Perwakilan Human Rights Watch Bertamu ke KSP

Perwakilan Human Rights Watch Bertamu ke KSP

Perwakilan Human Rights Watch Bertamu ke KSP

JAKARTA- Di tengah-tengah kesibukkannya sebagai Deputi IV – Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, pada hari Rabu 6 April 2016 Eko Sulistyo menerima kunjungan perwakilan Human Rights Watch (HRW). Rombongan HRW tersebut terdiri dari Joseph Saunders (Wakil Direktur Program),  Phelim Kine (Wakil Direktur Asia), dan Andreas Harsono (Peneliti HRW untuk Indonesia).

Pada kesempatan tersebut, HRW dan KSP mendiskusikan berbagai isu-isu yang terkait dengan Hak Asasi Manusia dan hubungan internasional. Secara khusus, peran dan kepemimpinan Indonesia di dalam isu-isu HAM di tingkat regional ASEAN dan internasional menjadi topik yang cukup hangat dibahas. Hal tersebut berada dalam konteks cenderung melemahnya demokrasi di antara negara-negara anggota ASEAN.

HRW memuji dan menggarisbawahi perkembangan demokrasi Indonesia, yang meskipun dari awal Reformasi masih terkesan amburadul, namun menunjukkan trend penguatan dan pendalaman demokrasi. Apalagi Indonesia juga merupakan negeri yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Ini membuktikan bahwa demokrasi dan Islam tidak bertentangan.

HRW juga memuji politik luar negeri Presiden Joko Widodo yang mendukung perjuangan rakyat Palestina menghadapi pendudukan Israel. Sebagai pemimpin Muslim yang moderat, Presiden Joko Widodo berperan cukup penting untuk menggalang negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengakhiri pendudukan Israel di Tepi Barat dan status Al Quds.

HRW menilai bahwa Indonesia perlu meningkatkan peranannya dalam isu demokrasi dan HAM tidak hanya dari sisi dalam negeri, namun juga di dunia internasional. Pengalaman Indonesia sebagai negeri berpenduduk mayoritas Muslim moderat dapat menjadi pembelajaran negeri-negeri berpenduduk Muslim lainnnya, bahkan untuk negeri-negeri Eropa dan Amerika yang kini juga memiliki jumlah penduduk Muslim yang besar. Hal tersebut dapat sangat berguna di tengah berkecamuknya perang di Syria dan Irak, yang diwarnai oleh politik ekstrimis yang mengancam kemanusiaan dan menyebabkan krisis pengungsi di negeri-negeri sekitar hingga Eropa.

Di sisi regional ASEAN, Indonesia dapat lebih berperan untuk memimpin negara-negara anggota ASEAN lainnya dengan pengalamannya dalam melembagakan demokrasi.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan dokumen laporan HRW. Laporan ini mengenai peran perusahaan-perusahaan Israel yang mengambil keuntungan dari pendudukan di Tepi Barat, berjudul  “Occupation, Inc.”

Close