Pastikan Persiapan Arus Mudik Berjalan Baik

Pastikan Persiapan Arus Mudik Berjalan Baik

Pastikan Persiapan Arus Mudik Berjalan Baik

JAKARTA- Pemerintah mengupayakan arus mudik tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan zero accident, nihil kecelakaan dengan pesan; ‘Mudik Selamat, Aman dan Nyaman’.

Berbagai upaya dilakukan di antaranya mengecek satu persatu setiap sarana atau moda transportasi umum dari laut, udara, darat dan kereta api.

“Ada perbedaan penanganan arus mudik tahun ini. Misalnya Jakarta, setelah kita lakukan pengecekan dari sekitar 1.320 bus, hanya 291 yang layak diopersasikan. Kami minta segera diperbaiki. Pesawat udara pun seperti itu,” kata Kepala Biro Humas Kemenhub, Hemi Pamuranhardjo dalam diskusi Persiapan Arus Mudik yang dirangkai buka puasa bersama di Sekretariat Kantor Staf Presiden (KSP), Kamis, 23 Juni 2015.

Diskusi ini juga dihadiri Kepala Bidang Manajemen Operasional Lalu Lintas Korlantas Polri, Komisaris Besar Darto Juhartono, Deputi IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP, Eko Sulistyo, tokoh-tokoh masyarakat dan barisan relawan pendukung pemerintah.

Prediksi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 1-3 Juli 2016. Sarana dan prasarana menyambut arus mudik tahun ini sudah siap. Namun demi keselamatan, Kemenhub mengimbau masyarakat tidak menggunakan kendaraan roda dua jika ingin melakukan perjalanan jauh.

“Kami menyiapkan mudik gratis bagi pengguna sepeda motor,” kata Hemi.

Kepolisian sendiri menyiapkan 159.000 personil untuk mengamankan gangguan kantibmas dan kecelakaan selama arus mudik lebaran berlangsung. Operasi dengan sandi Ramadaniya akan digelar selama 16 hari dari tanggal 30 Juni sampai 15 Juni 2016. Selain itu, disiapkan layanan informasi dari ribuan titik pos pengamanan dengan nomor call centre 9119.

Darto Juhartono mengatakan, informasi yang diberikan berupa kondisi lalu lintas, daerah rawan laka dan rawan kemacetan.

“Kami juga menyiapkan layanan check point sebanyak 35 titik bagi pengguna roda dua. Sebanyak 13 titik prioritas. Check point ini bisa menampung 5 ribu sepeda motor dengan fasilitas-fasilitas dari bengkel, dokter, MCK dan tempat istirahat,” katanya.

2016-06-23 17.09.15

Beberapa skema akan dilakukan untuk mengurai kemacetan yang rutin terjadi selama mudik. Di ruas tol misalnya, agar tidak terjadi kemacetan yang parah petugas akan mengalihkan kendaraan menuju jalur alternatif. Cara lain agar tak terjadi kemacetan ialah dengan penerapan contra flow (melawan arus).

Pemerintah juga melarang angkutan barang, atau truk-truk bermuatan besar beroperasi pada H-5 dan H+3 lebaran.

Sementara itu, dari pantauan sementara Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, ada tiga titik krusial yang perlu diantipasi guna mengurai kepadatan arus mudik, yaitu penyeberangan Merak – Bakauheni, Tol cikampek dari gerbang tol Cikarang Utama sampai Brebes Timur dan penyeberangan Gilimanuk –Ketapang.

“Secara umum ada kesiapan dari teman-teman perhubungan dan kepolisian. Namun ada beberapa catatan kalau tidak diantipasi bisa menimbulkan penumpukan. Kami harap titik-titik ini diperhatikan,” kata Gabriel Sujayanto, Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP.

Setiap tahunnya arus kendaraan terbanyak mengarah ke Jawa Tengah, yaitu 43,7 persen. Sisanya tersebar merata ke Jawa Barat (21,3 persen), Yogyakarta (9,1 persen), Jawa Timur (7,8 persen), dan Banten (3 persen).

Deputi IV Eko Sulistyo berharap masalah-masalah di lapangan segera mungkin diantipasi demi kelancaran arus mudik. Eko mengatakan hasil diskusi ini akan dirangkum sebagai masukan kepada Kepala Staf Kepresidenan.

Close