Pemerintah Janji Selesaikan Masalah Buruh

Pemerintah Janji Selesaikan Masalah Buruh

Pemerintah Janji Selesaikan Masalah Buruh

MENKOPOLHUKAM Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga Kepala Staf Kantor Presiden (KSP), mengapresiasi aksi unjuk rasa puluhan ribu kaum buruh dari berbagai eleman yang berlangsung tertib dan tidak menimbulkan kegaduhan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/9) siang.

“Unjuk rasa yang bermartabat, sebagai bentuk pengejawantahan menyampaikan pendapat, dijamin konstitusi. Ini menunjukkan kematangan kita berdemokrasi,” ujar Luhut Pandjaitan, dalam dialog bersama pimpinan buruh di Kemenkopolhukam, Merdeka barat.

Dalam orasi unjuk rasa, para pimpinan buruh menyampaikan sejumlah sejumlah aspirasi, termasuk kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian nasional yang menurun, bakal berdampak bagi nasib jutaan buruh di Indonesia.

Di hadapan puluhan buruh, para pimpinan buruh dari KSPI, KSPSI dan KSBSI menyampaikan permintaan pentingnya jaminan dan perlindungan pemerintah, agar tidak ada PHK massal di tengah perlambatan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah, yang juga diakibatkan faktor global.

“Kami perlu tegaskan, unjuk rasa buruh hari ini sama sekali tidak terafiliasi dengan partai politik manapun, melainkan murni untuk menyampaikan aspirasi buruh, yang dilakukan oleh tiga konfederasi.  Kaum buruh di seluruh Indonesia bukan untuk memperburuk kondisi perekonomian nasional, tetapi menginginkan bagaimana bisa membaik ke depan melalui langkah-langkah cepat dan tepat dari pemerintah,” tandas Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea.

Dalam pertemuan dialog bersama Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan, tiga pentolan dari konfederasi buruh nasional, masing-masing Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Mudhofir, sangat mengapresiasi sikap pemerintah yang responsif terhadap gerakan dan perjuangan buruh.

“Hari ini kami bergerak, untuk suatu tekad perjuangan bagi kesejahteraan buruh yang kita inginkan bersama, terkait isu kesehatan, lalu kenaikan harga-harga khususnya BBM yang memukul daya beli buruh dan rakyat Indonesia. Kami meminta kepada pemerintah, agar ada kebijakan yang benar-benar berpihak kepada kaum buruh, tidak melulu kebijakan yang berpihak kepada kepentingan pengusaha,” papar Presiden KSPI Said Iqbal.

Dialog di Kementerian Polhukam, Merdeka Barat, dihelat usai para pimpinan buruh menyampaikan orasi di depan Istana Merdeka. Para pimpinan dan perwakilan buruh dari berbagai daerah, bukan saja menyampaikan masalah dan isu umum yang dialami kaum buruh, tetapi juga berbagai kasus kriminalisai di wilayah Purwakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Sedangkan pemerintah yang diwakili Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Menkes Nila Djuwita F. Moeloek serta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri, menyakinkan sekaligus berjanji kepada pimpinan buruh, akan mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah yang dihadapi kaum buruh.

“Kita jangan terlalu khawatir terhadap kondisi perekonomian nasional, tetapi waspada serta hati-hati memang penting dan kita tidak perlu gaduh. Jangan khawatir, pemerintah dan negara ini punya kita bersama, sehingga apa yang mau diselesaikan iya mari kita selesaikan bersama diantara kita. Pemerintah di bawah Presiden Jokowi, sangat peduli terhadap nasib buruh, mau mendengar dan pasti akan melakukan yang terbaik bagi kesejahteraan buruh,” janji Luhut kepada pimpinan buruh, sekaligus menyampaikan salam dari Presiden Jokowi.

Dalam dialog yang juga dihadiri Deputi III, IV dan V Kantor Staf Presiden, Menkopolhukam Luhut Pandjaitan mengajak para pimpinan buruh melakukan pertemuan reguler, guna mencari solusi rinci terhadap persoalan-persoalan ril yang dihadapi, mulai dari masalah PHK, kriminalisasi, urusan BPJS, tenaga kerja asing, hingga bagaimana meningkatkan kompetensi para buruh, dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mulai berlaku akhir tahun 2015.

Close