Study Tour Mahasiswa Melongok Istana

Study Tour Mahasiswa Melongok Istana

Study Tour Mahasiswa Melongok Istana

JAKARTA – Sedikitnya 150 orang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pasundan, berkunjung ke Kantor Staf Presiden, sebagai bagian dari Study Tour ke berbagai lembaga negara di Jakarta. Antusiasme tinggi para mahasiswa asal Kota Kembang ini disambut Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan, Eko Sulistyo di Gedung Krida Bhakti, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2017.

Saat sesi dialog, Eko Sulistyo menjelaskan bahwa di masa pemerintahan sebelumnya aktivitas pembangunan banyak bertumpu di Pulau Jawa, sehingga pembangunan tampak bersifat Jawa Sentris. Hal itu terlihat utamanya pada bidang infrastruktur jalan, perhubungan dan kelistrikan. “Di bidang kelistrikan misalnya, kita bisa lihat potret Indonesia di malam hari yang terang hanya di Pulau Jawa, sedangkan d ibelahan Indonesia lainnya masih gelap,” paparnya.

Keadaan yang demikian itu menimbulkan ketidakadilan, kemiskinan, dan bahkan ketidakpuasan bagi masyarakat di luar Pulau Jawa. Akibatnya, pergolakan di daerah terjadi karena ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat.

Era pemerintahan Jokowi-JK memulai orientasi baru bagi pembangunan untuk menjadi Indonesia Sentris. “Negarea kita sedang berubah ke arah Indonesia Sentris, bukan Jawa Sentris lagi”, kata Eko.

screen-shot-2017-04-18-at-11-43-51-pm

Menjelaskan tentang sistem kerja Kantor Staf Presiden, hadir pula Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Wandy N. Tuturoong. Dengan rinci ia mengurai peranan dan fungsi Kantor Staf Presiden (KSP) menurut Perpres No. 26/2015. Ia menjelaskan bahwa tugas pokok dan fungsi KSP adalah mengawal program prioritas Presiden serta melakukan terobosan-terobasan positif guna akselarasi program prioritas Presiden.

Wandy memaparkan, di KSP juga terdapat Situation Room atau ruang kendali operasi guna memantau progres program-program prioritas Presiden. “Selain itu juga mengelola website KSP.go.id yang berfungsi sebagai media komunikasi dan diseminasi informasi atas program-program prioritas,” kata Wandy.

Elfani Ginting, salah seorang mahasiswi Universitas Pasundan mengaku banyak ilmu baru didapat dari kunjungan ke Kantor Staf Presiden. “Kami jadi tahu secara lebih dekat bagaimana mengelola pemerintahan. Selama ini hanya tahu sekilas di televisi saja,” ungkapnya.

screen-shot-2017-04-18-at-11-44-01-pm

Close