PPP Tidak Boleh Tergores dan Terpecah

PPP Tidak Boleh Tergores dan Terpecah

PPP Tidak Boleh Tergores dan Terpecah

JAKARTA- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejak berdiri tahun 1973, telah memiliki tempat khusus dalam sejarah bangsa Indonesia. PPP telah menjadi salah satu pilar persatuan bangsa, penegak kedaulatan rakyat, dan penyalur aspirasi rakyat untuk mencapai perikehidupan yang lebih sejahtera. Untuk itu, PPP tidak boleh tergores dan terpecah.

Demikian disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada acara Pembukaan Muktamar VIII PPP yang diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat, 8 April 2016.

Presiden mengatakan bahwa, "Saya yakin, PPP cukup dewasa untuk melakukan konsolidasi internal. Kalau ada gesekan sedikit-sedikit tidak apa, tapi harus segera diselesaikan. Saya yakin, PPP cukup matang untuk menyelesaikan setiap perselisihan dengan 'islah'."

Lebih lanjut Presiden berpesan agar jangan menghabiskan energi untuk perdebatan yang tidak produktif dan jangan habiskan energi untuk konflik yang tidak perlu. "Saya berharap sudah tidak ada lagi yang datang ke Menteri Hukum dan HAM. Kalau ke istana memperkenalkan pengurus yang baru," kata Presiden.

Presiden mengingatkan bahwa persaingan yang terjadi saat ini bukan lagi antar kota, antar provinsi, tapi telah memasuki persaingan antar negara. Kini, lanjut Presiden, kita telah memasuki era kompetisi pada tingkat ASEAN, yakni Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). "Inilah kompetisi yang harus kita hadapi, bukan di dalam negeri kita. Jangan habiskan energi kita untuk hal yang tidak produktif," ucap Presiden.

Presiden juga menggarisbawahi bahwa persaingan dalam politik hanyalah satu kali dalam lima tahun, setelah itu bersama-sama lagi membangun bangsa. Di dalam pemilihan Presiden pun seperti itu, setelah bertarung kembali bersama lagi. "Saya dengan Mas Prabowo juga baik. Saya ke rumah Mas Prabowo dan Mas Prabowo ke istana," ujar Presiden.

Presiden mengharapkan Partai Persatuan Pembangunan semakin mengukuhkan peran strategisnya demi melahirkan kemajuan Indonesia. "Pemerintah akan menghormati dan menyambut baik setiap sumbangsih yang diberikan oleh PPP," ujar Presiden.

Di awal sambutannya, Presiden menyebutkan dua alasan kehadirannya, yakni karena kehadiran KH Maimun Zubair dan alasan kedua adalah ditandatanganinya undangan oleh Ketua Umum PPP versi munas Bandung Surya Dharma Ali dan Sekretaris Jenderal PPP Romahurmuziy yang menandakan islah "Jadi saya datang pada sore hari ini".

Tema Muktamar ke-8 Partai Persatuan Pembangunan adalah "Satu PPP untuk Indonesia yang Mandiri, Berdaulat dan Berkepribadian"

Turut hadir mendampingi Presiden, Ketua Majelis Syari'ah DPP PPP KH Maimun Zubair, Ketua DPD Irman Gusman, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Sekretaris Jenderal PPP Romahurmuziy.

Close