Sapi Lokal Tak Kalah dengan Impor

Sapi Lokal Tak Kalah dengan Impor

Sapi Lokal Tak Kalah dengan Impor

JAKARTA- Anggapan sapi impor lebih baik dari sapi lokal tak terbukti di Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Padang Mangatas, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo cukup terkesima melihat sapi yang berada di kawasan tersebut. Sapinya gemuk dan sehat.

"Saya ke sini tadi untuk melihat dan memastikan bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang berkaitan dengan peternakan sapi dengan jumlah yang besar," kata Presiden di BPTUHPT Padang Mangatas, Kamis 9 Oktober 2015.

Di BPTUHPT terdapat 1.250 ekor sapi. Ada tiga jenis yang dikembangkan yakni simental, limosin dan sapi pesisir atau sapi lokal.‎ Peternakan sapi di kawan ini dapat dijadikan contoh, sehingga setiap daerah yang memiliki lahan 280 hektar dapat ditanami rumput yang bisa dipakai untuk pakan sapi itu dan sapi-sapi itu tidak perlu dikandangkan.

"Saya katakan ini sebuah peternakan dengan cost yang murah dan diberikan contoh," kata Presiden.‎

Bahkan Presiden sudah menanyakan kepada Kepala BPTUHPT Sugiono untuk mengembangkan usaha peternakan seperti ini di daerah lain. "Tinggal pelatihan-pelatihan saja di sini dan cukup seminggu," ujar Presiden.

"Nanti saya undang (Kepala BPTUHPT) rapat di Istana dengan Mentan, mungkin secepatnya kita akan membangun ini," imbuhnya.‎

Presiden menjelaskan bahwa jumlah sapi yang ada di Padang Mangatas berjumlah 1.250 ekor sapi, seandainya satu sapi harganya Rp. 15 juta, penghasilan yang didapat sekitar Rp 20 Miliar. Kepala BPTUHPT menjamin tidak ada kesulitan dalam mengelola peternakan sapi seperti di Padang Mangatas.

Dalam pemikiran Presiden, pusat pembibitan dapat menyediakan inseminasi buatan dan bakalan betina sapi unggul untuk disebar ke para petani. "Dua hal ini sangat penting untuk memperkuat peternakan rakyat sehingga swasembada daging sapi dapat terwujud," ujar Presiden.

Close