Pembangunan Masyarakat Pesisir

Pembangunan Masyarakat Pesisir

Pembangunan Masyarakat Pesisir

BITUNG- Penurunan angka kemiskinan dan peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil menjadi target pemerintah.

Lewat proyek kerjasama dengan Costal Community Development Program-International Fund for Agriculture Development (CCDP-IFAD), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggarap program Pembangunan Masyarakat Pesisir.

Sejak tahun 2013 proyek ini menyasar 180 desa pesisir di 12 kabupaten/kota yang pada umumnya terletak di wilayah Indonesia bagian timur. Seperti Merauke (Papua), Yapen (Papua Barat), Ternate (Maluku Utara), Ambon dan Maluku Tenggara (Maluku). Kemudian Kupang (NTT), Lombok Barat (NTB), Bitung (Sulawesi Utara), Gorontalo Utara (Gorontalo), Pare-Pare dan Makassar (Sulawesi Selatan), serta Kubu Raya (Kalimantan barat) dan Badung (Bali) sebagai pusat pembelajaran bersama.

Program ini telah berjalan selama 3,5 tahun dengan manfaat besar bagi kelompok-kelompok nelayan dan pokmas (kelompok masyarakat). Untuk itu, guna membahas program pemberdayaan masyarakat yang akan berakhir pada 2017 dan persiapan tinggal landas proyek tersebut, KKP melakukan pembahasan dan workshop yang diselenggarakan di Bitung pada 19-21 Mei 2016.

Workshop ini dihadiri perwakilan pengurus koperasi dari 12 Kabupaten dan Kota, konsultan CCDP (pendamping koperasi) dan perwakilan dari PIU (Dinas Kelautan dan Perikanan) dari 12 Kabupaten/Kota.

Salah satu poin kesepakatan dari akhir proyek ini adalah membangun dan mengembangkan kelembagaan koperasi. Koperasi diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan pokmas (kelompok masyarakat), koperasi yang menampung produk yang dihasilkan pokmas dan koperasi yang memasarkan produk. Sampai saat ini telah terbangun 12 (dua belas) koperasi di 12 kabupaten kota.

Dalam acara tersebut hadir dari perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, kantor cabang Bank Rakyat Indonesia Bitung dan Staf kedeputian IV Kantor Staf Presiden. Diharapkan agar apa yang sudah di inisiasi KKP dengan program pro-rakyat tetap berkelanjutan guna mendukung Paket Ekonomi Kebijakan 12.

Demo olahan ikan tuna, cakalang dan layang oleh pokmas hunilaidi Pondok Informasi Hutumury Ambon

Selama ini CCDP-IFAD melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi rumah tangga yang berbasis kelautan yang menguntungkan tanpa menimbulkan efek merugikan pada sumber daya laut. Yang tak kalah pentingnya yaitu dukungan perluasan proyek di kabupaten dengan membangun pasar, pengembangan usaha-usaha perikanan dan kelautan skala kecil. Bahkan telah terbangun 1.677 Kelompok masyarakat (Pokmas) yang terdiri dari pokmas penangkapan, budidaya ikan, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, pengelolaan infrastruktur usaha dan pengelola sumber daya alam (PSDA).

Kelompok-kelompok masyarakat pesisir yang difokuskan pada pengolahan hasil-hasil perikanan dengan kegiatan ekonomi dengan membuat produksi makanan seperti abon, terasi, keju rumput laut, mie rumput laut, kripsi ikan teri cintu, kecap ikan, ikan asap, kerupuk ikan, ikan serut cakalang dan lain-lain.

Sementara kelompok-kelompok nelayan tangkap diberikan bantuan pembelian alat tangkap seperti pancing dasar, rawai dan mesin ketinting sedangkan kelompok infrastruktur yang membangun fasilitas infrastruktur seperti pembangunan pondok kerja yang digunakan bersama dengan dilengkapi dengan ruang dapur, kamar mandi, tempat tidur juga terdapat sound system dan kipas angin. Mayoritas kelompok-kelompok tersebut perekonomian keluarga meningkat, kesejahteraan dan kesehatan berangsur membaik.

Related Articles

Close