Membangun Indonesia Dengan Membangun Daerah

Membangun Indonesia Dengan Membangun Daerah

Membangun Indonesia Dengan Membangun Daerah

Jakarta – Selama empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusia tidak hanya dipusatkan pada wilayah pulau jawa. Prinsip utama Presiden dalam menjalankan pembangunan bangsa ini adalah membangun dari pinggiran sesuai dengan Nawacita. Banyak hal-hal yang dulu jadi mimpi sekarang mulai terwujud sedikit demi sedikit berkat semangat pembangunan yang tinggi.

Salah satu impian dan harapan tersebut datang dari kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Dalam acara silaturahim dan audiensi Pemerintah Kota Padang Panjang ke Kantor Staf Presiden, Rabu, 10 April 2019, Walikota Padang Panjang, Fadly Amran beserta 32 orang perangkat pemerintah kota Padang Panjang mulai dari Lurah, Camat, dan Bappeda, menyampaikan berbagai aspirasi, harapan, serta program-program lain kota seluas 23 km² ini.

membangun-indonesia-dengan-membangun-daerah-2-2

Di hadapan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan jajaran Deputi I bidang Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Energi dan Infrastruktur Strategis, Fadly Amran menjelaskan tentang skala prioritas pembangunan Pemerintah Kota Padang Panjang yang searah dengan pemerintah pusat. “Padang Panjang adalah kota yang dari dulu sudah berpendidikan. Kami ingin Padang Panjang bangkit karena banyak cendikiawan indonesia berasal dari Padang Panjang. Karena itu, pembangunan kami fokus pada pendidikan, serta infrastruktur. Akan ada MAPK (Madrasah Aliyah Program Khusus) pertama yang ada di kawasan Padang Panjang yang akan melibatkan teknologi dengan mengembangkan sistem smart city. Selain itu ada pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)” ungkap Fadly. Kepala Bappeda Padang Panjang, Sonny Budaya Putra menambahkan program lain terkait peningkatan Sumber Daya Manusia dalam bentuk digital melayani. “Kami ingin membangun sebuah library knowledge center disitu ada perpustakaan, riset, dan museum,” tambahnya.

Merespon paparan tersebut, Moeldoko menyampaikan agar dalam ranah pendidikan bisa menciptakan sinergi yang bagus dari berbagai faktor. “Presiden mengungkapkan kalau dunia pendidikan harus adaptif supaya tidak ketinggalan. Hal yang searah ini sudah bagus. Dari sisi teknologi, kreativitas, olahraga, kita sedang menyiapkan talent management strategic yang sudah berjalan 6 bulan, menghadirkan pakar-pakar seluruh Indonesia dalam penyusunannya untuk menjaring anak Indonesia yang hebat bakat atau talentanya. Akan dibuat semacam database dan negara akan mengelola, melakukan langkah-langkah yang lebih progresif,” jelas Moeldoko.

membangun-indonesia-dengan-membangun-daerah-3-2Terkait pembangunan infrastruktur, Panglima TNI di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ini menjelaskan ada banyak kemungkinan target skala prioritas pembangunan di Padang Panjang tadi akan terwujud, “Pembangunan infrastruktur dilakukan oleh pemerintah dengan luar biasa. Harapan kita tahun 2019 fokus pada pembangunan SDM. Anggaran APBN akan diarahkan kesana, jadi pembangunan MAPK ini segera dibuat saja proposalnya karena selaras dengan yang dilakukan Pemerintah Pusat. Tidak sulit nantinya kalua selaras,” papar Moeldoko.

Kastaf optimis, impian, harapan, dan target pemerintah Padang Panjang sebab Presiden memberikan atensi besar pada berbagai daerah Indonesia. “Pemerintah Pusat dan Presiden benar-benar memikirkan daerah,” tegas Moeldoko. Selain itu ia juga berharap ada perubahan dari anak-anak muda. “Anak-anak muda yang agresif dan liar dalam berpikir, yang out of the box, itu yang diperlukan. Mudah-mudahan semua keinginan masyarakat Padang Panjang dibawah kepemimpinan Pak Walikota bisa bersinergi kuat dengan Pemerintah Pusat,” tutup Moeldoko.*

Close