Pagu Anggaran KSP Tahun 2017 Turun Rp9 Miliar

Pagu Anggaran KSP Tahun 2017 Turun Rp9 Miliar

Pagu Anggaran KSP Tahun 2017 Turun Rp9 Miliar

JAKARTA- Kantor Staf Presiden memperoleh pagu indikatif sebesar Rp150 miliar dalam rencana kerja pemerintah tahun 2017. Rincian pagu indikatif ini digunakan untuk pemberian dukungan pada Presiden dan Wakil Presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik dan pengelolaan isu-isu strategis.

“Sesuai surat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan, pagu indikatif 2017 mengalami penurunan sebesar Rp9 miliar atau sebesar 5,73 persen dibandingkan alokasi anggaran Kantor Staf Presiden tahun 2016,” kata Kepala Staf Presiden Teten Masduki dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR yang dipimpin wakil ketuanya Ahmad Reza Patria, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 16 Juni 2016.

Teten menjelaskan, perbandingan alokasi anggaran tahun 2016 dan pagu indikatif tahun 2017 dari Rp159 miliar turun menjadi Rp150 miliar. Pagu ini sebagaimana tahun 2016 direncanakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan antara lain; verifikasi lapangan, monitoring dan pengendalian kegiatan prioritas. Penyelesaian hambatan (debottlenecking) dalam pelaksanaan kegiatan prioritas. Melaksanakan koordinasi dengan pemangku kepentingan di dalam negeri dan di dunia internasional. Kemudian membangun early warning system terhadap implementasi kegiatan prioritas, dan memberikan rekomendasi terkait pembangunan kegiatan prioritas, isu-isu strategis dan komunikasi politik.

“Ditambah pengelolaan, pengoperasian dan pengembangan ruang kendali operasional atau situation room serta data center yang telah terverifikasi dan terkoneksi secara aman dengan 74 kementerian dan lembaga, 34 provinsi, 512 kabupaten/kota dan 132 perwakilan RI dari luar negeri,” jelasnya.

2016-06-16 14.28.07

Selain itu, dalam mendukung tugas dan fungsi Kantor Staf Presiden dilakukan pengelolaan dan pengembangan perangkat teknologi dan sistem informasi antara lain LAPOR!, TEPRA, PANTAU, One Data, portal ksp.go.id, portal PresidenRI.go.id dan media monitoring.

“Disamping juga penugasan-penugasan khusus dari Bapak Presiden,” kata Teten.

Anggota Komisi II Hetifah Sjaifudian menilai rencana kerja yang dipaparkan cukup informatif dan detail. Politisi partai Golkar ini juga menyebut program-program Kantor Staf Presiden cukup menarik.

Sementara Wakil Ketua Komisi II Ahmad Reza Patria mengatakan, terhadap pagu indikatif tahun 2017, Kementerian Sekretariat Negara sebesar Rp1,85 triliun (termasuk di dalaamnya anggaran untuk Kantor Staf Presiden Rp150 miliar) dan Sekretariat kabinet Rp 219 miiliar, akan dibahas lebih lanjut pada rapat kerja Komisi II yang akan datang.

Sekadar mengingatkan, ini merupakan rapat kedua Kantor Staf Presiden bersama Komisi II DPR. Sebelumnya, Kamis (19/6), pekan lalu juga digelar rapat membahas pagu anggaran APBN Perubahan tahun 2016. Kali ini rapat dimulai pukul 13.50 WIB dan berakhir pukul 14.30. Turut hadir Deputi 1 Darmawan Prasodjo, Deputi II Yanuar Nugroho, Deputi III Denni Puspa Purbasari, Deputi IV Eko Sulistyo, Deputi V Jaleswari Pramodharwardani dan Staf Khusus Kepala Staf Presiden Chrisma Albandjar serta Kepala Sekretariat Kantor Staf Presiden Agus Widodo.

Close