Moeldoko: Demokrasi Indonesia Sangat Matang

Moeldoko: Demokrasi Indonesia Sangat Matang

Moeldoko: Demokrasi Indonesia Sangat Matang

JAKARTA- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memuji hubungan Indonesia-Singapura yang sudah terjalin baik selama ini. Singapura merupakan investor terbesar di Indonesia dalam lima tahun terakhir ini. Total realisasi investasi Singapura di RI pada tahun 2017 mencapai US$ 8,4 miliar dengan jumlah proyek sebanyak 5.951.

Moeldoko berharap hubungan diplomatik kedua negara jiran ini semakin harmonis dan Singapura terus melipatgandakan jumlah investasinya. Mantan Panglima TNI ini memberikan jaminan keamanan kepada investor asal Singapura yang akan menanamkan modalnya di Indonesia.

“Saya juga menyampaikan ini kepada negara-negara sahabat, stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia sangat baik. Demokrasi di Indonesia sangat matang, pengalaman dalam beberapa pemilihan kepada daerah selama ini memperlihatkan itu,” kata Moeldoko saat menerima Duta Besar Singapura H.E Anil Kumar Nayar di Kantor Staf Presiden, Selasa, 13 Maret 2017.

Moeldoko menjelaskan, prioritas utama yang dilakukan Kantor Staf Presiden yaitu mengawal proyek strategi nasional seperti infrastruktur, dan bantuan sosial masyarakat seperti Program Keluarga Harapan, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan program-program prioritas lainnya.

“Kita meningkatkan komunikasi dengan publik yang sehat. Ada persoalan komunikasi, dan kami terbuka dengan siapa saja,” ujarnya. Hal lain yang dibicarakan dalam pertemuan ini adalah pengembangan daerah wisata baru. Singapura tertarik meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata serta di bidang digital ekonomi yang diyakinini bisa saling menguntungkan.

Kerja sama lainnya dalam bidang ekonomi digital, Indonesia-Singapura akan bekerja sama untuk mensinergikan keunggulan komparatif dalam bidang ekonomi digital. Bagian dari kerja sama ini di wilayah Batam dan Jakarta melalui pengembangan inkubator teknologi dan bisnis start-ups khususnya di bidang pendanaan dan pelatihan.

img_2137

Sebelumnya, saat bertemu 21 duta besar Uni Eropa lebih, Moeldoko negara-negara Uni Eropa lebih optimis lagi berinvestasi di Indonesia, membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Jokowi. Pembangunan infrastruktur tak hanya punya arti pembangunan fisik tapi juga harus dimaknai secara non-fisik.

“Karena di dalam pembangunan infrastruktur juga akan membangun wawasan kebangsaan, cinta tanah air, serta mengkomunikasikan daerah yang sulit dijangkau menjadi mudah dijangkau. Dengan pembangunan infrastruktur, kue pembangunan semakin merata, terutama di daerah-daerah tertinggal,” urainya.

Close