Presiden: Pasarkan Sail Tomini Dengan Baik

Presiden: Pasarkan Sail Tomini Dengan Baik

Presiden: Pasarkan Sail Tomini Dengan Baik

PALU - Kegiatan seperti Sail Tomini 2015 yang dihadiri banyak peserta dari berbagai negara, seyogyanya dipasarkan dengan baik setahun atau dua tahun sebelumnya.

"Sehingga semua orang tahu, promosikan ke seluruh televisi, termasuk luar negeri. Gunakan sosail media. Sehingga sebelum hari-H banyak wisatawan asing yang hadir," kata Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada puncak acara Sail Tomini 2015 di Pantai Kayu Bara, Desa Pelawan Baru Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu 19 September 2015.

Kesinambungan kegiatan setelah acara berlangsung juga tidak luput menjadi perhatian Presiden. "Setelah acara ini ada tindak lanjut, bukan kegiatan yang hanya sekali dalam setahun dan setelah itu senyap," ujar Presiden.

Rangkaian acara yang diselenggarakan pada Sail Tomini 2015 ini adalah pameran produk unggulan daerah penunjang destinasi wisata berupa hasil kerajinan, perbankan, dan multi produk lainnya; pekan budaya dan pariwisata; diplomatic tour yang diikuti 27 negara, diantaranya Argentina, Kanada, Belanda, Polandia, India, Bulgaria! Libya, Persatuan Emirat Arab, dan beberapa negara lainnya.

Teluk Tomini merupakan teluk terbesar di Indonesia yang berada di garis khatulistiwa dengan luas sekitar 59.500 km2. Teluk ini merupakan bagian dari segitiga terumbu karang dunia (Coral Triangle) dan Taman Nasional Laut Kepulauan Togean dikenal sebagai "the Heart of Coral Triangle" memiliki garis pantai 2.400,46 km dan 50 persen atau sekitar 1.179 km berada di Provinsi Sulawesi Tengah.

RENCANAKAN SUATU KEGIATAN SECARA MATANG

Presiden juga mengingatkan betapa pentingnya menyiapkan suatu kegiatan besar, sekelas Sail Tomini 2015, dengan baik dan dipersiapkan secara detail. Bahkan Presiden meminta persiapan yang dilakukan bukan hanya dua-tiga bulan, tapi sebaiknya satu atau dua tahun sebelumnya, termasuk menyiapkan pengisi acaranya, seperti penari dan pemilihan desain kostum yang akan digunakan.

Dalam pandangan Presiden tarian  budaya yang ditampilkan dan kostum yang digunakan sudah cukup baik. "Tapi kalau ada sentuhan koreografer dari pusat dan kuratornya akan muncul produk yang sempurna dan baik," ujar Presiden.

Presiden yang hadir bersama Ibu Iriana Joko Widodo memperhatikan detil acara yang ditampilkan pada Sail Tomini 2015 tidak hanya dalam sambutannya saja, tapi Presiden memanggil seorang penari yang menari pada tarian Selamat Datang "Songu Lara Mombangu". Selain itu, Presiden juga memanggil seorang desainer yang mendapat penghargaan pada Lomba Desain Batik Tomini, yakni Yuku Mokodompis yang berasal dari Kota Tangerang.

Dalam dialognya dengan penari, Presiden menanyakan berapa lama latihan yang dilakukan untuk tampil pada Sail Tomini 2015 kepada penari itu. Penari itu menjawab bahwa latihan yang dilakukan selama tiga bulan. "Kurang, seharusnya satu atau dua tahun yang lalu," ucap Presiden.

Presiden menanyakan juga tentang siapa yang membuat aksesoris yang digunakan penari itu. "Warga," jawab sang penari. "Pelibatan warga sangat penting. Produk ini bagus sekali dan desainnya juga, tapi kalau dilihat detil. Berarti pekerjaan kurang detil, mesti ada sentuhan desainer," ucap Presiden.

Mengenai kostum yang digunakan penari, Presiden merasa perlu bertanya kepada seorang desainer yang mendapatkan penghargaan. "Saya bukan desainer, nanti saya salah memberi komentar," ucap Presiden.

Desainer itu menjelaskan bahwa bahan kain yang digunakan tidak cocok dengan cuaca yang cukup panas, sehingga harus menggunakan kainnya lebih dingin bila digunakan. Selain itu,  pemilihan warna yang digunakan agar lebih cerah lagi.

Pemilihan waktu juga harus diperhitungkan dengan baik, mengingat penyelenggaraan suatu acara tidak perlu selalu dilakukan pada pagi hari, tetapi yang lebih penting lagi adalah adanya manajemen panggung yang baik. Bahkan dapat juga dilaksanakan pada sore hari, saat matahari terbenam. "Dan dipilih pada hari libur, sehingga wisatawan akan banyak yang datang," ujar Presiden.

Close