Sukses! Ujian Nasional Wujud Gotong Royong Pelaku Pendidikan

Sukses! Ujian Nasional Wujud Gotong Royong Pelaku Pendidikan

Sukses! Ujian Nasional Wujud Gotong Royong Pelaku Pendidikan

JAKARTA- Ujian nasional (UN) untuk SMA sederajat selesai dilaksanakan pada hari Selasa (14/04/2016). Sejak tahun 2015, UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Kelulusan ditentukan oleh sekolah, melalui ujian sekolah, bukan UN.

“Yang dibicarakan tentang UN saat ini adalah kejujuran, bukan kelulusan. Prestasi penting, jujur yang utama. Ujian itu tidak boleh menghalalkan segala cara. Tidak ada lagi ‘subsidi jawaban’. Ini berarti Revolusi Mental yang dicanangkan Presiden sudah mulai terlaksana,” ujar Mendikbud Anies Baswedan, saat konferensi pers UN 2016, di Kantor Kemendikbud Jakarta, Jumat (1/04).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam gotong royong penyelenggaraan ujian nasional baik yang berbasis komputer (UNBK) maupun berbasis pensil dan kertas (UNPK).

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru, pengawas, dinas pendidikan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses UN,” ujar Mendikbud saat meninjau pelaksanaan ujian nasional di Surabaya.

Ujian Nasional 2016 merupakan wujud kerjasama berbagai elemen masyarakat, dan berbagai unsur pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri, serta pemerintah daerah. Selain melibatkan sekitar 7,6 juta siswa dan 97 ribu satuan pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mencatat setidaknya terdapat 4.371 Teknisi dan 41.287 Pengawas UNBK, serta 647.638 Pengawas UNPK di seluruh Indonesia.

Statistik UN 2016

Dalam pelaksanaan UNBK, Kemdikbud bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, BPPT dan IDSIRTII dalam bantuan teknis serta audit teknologi. Perguruan tinggi berperan penting dalam penyusunan kisi-kisi dan naskah soal ujian nasional. UI, ITB, UGM dan ITS bertindak sebagai hub regional pelaksanaan UNBK. Tak hanya itu, dukungan teknis juga diberikan oleh Perusahaan Listrik Negara, dan perusahaan penyedia jasa telekomunikasi khususnya PT. Telkom, yang mendukung kelancaran proses persiapan dan pelaksanaan UNBK di seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaan UNPK, Kemdikbud bekerjasama dengan 37 PTN dalam pemindaian Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN). Dukungan TNI dan Polri dirasakan sangat membantu dalam proses distribusi naskah soal ujian nasional ke seluruh pelosok Indonesia.

Pengaduan UN SMA 2013 sd 2016

Apresiasi juga diberikan Mendikbud kepada semua pihak, khususnya perusahaan dan instansi yang mengizinkan karyawannya mengikuti ujian pendidikan kesetaraan. Tahun ini terdapat sekitar 258.921 siswa yang mengikuti ujian pendidikan kesetaraan paket C. Selain pendidikan kesetaraan, ujian nasional tahun ini juga diikuti siswa berkebutuhan khusus sebagai wujud pendidikan inklusi. Penyelenggara ujian nasional mengirimkan soal untuk peserta ujian nasional berkebutuhan khusus, seperti soal yang diterima Alvian, siswa SMA 8 Surabaya yang ditemui Mendikbud dan Walikota Surabaya saat pemantauan ujian nasional hari pertama, Senin (4/4/2016).

Berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan ujian nasional tahun 2015, ditemukan bahwa sekolah dengan indeks integritas tinggi, baik diuji dengan kertas maupun komputer, hasilnya relatif sama. Sebaliknya pada sekolah dengan indeks integritas rendah, saat beralih dari kertas ke komputer capaian turun secara signifikan. Secara nasional siswa yang mengikuti UNBK mengalami peningkatan cukup signifikan. Di tahun 2015, peserta UNBK sejumlah 170.000 siswa, di tahun 2016, peserta UNBK mencapai 921.000 siswa. Rinciannya sekitar 156.171 siswa SMP dan MTs, serta sekitar 267.230 siswa SMA dan MA di seluruh Indonesia, sedangkan untuk SMK sekitar 498,177 siswa. UNBK tahun 2016 ini untuk setiap jenjang sekolah kurang lebih 1010 SMP dan MTs, 1297 SMA dan MA, serta 2103 SMK di seluruh Indonesia.

Kemdikbud FA_IIUN Ads 01 - 23.1x20cm

Apresiasi terhadap ujian nasional diberikan oleh anggota Komisi X DPR-RI, Popong Otje Djundjunan, yang memuji pelaksanaan UN tahun ini, terutama kesuksesan pelaksanaan UNBK. "Saya mengapresiasi pelaksanaan UN tahun ini, tidak ada keterlambatan distribusi soal, serta UN berbasis komputer berjalan baik," kata Popong dalam rapat kerja DPR-RI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hari Senin (11/4/2016).

Ujian Nasional bermanfaat untuk pemetaan mutu program serta menjadi dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan, hal ini terkait upaya pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, di dalam forum bersama Kemristekdikti, Majelis Rektor dan Panitia SNMPTN, telah disepakati bahwa hasil ujian nasional dapat digunakan dalam proses seleksi mahasiswa baru di PTN.

12994436_901340856642022_1370160552522741273_n

Related Articles

Close