Terima Ketua Dewan Adat NTB, Moeldoko Dorong Sumbawa Jadi Kawasan Budi Daya Terpadu

Terima Ketua Dewan Adat NTB, Moeldoko Dorong Sumbawa Jadi Kawasan Budi Daya Terpadu

Terima Ketua Dewan Adat NTB, Moeldoko Dorong Sumbawa Jadi Kawasan Budi Daya Terpadu

JAKARTA - Presiden Joko Widodo dalam program pemerintahannya selalu memikirkan mengenai pemerataan pembangunan di Indonesia dan saat ini pemerataan pembangunan difokuskan pada daerah tengah dan timur agar biaya pendidikan dan biaya-biaya lainnya dapat menjadi murah dan dijangkau oleh masyarakat sekitar.

Penegasan itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima Ketua Dewan Adat NTB Khairunnisah dan dosen Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. Sahrudin di Bina Graha Kantor Staf Presiden, Jumat, 8 Maret 2019.

Dalam pertemuan ini, Ketua Dewan Adat NTB memaparkan kegiatan untuk membangun budidaya terpadu dan mengubah pola kegiatan pertanian jagung menjadi pemberdayaan kelautan serta penanganan Terminal Tente di Kabupaten Bima.fo2

“Pembangunan budidaya terpadu ini akan dilakukan pada satu kawasan dengan mengumpulkan lima kabupaten untuk mengerahkan tenaga petani yang ada,” kata Sahrudin. Khairunnisah pun mengusulkan untuk membuka kawasan Agrobisnis buah di wilayah Tambora.

Seluruh rancangan yang dipaparkan pemuka adat NTB ini disetujui oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko karena dinilai dapat membangun Sumbawa menjadi lebih baik dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah ada. “Budidaya rumput laut sebagai industri, semata-mata untuk membuka lapangan pekerjaan, punya potensi yang luar biasa. Amankan hutan kita supaya tidak terjadi bencana,” pesan Moeldoko.

 

Close