Persiapan Pelaksanaan Prioritas Nasional Reforma Agraria

Persiapan Pelaksanaan Prioritas Nasional Reforma Agraria

Persiapan Pelaksanaan Prioritas Nasional Reforma Agraria

JAKARTA– Dalam rangka persiapan melaksanakan program reforma agraria sebagai prioritas nasional, Kantor Staf Presiden (KSP) menyelenggarakan focus group discussion (FGD) dengan Ditjen Planologi Kementerian Kehutanan di Kantor Staf Presiden, Selasa 12 Juli 2016. FGD dibuka langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki yang menyampaikan pentingnya reforma agraria dalam korelasinya dengan swasembada pangan.

“Reforma agraria harus bisa membawa manfaat seluas-luasnya pada masyarakat, terutama masyarakat pedesaan. Artinya reforma agraria harus diletakkan dalam konteks fungsi ekonomi,” ujar Kastaf dalam sambutannya sebelum membuka acara.

Seusai memberi sambutan dan membuka acara, FGD selanjutnya dipimpin oleh staf khusus Kepala Staf Kepresidenan Noor Fauzi yang selama ini berkutat memperjuangkan dan memfasilitasi terwujudnya pelaksanaan prioritas nasional reforma agraria. Poin-poin penting yang disampaikan Fauzi sebagai kerangka persiapan pelaksanaan prioritas nasional reforma agraria antara lain tentang persiapan langkah-langkah teknis.

“Kita harus menyadari bahwa reforma agraria mensyaratkan kerjasama seluas-luasnya dengan berbagai Kementerian dan Lembaga terkait agar bisa terwujud. Tidak hanya lembaga pemerintah tapi juga semua lembaga di luar pemerintah yang terkait,” papar Fauzi.

Rencana kerja yang segera dilakukan KSP adalah tinjauan ke sejumlah wilayah yang sudah diprioritaskan sebagai lokasi pelaksanaan prioritas nasional reforma agraria. Terkait dengan pesan dari Teten tentang fungsi ekonomi dari reforma agraria, ditegaskan juga oleh Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan San Afri Awang bahwa desa adalah tulang punggung dari sistem ekonomi kerakyatan yang melalui reforma agraria seharusnya bisa mewujudkan peran tersebut.

“Apa yang membuat desa selama ini belum bisa menjadi tulang punggung adalah kurangnya faktor produksi, teknologi, dana dan kelembagaan,” tegas San Afri.

Lokasi Reforma agraria yang akan ditinjau tim KSP ada di 9 kabupaten. Termasuk di dalamnya adalah Kabupaten Jayapura, Kabupaten Alor Pantar di Nusa Tenggara Timur NTT), Kabupaten Sikka di NTT, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Siggi di Sulawesi Tengah, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kubu Raya di Kalimantan Barat serta Kabupaten Batanghari dan Bungo di propinsi Jambi. Kesembilan kabupaten itulah yang akan ditinjau dalam waktu dekat oleh tim dari KSP. Dirjen Penataan Agraria Kementerian Agraria dan Tata Ruang Doddy Imron Cholid, menambahkan informasi tentang sejumlah daerah di Jawa Barat yang sebenarnya tersedia dan juga siap untuk dijadikan lokasi program nasional reforma agraria. Menanggapi hal itu, Fauzi menyatakan bahwa reforma agraria akan mencakup juga lahan-lahan tersebut.

Close