita punya kekebalan terhadap bahaya narkoba,” ujar Teten.

Berikutnya adalah masalah ketimpangan yang diatasi lewat konsep ekonomi berkeadilan lewat redistribusi lahan/tanah dan akses ke perhutanan sosial. “Agendanya  9 juta hektar tanah kita legalisasi dan distribusi kepada masyarakat dan 12,7 juta lahan bisa diakses masyarakat adat, desa, pesantren, kelompok tani untuk dikelola menjadi lebih produktif. Kita tidak lagi keluarkan lagi izin-izin baru untuk korporasi besar,” papar Kang Teten. Agar pengelolaan lahan berjalan efektif, maka pemerintah akan memberi bantuan modal.

Sementara untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, diberikan keterampilan lewat pendidikan vokasional. Lewat berbagai program tersebut, pengangguran bisa ditekan, pendapatan meningkat, dan masyarakat akan lebih sejahtera.

Close