Moeldoko Menerima Audiensi Presiden Mahasiswa Trisakti

Moeldoko Menerima Audiensi Presiden Mahasiswa Trisakti

Moeldoko Menerima Audiensi Presiden Mahasiswa Trisakti

Jakarta – Dalam rangka memperingati peristiwa 12 Mei 1998, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menerima audiensi Presiden Mahasiswa Trisakti di Gedung Bina Graha (Rabu, 8/5). Terkait dengan peristiwa 12 Mei 1998, Presiden Mahasiswa mengungkapkan lambatnya pemerintah dalam menangani kasus pelanggaran HAM ini. Ignasius Edmund menjelaskan bahwa mereka sudah menemui komisioner Komnas HAM. “Ternyata proses itu tertahan di Kejaksaan Agung,” katanya.

Perwakilan presiden mahasiswa menilai Kejaksaan Agung seperti tidak serius dalam mengenai kasus pelanggaran HAM dan memohon pada Moeldoko untuk bicara pada Presiden Joko Widodo agar mendesak Kejaksaan Agung memberikan wewenang pada Komnas HAM untuk melakukan penyidikan.

Hal lain yang disampaikan adalah minimnya edukasi pada masyarakat terutama mahasiswa mengenai pelanggaran HAM. “Pemerintah harus membangun kepekaan hak asasi manusia, harapan kami agar pengedukasian itu dibangkitkan lagi terutama untuk mahasiswa agar semangat tidak menurun saat memperjuangkan hak asasi manusia,” ujar Edmun. Ia juga menambahkan bahwa pihak Universtias Trisakti sejak akhir tahun 2018 sudah mengajukan usulan gelar pahlawan nasional bagi 4 korban peristiwa 12 Mei 1998 sebagai bagian mengedukasi masyarakat mulai dari tingkat SD hingga mahasiswa.

moeldoko-menerima-audiensi-presiden-mahasiswa-trisakti-2

Menurut Moeldoko, pemerintah sangat serius dalam menangani kasus Trisakti, mulai dengan memanggil para peserta Kamisan untuk beraudiensi dan sebagainya. Pada prinsipnya Pemerintah tidak menutup mata dalam kasus 12 mei ini. “Jaksa Agung tidak main-main, tapi karena sulit dan lamanya kasus tersebut maka teknis nya menjadi tidak mudah,” jelas Kastaf.

Kastaf juga menyambut dengan baik acara yang akan diselenggarakan pada 12 Mei mendatang. Menurutnya, masyarakat memang masih ada yang belum peduli dengan HAM tapi melalui acara ini diharapkan akan meningkatkan kepedulian masyarakat tentang HAM. “Masyarakat kita memang masih belum semua peduli dengan kasus HAM dan acara seperti ini dapat menjadi wadah belajar bagi masyarakat luas. Mengenai gelar kepahlawanan ajukan saja pada dewan gelar tanda jasa kehormatan dengan mengikuti persyaratan yang ada,” tegas Moeldoko menutup pertemuan.

Close