Terima CEO Port of Rotterdam, Bahas Kelanjutan Kuala Tanjung

Terima CEO Port of Rotterdam, Bahas Kelanjutan Kuala Tanjung

Terima CEO Port of Rotterdam, Bahas Kelanjutan Kuala Tanjung

JAKARTA – Presiden Jokowi sangat fokus pada pertumbuhan ekonomi, termasuk meningkatkan nilai investasi yang semuanya ditujukan untuk kesejahteraan rakyat. Pernyataan itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki saat menerima Allard Castelein, President and Chief Executive Officer (CEO) Port of Rotterdam, Belanda, di Kantor Staf Presiden, Rabu, 14 Juni 2017.

“Presiden Jokowi concern pada peningkatan kemudahan berusaha serta bagaimana mengatasi sumbatan atau masalah berbisnis yang dialami para investor,” kata Teten.

Dalam pertemuan itu, Allan didampingi Arthur Neeteson (Senior Project Leader at Port of Rotterdam Internationa)  dan Siebe Schuur serta Sarah Suhartono dari Kedutaan Belanda di Jakarta. Allard Castelein memaparkan berbagai pandangan terhadap kemajuan iklim investasi di Indonesia, termasuk keseriusan pihaknya dalam pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera.

Kuala Tanjung yang berada di Kabupaten Batubara akan menjadi pelabuhan hub internasional, mengingat posisinya yang sangat strategis, dekat dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), Unilever Oleochemical Indonesia, Wilmar, dan lain-lain.

Kawasan Industri Kuala Tanjung merupakan adalah salah satu kawasan peruntukan industri (KPI) yang dikhususkan untuk pengembangan industri aluminium dengan luas lahan 1.000 hektar. Nilai investasi kawasan ini diperkirakan sebesar Rp 4,5 triliun dan diharapkan bisa menarik 113,2 ribu tenaga kerja. “Kami serius berinvestasi di Kuala Tanjung dan menjadikannya sebagai pelabuhan dan industri yang terintegrasi,” kata Allard Castelein.

img_09841

April 2016, usai menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, Presiden Jokowi meninjau Port of Rotterdam yang merupakan salah satu pelabuhan tertua dan tersibuk di dunia. Kunjungan ini terkait visi Jokowi soal poros maritim dunia.

Kunjungan Presiden Jokowi di pelabuhan Maasflakt II, Rotterdam saat itu didampingi Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda Melanie Schultz, Wali Kota Rotterdam Ahmed Aboutalab dan CEO Port of Rotterdam Allar Castelein.

Oktober 2014 lalu, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I telah menandatangani Nota Kesepahaman sekaligus Perjanjian Kerjasama dengan Port of Rotterdam Authorithy tentang ‘Port Management Services In Developing Port Of Kuala Tanjung’, di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kerajaan Belanda di Den Haag, Belanda.

img_09761

Saat itu, Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana dan Roger Clasquin, Direktur Port Of Rotterdam International serta disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Ibu Retno Marsudi dan Director General for Foreign Economic Relations, Ministry of Foreign Affairs Kerajaan Belanda, Mr. Simon Smits.

Kerjasama ini merupakan upaya mempercepat pengembangan pelabuhan Kuala Tanjung sebagai upaya mewujudkan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai hub port Indonesia di bagian barat. MoU itu juga diharapkan mendukung program ‘Tol Laut’ yang berfokus pada pengembangan nasional jaringan maritim, dengan peningkatan kapasitas infrastruktur pelabuhan untuk membuat layanan logistik efisien dan kompetitif sehingga menghasilkan peningkatan daya saing nasional.

Close