Pemerintah Targetkan Harga Beras Turun hingga Rp 500

Pemerintah Targetkan Harga Beras Turun hingga Rp 500

Pemerintah Targetkan Harga Beras Turun hingga Rp 500

JAKARTA- Pemerintah menargetkan penurunan harga beras sebesar Rp 300-500 per kilogram. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan operasi pasar di beberapa tempat.

"Meskipun saya lihat dua hari ini sudah ada yang turun Rp 100 dan Rp 200. Kita ingin agar harga yang terjangkau betul-betul ada di pasar dan stoknya ada," kata Presiden usai melepas puluhan truk pada Peluncuran Operasi Pasar BULOG Serentak di Kawasan Pergudangan Sunter, BULOG Divisi Regonal Jakarta, Jumat 2 Oktober 2015.

Presiden didampingi Menteri BUMN Rini Sumarno dan Dirut Perum BULOG meninjau gudang penyimpanan stok beras.

"Kita ingin tunjukkan bahwa tidak di sini saja, tapi di gudang-gudang yang lain, stok beras kita masih ada," ujar Presiden.

Stok saat ini sebesar 1,7 juta ton beras. Peninjauan ke gudang penyimpanan ini memastikan stok beras dan menghindari isu-isu yang merugikan terkait kelangkaan beras. Melihat situasi saat ini, Presiden optimis stok BULOG masih terus ditambah.

"Kita masih melakukan penyerapan lagi dari petani, pedagang yang ada di daerah-daerah yang saat ini masih ada panen, seperti di Karawang, Jateng dan Jatim," kata Presiden.

Meski saat ini terjadi El Nino, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah tetap memperkuat cadangan beras. "T‎api kita lihat lapangannya seperti apa, karena kita harus sampaikan apa adanya. Kita akan putuskan kebijakan apa yang tepat. Supaya taninya senang, pedagang senang, dan masyarakat juga senang," ujar Presiden.

Pada kesempatan tersebut Presiden juga melakukan dialog dengan Direktur Utama Perum BULOG Djarot Kusumayakti dengan Kepala Divisi Regional Perum BULOG di beberapa kota, yaitu Medan, Bandung, Semarang dan Surabaya. Presiden menyampaikan target penurunan harga beras yang ingin dicapai berada pada kisaran Rp 300-500 per kg.

Sementara itu, Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai tukar petani naik hampir mendekati dua persen. Namun kenaikan harga beras masih di angka 2 persen.

"Artinya petani dapat manfaat dari kenaikan harga yang ada di pasar. Namun operasi pasar harus terus dilakukan untuk menstabilkan harga. Supaya kenaikan ini tidak terus, dan bisa dikendalikan pada harga-harga yang wajar,” kata Presiden

 

Operasi pasar BULOG di beberapa wilayah;

  • Medan : 11 truk beras sejumlah 10 ton.
  • DKI Jakarta : 60 truk beras sejumlah 480 ton dan 3 truk daging sejumlah 6 ton, 1 truk pengangkut gula pasir sebanyak 8 ton.
  • Bandung : 18 truk beras sejumlah 144 ton.
  • Semarang‎ : 13 truk beras sejumlah 130 ton.
  • Surabaya : 17 truk beras sejumlah 170 ton.

Close