Percepatan Proyek Fisik Strategis Kementerian PUPERA

Percepatan Proyek Fisik Strategis Kementerian PUPERA

Percepatan Proyek Fisik Strategis Kementerian PUPERA

Meski perekonomian kita sedang melambat, namun pembangunan proyek fisik strategis terus berlanjut – bahkan terjadi percepatan.  Hal ini dapat dilihat dari grafik progres fisik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) yang dapat diakses melalui monev.lkpp.go.id yang dikelola oleh Kantor Staf Presiden.

Dari grafik tersebut terlihat sampai dengan Juli 2015, kemajuan pembangunan fisik yang dilaksanakan Kementerian PUPERA telah mencapai 20,65% atau naik 8,42% dari bulan sebelumnya sebesar 12.23%.  Dengan tren pergerakan yang meningkat, dan dengan proses pengadaan yang telah mencapai hampir 100%, wajar jika Kementerian PUPERA  menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi di bulan-bulan berikutnya.

Perinciannya masing-masing 35,21% di bulan Agustus; 47,67% di bulan September; 61,12% di bulan Oktober; 79,16% di bulan November dan 100% di bulan Desember.

Kemajuan ini dimungkinkan karena adanya perencanaan yang seksama dan sejalan dengan visi Nawacita yang diemban pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Dalam Nawacita, ditegaskan bahwa pemerintah akan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing internasional melalui pembangunan proyek-proyek infrastruktur strategis.

Menurut Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP), Darmawan Prasodjo, perencanaan visi yang matang  akan membantu Indonesia mengatasi ancaman krisis, dalam jangka pendek maupun jangka panjang.   Dalam jangka pendek, pengadaan proyek-proyek fisik tersebut dengan sendirinya menciptakan geliat ekonomi secara berantai. “Sedangkan dalam jangka panjang, Indonesia akan berubah, dari yang selama ini mengandalkan pertumbuhan dari konsumsi, menjadi pertumbuhan berbasis produksi”, ujar deputi yang membidangi Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada KSP.

Produktivitas itu akan muncul karena proyek-proyek infrastruktur yang sedang dibangun itu pada akhirnya akan memberikan daya saing bagi para pelaku ekonomi nasional untuk bisa berkiprah dalam perdagangan internasional.

Hingga akhir Agustus 2015, Kemnterian PUPERA terus menggenjot berbagai proyek fisik strategis.   Untuk bidang Sumber Daya Air, yang sedang dibangun adalah: Bendungan Ranamo di Nusa Tenggara Timur, Bendungan Keureto di Aceh, Bendungan Logung di Jawa Tengah, Bendungan Lolak di Sulawesi Utara, Bendungan Karian di Banten dan Bendungan Passeloreng di Sulawesi Selatan.

Selain itu, ada Irigasi Sadang Hilir Kabupaten Sidrap di Sulawesi Selatan, Saluran Induk Tarum Timur di Jawa Barat, Sudetan Tarum Timur di Jawa Barat, Sudetan Sungai Ciliwung di DKI Jakarta dan Pembangunan Jembatan Kebun Raya Bogor.

Untuk bidang Bina Marga, yang sedang berlangsung adalah: Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Medan-Binjai di Sumatera Utara, Jalan Tol Sumatera Ruas Palembang-Indralaya di Sumatera Selatan, Jalan Tol Sumatera Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di Lampung, Jalan Tolo Solo-Kertosono di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Jembatan Holtekamp di Papua dan Jalan Tol Manado-Bitung di Sulawesi Utara.

Untuk bidang Cipta Karya, terdapat: Rehabilitasi Gedung Utama Istana Bogor di Jawa Barat, Penataan Kawasan Budaya Pura Mangkunegaran di Jawa Tengah, Penataan Kembali dan Perawatan Bangunan Gedung Istana Tampaksiring di Bali dan Penataan Keraton Kasunanan Surakarta di Jawa Tengah.

Sedangkan untuk bidang Perumahan Rakyat, terdapat: Pembangunan Rumah PNS Kabupaten Nias Utara di Sumatera Utara, Pembangunan Rumah Tapak Kota Palembang di Sumatera Selatan, Pembangunan Rumah Susun Milik Cengkareng di DKI Jakarta, Pembangunan Rumah MBR Kabupaten Tangerang di Banten, Pembangunan Rumah PNS Kota Cirebon di Jawa Barat, Pembangunan Rusun Ungaran Kota Semarang di Jawa Tengah, Pembangunan Rumah Kabupaten Malang di Jawa Timur, Pembangunan Rumah Sampit Kabupaten Kotim di Kalimantan Tengah dan Pembangunaj Rumah Khusus Nelayan Kabupaten Bantaeng di Sulawesi Selatan.

Proyek-proyek tersebut umumnya ditargetkan selesai pada akhir tahun 2015 hingga 2019, namun beberapa proyek juga mempunyai target percepatan setahun lebih awal.

Related Articles

Close