Pentingnya Pembangunan Infrastruktur Sosial di Papua

Pentingnya Pembangunan Infrastruktur Sosial di Papua

Pentingnya Pembangunan Infrastruktur Sosial di Papua

Jakarta – Infrastruktur sosial yang meliputi kesehatan dan pendidikan perlu ditingkatkan di Papua. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko S.IP. yang didampingi oleh Staf Khusus KSP Avanti Fontana dan Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani saat menerima enam orang perwakilan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Bina Graha, Jakarta, Kamis (7/2/2019).

LIPI ingin ada keselarasan tujuan dengan apa yang dikehendaki pemerintah dalam pembangunan infrastruktur sosial tersebut, khususnya bagi warga di pedalaman. Dengan langkah ini diharapkan persoalan stunting (tubuh pendek pada usia bawah tiga tahun) bisa diatasi.

Hal lain adalah perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sehingga persoalan di Papua bisa diselesaikan terutama olah orang Papua sendiri.

Peningkatan infrastuktur sosial ini dinilai sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber  daya manusia yang berada di Papua, sehingga siap untuk melakukan pembangunan bagi daerah Papua. Hal lain yang menjadi fokus bagi pemerintah dan juga LIPI adalah gizi buruk dan stunting di kabupaten-kabupaten.

Tenaga Ahli Utama KSP Brian Sriprahastuti menegaskan, pemerintah telah berupaya menangani keterbatasan infrastruktur sosial di Papua. “Dengan tim khusus, pemerintah telah memberikan tembahan pasukan medis sebanyak 70 orang dari TNI, 15 orang dari Polri, 45 orang dari pemerintah pusat, dan 40 orang dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Peningkatan SDM juga dilakukan dengan perbaikan mutu sekolah dan universitas. Sehubungan dengan ini, akan dilaksanakana seminar nasional di Universitas Cenderawasih di Jayapura.  Seminar ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan pendidikan dan memberi keyakinan dan semangat bahwa instansi pendidikan di Papua dapat menghasilkan lulusan yang mumpuni.

Pada akhirnya, pangkal penyelesaian masalah ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, ketersediaan tenaga medis, dan penciptaan ketahanan pangan yang berbasis pada pola hidup masyarakat.

Close