Tahun Depan Bunga KUR Turun Jadi 9 Persen

Tahun Depan Bunga KUR Turun Jadi 9 Persen

Tahun Depan Bunga KUR Turun Jadi 9 Persen

JAKARTA- Langkah terobosan untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan hal yang penting karena pemerintah memiliki komitmen untuk melindungi dan memperkuat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. ‎

"Data yang saya dapatkan tentang KUR, kredit yang bisa keluar masih sangat rendah," ujar Presiden Joko Widodo ketika memulai Rapat Terbatas tentang KUR di Kantor Presiden, Senin 5 Oktober 2015.

Presiden berharap pada bulan Oktober hingga Desember 2015 ada terobosan-terobosan sehingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah bisa mendapatkan permodalan.

"Dan memang mereka harus dilindungi dan diperkuat sehingga mempunyai daya saing," ucap Presiden.‎

Presiden menjelaskan bahwa pada tahun 2015 jumlah KUR yang dianggarkan sebesar Rp 30 Triliun dan bunganya diturunkan dari 22 persen menjadi 12 persen.

"Dan tahun depan kita harapkan bunganya bisa turun ke 9 persen," ujar Presiden.

Presiden berharap menjelang berakhirnya tahun 2015 agar KUR yang dianggarkan dapat disalurkan untuk menggerakkan perekonomian nasional. "S‎kema KUR dapat dilakukan perorangan dan kelompok, tidak hanya usaha produksi tapi juga usaha-usaha perdagangan bisa dijangkau dengan KUR," ujar Presiden.

Presiden meminta sektor penerima KUR diperluas, sehingga mencakup juga di sektor buruh migran, industri kreatif, pariwisata, serta para pendatang baru ekonomi.

Selain itu, moda distribusinya diminta Presiden diperluas dengan melibatkan koperasi, BPR, Bank Pembangunan Daerah yang terseleksi.

Presiden meminta semua pihak, baik perbankan dan kementerian yang terkait dengan KUR untuk berkoordinasi dengan OJK.

"Sehingga ada kelonggaran dan relaksasi aturan program KUR yang kita lakukan ini," kata Presiden

Close