Tak Ada Jalan Instan Gapai Kejayaan di Ajang Olah Raga

Tak Ada Jalan Instan Gapai Kejayaan di Ajang Olah Raga

Tak Ada Jalan Instan Gapai Kejayaan di Ajang Olah Raga

JAKARTA - Menemukan talenta, membina secara berkelanjutan, dan terjun berkala dalam ajang kompetisi berjenjang menjadi jalan satu-satunya untuk meraih kesuksesan di bidang olah raga. Kantor Staf Presiden kembali mengadakan focus group discussion dengan memusatkan perhatian pada manajemen talenta Nasional Bidang Olahraga di Bina Graha, Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

Diskusi ini menitikberatkan pada pengembangan potensi anak bangsa agar dapat menjadi sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang olah raga di era yang kompetitif saat ini.or2

Focus Group Discussion ini dipimpin oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, hadir staf khusus KSP Avanti Fontana, dan Binny Buchori sebagai moderator serta narasumber profesional yang sudah malang melintang di dunia olahraga.

Moeldoko berharap, FGD ini dapat memberikan masukan pada KSP untuk menyiapkan generasi atlet masa depan yang memiliki talenta, teknik serta intelegensi yang baik.

“Menemukan talenta unggul dan kemudian memrosesnya secara benar menjadi satu-satunya cara untuk memenangkan persaingan,” jelasnya.

Ada tiga hal yang coba digali dalam diskusi ini, yakni pertama soal visi dan konsep manajemen talenta. Kedua, soal kesenjangan atau gap antara apa yang ada dan keadaan yang diharapkan. Ketiga, peran pemerintah dalam sistem manajemen talenta nasional bidang olahraga.

Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewabroto, menyampaikan pentingnya jam terbang latihan untuk bisa berkompetisi di tingkat dunia. “Kita harus dalam level pelatihan yang reliabel, tidak tanggung-tanggung,” ujarnya.gatot

Ia berharap, prestasi atlet terus berlanjut tidak hanya berhenti pada ajang Asian Games dan Paragames.

Sementara itu Lukman Niode, Sekretaris Jenderal Indonesian Olympians Association menuturkan, saat ini menjadi momentum olahraga nasional setelah sukses Asian Games dan Paragames. “Penting bagi pemerintah kedepan untuk me-maintain momentum tersebut.” tukasnya.

Atlet yang pernah menjadi raja di kolam renang ini berharap pemerintah memberikan anggaran yang cukup agar atlet di level puncak bisa rutin ikut dalam pertandingan internasional. “Ini akan membuat atlet terbiasa dengan lingkungan persaingan kejuaraan.”

Prof. Dr. Hari Setijono Guru Besar Bidang Pendidikan Olah Raga Universitas Negeri Surabaya menyarankan perlunya penataan pelatihan atlet sesuai dengan jenjangnya. Serta pembentukan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) cabang olah raga yang menjadi unggulan dan peningkatan sumber daya pelatih.

Dari sudut pandang psikologi, Irwan Amrun, M.Psi, Ketua I Ikatan Psikologi Olah Raga HIMPSI berpandangan, mental mempengaruhi prestasi atlet selain fisik dan kemampuan teknis. “Muara ada di mentalnya, psikis dan teknik itu hanya pendukung” ujar Irwan.

Lebih jauh, Irwan menyampaikan peran pemerintah untuk membuat peraturan pemerintah, penyiapan atlet sejak dini, penyediaan sarana-prasarana, dan anggaran untuk menyokong prestasi olah raga.

Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri juga ikut memberikan masukan untuk mendukung perkembangan dunia olahraga terutama sepak bola. Diantaranya memperbanyak pelatih dan meningkatkan kompetensi pelatih lokal, penghentian naturalisasi pemain, dan peran pemerintah untuk pengadaan sarana dan prasarana “Pemerintah harus memperbanyak lapangan-lapangan karena ruang gerak atlet diperkotaan sangat terbatas” ujar Indra.or5

Sedangkan Yoppie Rosimin, Ketua PB Djarum menjelaskan, kompetisi ajang penting untuk menggali potensi atlet. “Salah satu faktor keberhasilan cabang olahraga adalah kalender event” ungkapnya.

Lalu Muhammad Zohri peraih medali emas kejuaraan dunia U-20 jarak 100 meter turut memberikan pendapatnya. Zohri menyampaikan perbedaan latihan di Indonesia dengan di Amerika Serikat. Saat di negeri Paman Sam itu ia dilatih oleh pelatih kelas dunia dengan penekanan pada teknik berlari.

“Nah, saat kejuaraan dunia itu, saya sebenarnya tidak punya target apa-apa, hanya ingin menerapkan teknik lari yang benar. Tak tahunya malah menang,” ungkapnya.or4

Close