Menggerakkan Ekonomi Nasional

Menggerakkan Ekonomi Nasional

Menggerakkan Ekonomi Nasional

Paket Kebijakan Ekonomi September I

Jakarta, 11 September 2015

Di tengah melemahnya perekonomian dunia yang berdampak kepada perekonomian nasional, pemerintah telah dan akan terus melakukan upaya menggerakkan ekonomi nasional melalui berbagai paket kebijakan ekonomi. Tanggal 9 September 2015 lalu, Presiden beserta jajaran menterinya telah mengumumkan paket kebijakan untuk menggerakkan ekonomi nasional tahap I atau dikenal dengan Paket Kebijakan Ekonomi September I yang terdiri dari tiga bagian yaitu: (I) Mengembangkan Ekonomi Makro yang Kondusif; (II) Menggerakkan Ekonomi Nasional; dan (III) Melindungi Masyarakat Berpendapatan Rendah dan Menggerakkan Ekonomi Pedesaan.

I. Mengembangkan Ekonomi Makro yang Kondusif

Pemerintah bersama-sama dengan Otoritas Moneter (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan langkah-langkah dalam upaya menciptakan kondisi ekonomi makro yang kondusif, yaitu :

  1. Stabilisasi Fiskal dan Moneter (Termasuk Pengendalian Inflasi)
  2. Percepatan Belanja
  3. Penguatan Neraca Pembayaran

II. Menggerakkan Ekonomi Nasional

Pemerintah melakukan serangkaian kebijakan deregulasi, debirokratisasi dan memberikan insentif fiskal dalam rangka menggerakan perekonomian nasional (sektor riil). Pada tahap I meliputi :

  1. Mendorong Daya Saing Industri Nasional (Deregulasi, Debirokratisasi, Insentif Fiskal)
  2. Mempercepat Proyek Strategis Nasional
  3. Meningkatkan Investasi di Sektor Properti

III. Melindungi Masyarakat Berpendapatan Rendah dan Menggerakan Ekonomi Pedesaan

Pemerintah melakukan langkah-langkah untuk melindungi masyarakat berpendapatan rendah dan masyarakat pedesaan dari dampak melemahnya ekonomi nasional :

  1. Stabilisasi Harga Pangan
  2. Percepatan Pencairan Dana Desa
  3. Penambahan Beras Sejahtera (Rastra) 13 dan 14

Menurut Deputi IV bidang Komunikasi Politik Kantor Staf Presiden, Eko Sulistyo, secara umum paket kebijakan ekonomi ini memperlihatkan skenario antisipatif pemerintah baik secara jangka pendek maupun jangka menengah terhadap perlambatan ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat. “Seberapa efektif dampak dari paket kebijakan ini tentu masih perlu dimonitor dan dievaluasi pelaksanaannya di lapangan”, ujarnya.   Oleh karena itu, seperti ditegaskan oleh Presiden, pemerintah masih akan mengeluarkan paket kebijakan berikutnya.

Yang perlu ditegaskan disini dari paket kebijakan ekonomi ini bahwa secara komprehensif pemerintah juga mengedepankan kebijakannya pada kelompok rentan atau masyarakat berpendapatan rendah. Dengan menunjukkan keberpihakan kepada kelompok rentan ini, bukan berarti bahwa pemerintahan Jokowi-JK telah meninggalkan aspek prudent (kehati-hatian) dalam tata kelola perekonomian nasional. Sebab rincian kebijakan dalam dua bagian lainnya dari tiga bagian paket kebijakan ekonomi ini justru memperhitungkan secara cermat bagaimana pelaku ekonomi di sektor-sektor produktif dapat memperoleh kemudahan sekaligus daya saing.[***]

Close