Moeldoko: Bidan Berada di Garis Depan Pelayanan Kesehatan

Moeldoko: Bidan Berada di Garis Depan Pelayanan Kesehatan

Moeldoko: Bidan Berada di Garis Depan Pelayanan Kesehatan

JAKARTA - Ini momentum yang tidak boleh kita lupakan. Karena kita memiliki kondisi emosional yang sama. Ibu- ibu memperjuangkan nasibnya, kami dari KSP dan seluruh Kedeputian IV ikut mewujudkan apa yang menjadi cita-cita keinginan. Dengan demikian para bidan bisa memberikan pelayanan yang prima didasarkan oleh status yang semakin jelas.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Kepresiden Moeldoko yang didampingi oleh Deputi IV KSP Eko Sulistyo saat menerima perwakilan 33 orang dari Federasi Organisasi Bidan Desa dari  seluruh Indonesia di Bina Graha, Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019.

Para bidan ini bersyukur lantaran  di masa pemerintahan Presiden Jokowi, 39 ribu bidan desa, dokter umum, dan dokter gigi PTT yang berusia di bawah 35 tahun telah menerima SK pengangkatan PNS. Sementara 4.135 yang di atas 35 tahun  sudah delapan puluh persen mendapatkan SK pengangkatan.bi6

Atas pengangkatan itu Panglima TNI 2013-2015 itu meminta agar para bidan desa bekerja lebih giat dan bersemangat.

“Negara sudah memberikan status yang pasti sebagai pegawai negeri sipil, ini energi baru untuk pengabdian yang lebih baik lagi,” ucapnya.

Apalagi dalam hal pelayanan kesehatan, para bidan berdiri mewakili negara di garis depan, merepresentasi Presiden meski tidak ada yang mengawasi.

“Salah satu tugas dari  Presiden adalah ibu-ibu yang menjalankan,” terang Moeldoko.

Potong Tumpeng

bi2Sementara itu Lilik Dian Ekasari Ketua Umum  Federasi Organisasi Bidan Desa menyatakan terimakasih atas diangkatnya para tenaga kesehatan ini. Keberhasilan karena perjuangan dan peran Kepala Staf dan seluruh jajarannya Kedeputian IV dan Kedeputian II KSP.

“Tentunya bapak mendorong dalam rapat, agar yang 4.135 juga dapat diangkat pula. Itu sungguh sesuatu yang luar biasa. Dan ini dalam sejarah, bidan desa diangkat melalui Keppres,” ungkap Lilik.

Kini ada 53 ribu bidan desa, dokter umum, dan dokter gigi yang bertugas mulai dari tanah Rencong di Aceh sampai Bumi Cendrawasih di Papua.

Pertemuan diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur dan berkah.bi4

Close