Terima PGRI, Moeldoko Tekankan Pentingnya Guru untuk Pembangunan Karakter

Terima PGRI, Moeldoko Tekankan Pentingnya Guru untuk Pembangunan Karakter

Terima PGRI, Moeldoko Tekankan Pentingnya Guru untuk Pembangunan Karakter

JAKARTA -  Peran guru merupakan hal yang sangat penting untuk pembangunan karakter dan kemajuan bangsa. Karena itu, perlu ada komunikasi dan cara penyampaian pembelajaran yang baik dan juga inovatif, sehingga anak anak Indonesia akan memiliki karakter yang kuat sebagai penerus bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat beraudiensi dengan perwakilan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Senin, 21 Januari 2019 di Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta.

“Yang harus menjadi perhatian bapak ibu sekalian adalah hubungan antara guru dengan murid dan sebaliknya. Anak-anak zaman sekarang telah berbeda, guru harus memiliki cara agar proses belajar mengajar tidak menimbulkan trauma dan tidak dengan cara yang konvensional,” kata  Moeldoko.

Dalam audiensi ini, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi menyampaikan bahwa saat ini banyak organisasi keguruan yang berdiri sendiri di luar PGRI. Untuk itu, mereka meminta PGRI disahkan sebagai organisasi resmi guru yang juga mengurusi sertifikasi guru yang saat ini diambil alih oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK).

pg4Hal lain yang disampaikan juga terkait dengan pengangkatan guru honorer menjadi guru tetap dengan dipermudah dalam urusan sertifikasi “Dahulu sertifikasi guru hanya membutuhkan waktu beberapa bulan, sekarang harus 1 tahun dan ini menyulitkan kami. Selain itu kami meminta guru honorer K 3 maupun K 2 yang sudah lama mengabdi, diprioritaskan untuk menjadi pegawai tetap,” papar Unifah.

Unifah atau yang biasa dipanggil Uni, juga memaparkan beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh PGRI dalam kurun 1 tahun kebelakang, salah satu di antaranya adalah peringatan hari ulang tahun PGRI pada tanggal 25 November 2018 lalu yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Ditambah lagi, PGRI mempunyai beberapa program yang disebut dengan Reformasi Pendidikan, membangun pusat pembelajaran sains, uji profisiensi online dan cyber technology training.

Moeldoko menanggapi dengan positif seluruh keresahan yang disampaikan oleh anggota PGRI. Mengenai persoalan guru honorer, Kastaf menyampaikan bahwa Presiden akan melakukan langkah-langkah yang solutif secepatnya guna menyelesaikan kesulitan dalam sertifikasi bagi guru honorer.

Moeldoko juga mengatakan bahwa semua organisasi keguruan harus memiliki payung besar yakni PGRI, secepatnya ia akan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM agar proses pengesahan organisasi tersebut di percepat.

“Mantapkan PGRI sebagai organisasi dan organisasi profesi guru seperti layaknya IDI (Ikantan Dokter Indonesia), sehingga guru di Indonesia akan memiliki pandangan yang sama dalam membangun bangsa lewat Pendidikan” kata Moeldoko.

pg1

Close