Sambutan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki

Sambutan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki

Sambutan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki

Selamat Pagi .
Assalamu Alaikum Wr, Wb.

Pak Luhut Pandjaitan yang saya hormati. Para Deputi, Staf Khusus dan para Tenaga Profesional Kantor Staf Presiden.

Pagi ini luar biasa saya mendengarkan pidato Pak Luhut, saya dengan Pak Luhut memang beda latar belakang, beliau Jenderal, Panglima, tapi saya juga punya julukan; Panglima Domba.

Saya kira betul Pak Luhut, kita tidak pernah tahu apa yang akan kita lakukan. Kita hanya bekerja dengan benar. Kemarin di masa kampanye saya bantu Presiden, setelah menang saya pamit. Dan tiba-tiba di bulan Januari saya diminta membantu menjadi Staf Khusus di Sekretariat Kabinet. Kemudian di bulan Mei saya ditarik beliau menjadi Staf Khusus Presiden. Dan kemarin, Rabu (2/9/2015) tanpa pemberitahuan samasekali saya dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Kemarin sore, saya sedikit protes kepada Presiden, “Bapak bagaimana, tidak kasih tahu, tidak tanya saya siap atau tidak”. “Ini tugas,” kata Presiden. Padahal selama seminggu saya bersama presiden, hampir tidak lepas dalam beberapa kunjungan. Saya juga menemani beliau bertemu dengan IMF, tapi beliau tidak cerita apapun soal ini.

Saya dan Pak Luhut sering bekerja sama, karena kami bersama membantu Presiden. Saya kira apa yang dilakukan Pak Luhut membangun institusi ini sudah tepat seperti yang diinginkan Bapak Presiden, saya kira saya akan melanjutkan. Tapi nanti kalau ada hal-hal yang kurang tepat, saya tidak segan-segan untuk membenahi. Sesuatu yang baik akan kita teruskan.

Intinya, selama berinteraksi dengan Bapak Presiden beliau membutuhkan kantor staf yang cukup handal, untuk mem-back-up beliau mengambil keputusan termasuk memastikan program-program prioritas beliau berjalan ketika macet (debottlenecking). Dan juga memastikan janji-janji politik berjalan, beliau memang tidak mau punya utang kepada masyarakat.

Kita semua tahu Presiden bekerja keras, sangat cepat, dan buat kita kadang kalah mengikutnya. Karena itu perlu ritme kerja yang cepat. Saya yakin tadi dari penjelasan Pak Luhut, tim di sini sudah kompak dan sistem juga cepat.

Saya kira, mungkin itu yang ingin saya sampaikan.

Saya memang enak, Pak Luhut yang membangun kendaraan ini, saya tinggal pakai aja. Tapi bukan berarti saya akan jadi Menkopolhukam. Kemarin ada yang salah berita, beritanya, “Teten akan Jadi Menko Polhukam”

Saya sekali lagi saya ingin mendapat dukungan dari teman-teman. Kita team work, satu untuk Bapak Presiden. Dan Bapak Presiden untuk Negeri.

Close