Sambutan Luhut Pandjaitan pada Sertijab Kepala Staf Kepresidenan

Sambutan Luhut Pandjaitan pada Sertijab Kepala Staf Kepresidenan

Sambutan Luhut Pandjaitan pada Sertijab Kepala Staf Kepresidenan

Pak Teten Masduki yang saya hormati
Para Pejabat dan Staf di Kantor Staf Kepresidenan.

Assalamu Alaikum Wr, Wb.

Saya resmi pagi ini menyerahkan tugas dan tanggung jawab saya kepada Pak Teten Masduki. Ini adalah perjalanan hidup masing-masing, kita juga tidak tahu apa blueprint hidup kita.

Hidup itu sudah ada blueprint-nya. Saya terus terang meninggalkan tempat ini penuh perasaan yang bercampur-campur, ada sedih, senang dan macam-macam. Kenapa? Karena kantor ini mulai dari nol sampai 8 bulan telah melakukan banyak hal yang saya sendiri tidak pernah membayangkan bahwa kantor ini sekarang menjadi seperti ini.

Tapi dalam perjalanan hidup, saya selalu mengalami hal-hal semacam ini. Artinya hidup itu selalu naik turun. Saya percaya dalam umur saya saat ini, Tuhan sudah mengatur, kita tidak perlu khawatir apa yang akan terjadi ke depan. Yang perlu kita lakukan adalah berbuat yang terbaik dengan spirit hidup membangun kerja sama. Pasti ada minus, tapi jangan dilihat. Walaupun ada badai, pasti ada jalan keluar. Dalam perjalanan karier, saya sudah mengalami semua itu, pernah mau minta pensiun karena merasa sebagai perwira tiba-tiba “dibenamkan”. Karena itu saudara-saudara yang muda-muda harus belajar seperti itu.

Saya senang di kantor ini bertemu orang-orang multi talent, yang saya terus terang bangga, dan saya belajar dari mereka. Saya tidak pernah membayangkan tim saya waktu di Kopassus memimpin detasemen, saya mendapatkan prajurit-prajurit terbaik. Hampir semua operasi tertutup dan terbuka kita lakukan, yang menurut orang tidak mungkin, berhasil kita jalani.

Dan sekarang setelah 44 tahun yang lalu, dalam bentuk lain, di sini saya dapat Darmawan Prasodjo, saya bertemu Yanuar Nugroho. Ada juga Purbaya Yudhi Sadewa. Saya dapat juga ada orang Solo. Saya jujur, ini orang paten banget. Dan juga saya bertemu anak buah saya, Letnan Jenderal Andogo, yang dulu sejak saya Letnan menjadi perwira saya di Kopassus. Dan saya dibantu banyak staf-staf muda lulusan UI, ITB dan lain-lain, yang menurut saya luar biasa.

Betul-betul kaya sekali organisasi ini. Saya sampaikan kepada bapak Presiden, “Pak orang-orang di sana itu luar biasa dan ini adalah aset bangsa yang bisa membawa negeri ini lebih bagus.”

Mereka ini telah membangun sistem yang menurut saya luar biasa, karena hampir semua data dan proses pengambilan keputusan bisa dilakukan di sini dengan baik.

Pak Teten saya juga bersyukur selama delapan bulan di sini ketakutan orang tentang overlapping tidak terjadi, malah banyak pekerjaan-pekerjaan yang tidak dikerjakan orang lain yang dikerjakan Kantor Staf Presiden.

Tadi saya baru dilaporkan oleh Pak Yanuar dan Pak Darmo, bahwa mereka telah membuat sinkronisasi program dengan bagus, mereka kerja keras selama lima bulan. Tidak pernah terbayangkan juga sistem yang sudah diwariskan oleh UKP4 yaitu Situation Room, kini menjadi lebih baik.

Saya terus terang, tidak mau ceroboh dalam mengambil keputusan. Karena itu saya minta Pak Lambock Nahattands untuk memeriksa semua aturan hukum. Saya beruntung ada beliau, spirit-nya luar biasa. Saya juga dibantu Pak Atmadji Sumarkidjo dari media yang saya kenal sejak saya pangkat kapten bersama Menteri Pertahanan Jenderal Yusuf. Di sini juga ada Pak Uztad Irsjad Djuwaeli, saya ingat waktu itu dibawa ke pesantren oleh beliau dan diperkenalkan sebagai Haji Jenderal Luhut Binsar Pandjaitan.

Tak lupa anak-anak muda dari top school. Oleh karena itu Pak Teten masuk tempat ini penuh orang-orang yang punya hati, otak dan idealisme ingin membuat negeri ini lebih bagus. Saya berharap Anda bisa meneruskan karya-karya kami bersama.

Saya hanya bagian dari kecil dari semua ini, saya hanya mengayomi mereka, men-guide mereka dan saya percaya dalam hidup saya, tidak ada orang yang tidak ingin sukses. Karena itu dalam leadership, saya percaya anak buah saya selalu melakukan yang terbaik. Saya berikan kebebasan tapi tetap diawasi dengan baik. Saya menjadi penanggung jawab apapun yang dia buat, dia salah ataupun tidak salah, saya sebagai komandan yang tanggungjawab. Tidak ada anak buah saya yang salah, yang salah saya. Itu membuat organisasi menjadi solid.

Saya titip Pak Teten nanti kerja sama Polhukam, banyak program yang belum selesai dan masih berjalan. Kepada teman-teman saya pesan kalian tetap membantu Pak Teten sama seperti kalian membantu saya. Saya ulang, harus lebih baik. Dengan demikian Pak Teten sukses dan lebih dari itu organisasi ini bisa betul-betul membantu Presiden dan pemerintah membuat negeri ini lebih bagus.

Demikian dari saya. Mohon maaf Pak Teten saya suka memberikan sambutan singkat-singkat tapi kali ini lebih panjang. Saya sangat berbahagia dan bangga. Semua yang kita lakukan tidak bisa terjadi tanpa team work.

Semoga Tuhan Maka Kasih selalu menemani kita.

Pak Teten, that's yours….

Close