Optimisme Indonesia Berkontribusi dalam Mengurangi Perubahan Iklim

Optimisme Indonesia Berkontribusi dalam Mengurangi Perubahan Iklim

Optimisme Indonesia Berkontribusi dalam Mengurangi Perubahan Iklim

KATOWICE, POLANDIA - Pemerintah Indonesia secara konsisten dan berkelanjutan terlibat aktif bersama 189 negara lain dalam konvensi perubahan iklim yang mendorong upaya penurunan emisi global. Pada 4 sampai dengan 14 Desember 2018 telah berlangsung pertemuan ke-24 untuk mendorong percepatan pengesahan aturan implementasi Perjanjian Paris (Paris Agreement). Sejalan dengan itu, Pemerintah Indonesia telah menyampaikan strategi dalam mengurangi emisi pada Talanoa Dialogue di Katowice, Polandia tanggal 11 Desember 2018. Strategi tersebut sebagai persiapan Nationally Determined Contributions (NDC), dimana Indonesia menetapkan target penurunan emisi sebesar 29% tanpa syarat. Sementara, target hingga 41% berupa penurunan emisi bersyarat dari skenario 2030 Bussiness As Usual (BAU), dengan sektor sasaran utama kehutanan dan energi.

Sektor kehutanan ditargetkan 17,2% dari 29% yang akan dicapai melalui pengurangan deforestasi dari 0,9 juta hektar per tahun pada tahun 2010 menjadi 0,35 juta hektar per tahun pada tahun 2030. Selain itu, ditargetkan pemulihan 2 juta hektar lahan gambut dan rehabilitasi 2 juta hektar lahan terdegradasi pada tahun 2030. Prioritas ketiga yakni peningkatan pengelolaan hutan produksi baik hutan alam dan hutan tanaman.foto-menlhk-2

Talanoa Dialogue merupakan diskusi untuk menjaring berbagai masukan dari berbagai pemangku kepentingan, sebagai rangkaian pertemuan Conference of the Parties (COP) 24 UNFCCC. Pertemuan tahunan tersebut dihelat oleh United Nations Climate Change Conference (UNFCCC).

Talanoa adalah ungkapan tradisional dari Fiji yang merefleksikan sebuah proses dialog yang inklusif, partisipatif dan transparan melalui pertukaran ide, keterampilan dan pengalaman dari keberhasilan program dan kebijakan yang telah dilaksanakan.

Komitmen Jaga Lingkungan

Delegasi Pemerintah Indonesia dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, dengan anggota delegasi berasal dari Kementerian/Lembaga terkait, Komisi IV dan VII DPR RI, Mahkamah Agung, Pemerintah Daerah, Akademisi, penggiat lembaga swadaya masyarakat dan swasta. Kantor Staf Presiden menugaskan dua orang wakil, yakni Hageng Suryo Nugroho dan Aulia Biben S. untuk menjadi bagian dari tim negosiasi terkait isu Climate Finance dan Response Measures. img_7718
Pertemuan Konferensi Perubahan Iklim COP 24 tersebut menghasilkan Katowice Cilmate Package (Paket Katowice) setelah dua (2) minggu berjalan alot hingga diperpanjang satu (1) hari. Katowice Cilmate Package tersebut berisi sebuah rules book untuk implementasi Paris Agreement yang berisikan modalitas, prosedur dan panduan yang mencakup delapan (8) elemen, yaitu: Mitigation-Nationally Determined Contribution, Adaptation Communication, Carbon Market and Non-Market Mechanism, Climate Finance, Technology, Transparency Framework for Action and Support, Global Stocktake dan Compliance Committee.

Komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung upaya global dalam menjaga lingkungan dengan menjaga kenaikan suhu di bawah 2 derajat Celcius sejauh ini sangat kuat dan konsisten. Hal ini ditunjukkan dengan adanya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to the United Nations Framework for Climate Change Convention, Perpres Nomor 77 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup, Perpres Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) dan Perpres Nomor 71 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional.
img_7704

Close