Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Restorasi Gambut

Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Restorasi Gambut

Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Restorasi Gambut

RIAU- Peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dalam program restorasi gambut yang dilakukan Badan Restorasi Gambut (BRG). Upaya peningkatan tersebut dengan memberikan pilihan kepada masyarakat mengelola lahan gambut yakni berupa mix farming-budidaya kopi, budidaya karet dan budidaya madu. Mix farming tersebut bertujuan agar masyarakat tidak menggantungkan kehidupannya pada satu komoditas.

Selain itu, Kepala BRG Nasir Foead memaparkan tentang rencana bantuan pemasaran atas budidaya yang dilakukan oleh masyarakat sehingga produksi dapat terserap oleh pasar yang tepat. Rencana tersebut juga mendapatkan dukungan dari Bupati Siak, Syamsuar. Ia menambahkan rencana agrowisata untuk memberikan nilai tambah dari kegiatan itu.

Penjelasan tersebut disampaikan kepada Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki saat meninjau lokasi percontohan di desa Kuwalian, Kelurahan Kampung Rembak, Kabupaten Siak, Jumat 22 Juli 2016. Teten berpesan agar upaya tersebut diberikan teknik pengembangan produk dan promosi yang tepat seperti memuat cerita di balik produk–produk yang dihasilkan petani. Cerita dibalik produk akan memberikan nilai jual yang dapat mempengaruhi sekaligus memperkuat dukungan konsumen dengan tetap branding menggunakan nama petani Siak.

Bupati Siak yang turut hadir dalam kunjungan tersebut juga menyampaikan dukungan kepada Petani yang mengembangkan beragam komoditas sehingga tidak menjadi perkebunan monokultur yang memiliki kerentanan terhadap kondisi kawasan gambut di Kabupaten Siak.

Lokasi percontohan juga menjadi titik awal untuk Kabupaten Siak dalam percobaan sekat kanal yang masih dikembangkan oleh Badan Restorasi Gambut. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Bupati dan wakil bupati Kabupaten Siak serta Deputi IV BRG.

Close